HOT DUDA VS HOT JANDA

HOT DUDA VS HOT JANDA
Sosor Terus!


__ADS_3

"Apa?" tanya Ev lagi, untuk memastikan apa yang baru saja ia dengar dari Albert tidaklah salah.


"Aku ingin dekat dengan kamu Ev," ucap Albert lagi dan kini meraih satu tangan Ev yang berada di atas meja. "Agar aku bisa mengenal kamu lebih jauh,"


Namun, Ev tidak menanggapi ucapan dari Albert, yang ada kedua bola matanya menatap pada tangan Albert yang sedang memegang satu tangannya.


Dan dengan segera, Ev menyingkirkan tangan Albert, membuat Albert langsung menautkan keningnya, tidak percaya dengan reaksi Ev ketika ia memegang tangannya. Karena tadi, ia pikir Ev tidak akan menolak dengan apa yang di lakukan nya, mengingat lagi, yang ia tahu Ev menyukainya.


"Ev, ada apa?" tanya Albert lagi, dan ingin meraih tangan Ev, tapi keburu tangan tersebut diraih oleh seseorang.


Ev pun langsung menolah kesamping dimana Evan yang baru datang menghampirinya, meraih tangannya untuk menjauhkannya dari jangkauan Albert.


"Evan," ucap Ev.


Namun, tidak dihiraukan oleh Evan yang kini sedang menatap dengan tatapan tajam kearah Albert.


"Heh, murid baru tidak tahu diri. Jangan pernah kamu sentuh kekasih ku!" tegas Evan pada Albert.


Membuat Ev kini menarik tangannya yang masih di pegang oleh Ev.


"Kekasih, kekasih matamu! Kapan aku menjadi kekasih kamu," sahut Ev kesal.


"Ev, aku sudah mengirim pesan padamu, dan aku ingin balikan, kamu tidak akan menolak aku kan?"


"Tentu saja Ev akan menolak, untuk apa dia harus kembali pada barang bekas, asal kamu tahu, barang bekas itu masuknya ke tong sampah," jawab Albert, menjawab pertanyaan yang Evan tunjukkan pada Ev.


"Aku sedang tidak bicara denganmu!"


"Tapi setidaknya kamu harus sadar diri,"


"Kurang ajar kau!" kesal Evan yang kini mendekati Albert dan menarik kerah seragam yang di kenakannya.


Tentu saja Albert tidak tinggal diam, ia yang sudah beranjak dari duduknya, juga balik menarik kerah seragam yang Evan kenakan.

__ADS_1


"Dasar bekas!"


"Sialan!"


"Itu kenyataannya, dan menyingkirlah, biarkan Ev bersama denganku,"


"Tidak bisa, Ev hanya milikku!"


"Oh ya, aku yakin dia tidak akan kembali pada barang bekas seperti kamu, paham!"


Bugh!


Evan yang sudah di selimuti emosi karena terus di bilang bekas, langsung memukul perut Albert. Tentu saja Albert tidak terima, dan balik memukul perut Evan.


Ev yang melihat kejadian tersebut tidak peduli pada keduanya, dan asyik menjadi penonton, bersama para murid lainnya, dan ada beberapa murid yang melerai perkelahian keduanya.


"Ev, hentikan mereka, jangan sampai guru BP baru kita datang," ucap murid lainnya yang kini mendekati Ev. "Mereka berkelahi juga karena kamu, jangan sampai kamu juga ikut di panggil guru BP, buruan Ev,"


"BERHENTI!!!!!" teriak Ev dengan kencang, hingga beberapa murid menutup telinganya.


Albert dan juga Evan pun dengan pakaian acak acakan langsung menghentikan perkelahiannya.


"Kalian pikir aku mau dengan kalian berdua? Tidak. Seleraku bukan cowok yang suka mengirim vodio biru," sindir Ev pada Evan. "Dan juga bukan seorang playboy cap badak," dan Ev kini menyindir Albert. "Gih, kalian teruskan lagi adu jotos," ucap Ev yang langsung meninggalkan keduanya.


Membuat Albert dan juga Evan sekarang main sikut sikutan. "Ini semua gara-gara kamu," ucap Evan.


"Kamu bekas!"


"Sialan!"


"Guru BP menuju ke kantin!" teriak salah satu murid membuat Albert dan Evan yang ingin berkelahi lagi, mengurungkan niatnya, dan sama-sama pergi meninggalkan kantin.


*

__ADS_1


*


*


Hari ini Zain dan juga Hazel pergi ke pemakaman dimana orang terkasih mereka dimakamkan.


Dan hari ini keduanya datang sebagai pasangan suami istri yang saling mencintai, untuk menunjukkan pada pasangan terkasih mereka yang sudah lebih dulu pergi untuk selamanya, jika mereka sudah menemukan tambatan hati, tanpa melupakan pasangan mereka yang sudah meninggal dunia.


Setelah beberapa saat berada di pemakaman, Hazel dan juga Zain memutuskan untuk pulang, dan kini keduanya baru saja masuk ke dalam mobil, karena cuaca sungguh terik.


"Zel, kamu baik-baik saja?" tanya Zain, takut sang istri kepanasan.


"Oke Zain, hanya saja aku ingin minum,"


Zain pun langsung mengambil minum yang selalu tersedia di dalam mobilnya, dan memberikannya pada sang istri.


Setelah sang istri selesai minum, kini Zain yang minum dari tempat minum yang sama.


"Zain,"


"Hem,"


"Itu," ucap Hazel sambil menunjuk bibirnya, mengisyaratkan ada bekas air di samping bibir sang suami.


Zain kini tersenyum, lalu mendekat dan mencium bibir sang istri, karena ia pikir Hazel minta di cium.


"Sosor terus!" seru Ziu yang baru masuk ke dalam mobil, ketika melihat kedua bosnya di bangku penumpang sedang beradu bibir.


Tentu saja, Zain langsung melepas tautan bibirnya, padahal ia baru saja akan melummmat bibir sang istri, lalu menendang jok mobil dimana sang asisten duduk.


"Dasar asisten tidak tahu diri!"


Bersambung..................

__ADS_1


__ADS_2