HOT DUDA VS HOT JANDA

HOT DUDA VS HOT JANDA
Ekstra Part 4


__ADS_3

Ed dan juga En kini sudah berumur enam bulan, dan keduanya sangat menggemaskan di usianya, membuat siapa saja yang melihatnya serasa ingin mecubit pipi keduanya yang begitu chabi.


Tidak terkecuali dengan Ev dan juga Zi, yang sangat menyayangi kedua adik kembarnya tersebut.


"Man, Min, cepat habiskan susu kalian, setelah itu kakak akan mengajak kalian bermain, oke," ucap Zi yang sedang menjaga kedua adiknya di ruang tengah dimana Ed dan juga En sekarang berada.


"Man, Min, Man Min. Ed dan juga En, dasar!" kesal Ev yang baru menghampiri keduanya, dan kini langsung mengangkat Ed yang sudah menghabiskan susunya. "Nama adik kita sudah keren Zi, jangan macam-macam kamu,"


"Ah tidak keren, tetap keren di panggil Man Min, Ev,"


"Males bicara sama kamu, kesal Ev yang sudah menggendong Ed, lalu menghampiri sang mama dimana dia sedang berbincang dengan Ana sang sahabat di ruang tengah. "Tumben, tante Aca tidak ada?" tanya Ev yang tidak mendapati sahabat sang mama yang satunya.


"Ada, dia dan juga Ziu sedang berada di pinggir kolam renang," jawab Hazel, yang langsung mengulurkan kedua tangannya untuk menggendong Ed.


"Jangan, aku ingin bermain dengan Ed, Ma,"


"Oh baiklah, Ev,"


"Aku bawa ke kamar aku ya Ma," seperti biasa ketika sedang akhir pekan, Ev akan mengajak salah satu adiknya ke kamar.


"Boleh," sambung Hazel pada sang putri, dan ia masih belum percaya, dengan sikap Ev yang seenak sendiri, dan susah di beri tahu dan diatur, tapi kenyataannya dia sangat menyayangi adik adiknya, hingga akhir pekan biasanya dia tidak ada di rumah, sekarang selalu berada di rumah dan menjaga adiknya.


"Ev sangat menyayangi adiknya ya Zel," ucap Ana setelah kepergian Ev ke kamarnya.


"Iya An, dan aku merasa bersalah, dulu selalu memarahinya,"


"Lupakan yang dulu-dulu, yang penting sekarang kamu tidak galak lagi dengannya,"


"Benar, oh ya, jadi usia kandungan kamu sudah memasuki usia empat bulan?" tanya Hazel yang baru mendapat kabar gembira, jika Ana sang sahabat sedang hamil.


"Benar Zel,"

__ADS_1


"Kanapa kamu baru memberi tahu aku sekarang, An?"


"Ya maaf, dulu aku kira tidak hamil sungguhan, tapi aku sangat bersyukur, karena Tuhan percaya padaku, dan menitipkan bayi ini," jelas Ana sambil mengelus perutnya yang sedikit membuncit.


"Syukurlah," ucap Hazel yang sekarang ikut mengelus perut sang sahabat.


Kemudian menoleh pada Zi yang mendekat kearahnya sambil menggendong En.


"Ma,"


"Ada apa Zi?" tanya Hazel, lalu mengambil En dari gendong sang putri.


"Om Ziu dimana?"


"Di samping, kamu mau berangkat sekarang?" tanya Hazel, karena hari ini Zi akan pergi ke sekolah desainer.


"Iya Ma,"


"Oke Ma," Zi pun langsung menuju samping rumah untuk memanggil Ziu, tapi beberapa menit kemudian ia kembali lagi mendekati sang mama.


"Ma, di samping tidak ada Om Ziu," ujar Zi.


"Mungkin di kamarnya, kamu cari di kamarnya saja,"


"Oke Ma," Zi pun langsung menuju kamar yang selalu Ziu tempati.


"Ya ampun An," ucap Hazel sambil menepuk jidatnya.


"Apa Zel?"


"Jangan-Jangan di kamar, Ziu sedang bersama dengan Aca," jawab Hazel, karena asisten sang suami tadi ijin ke samping bersama sang sahabat.

__ADS_1


"Bisa jadi," Ana membenarkan ucapan Hazel.


"Jangan-Jangan mereka..."


"Sedang bermain Zel," sambung Ana untuk melengkapi ucapan Hazel.


"Ya Tuhan putriku, jangan sampai Zi melihat yang tidak-tidak," ucap Hazel yang kini beranjak dari duduknya, dan segera menyusul sang putri yang sedang menuju kamar Ziu. "Zi,"


"Mama! Papa!" teriak Zi yang baru saja membuka pintu kamar Ziu. "Uwek, uwek, uwek," seperti pertama kali melihat film purnomo di ponsel Ev, yang langsung muntah, sekarang kembali terjadi pada Zi, yang baru saja melihat Ziu dan juga Aca di dalam kamar sedang melakukan adegan panas.


"Zi ada apa?" tanya Hazel yang sudah mendekati sang putri.


"Aku ingin muntah Ma, liat om Ziu dan juga tante Aca tidak mengenakan pakaian, tuh," Zi yang masih berada di depan pintu menunjuk Ziu dan juga Aca di atas kasur. "Uwek, aku ingin muntah," Xi pun langsung berlari untuk memuntahkan isi perutnya.


Sedangkan itu, Hazel yang masih menggendong En, langsung menggelengkan kepalanya masuk ke kamar Ziu.


"Ya Tuhan, bisa bisanya kalian melakukan hal senonoh seperti ini,"


"Gatel Zel, tidak tahan," ujar Aca yang sudah menutupi tubuh polosnya dengan selimut, dan mengukir senyum, seolah-olah apa yang sedang ia lakukan adalah hal wajar.


"Sayang, ada apa?" tanya Zain yang baru masuk ke kamar Ziu, setelah tadi mendengar sang putri memanggil namanya.


"Lihat asisten kamu itu,"


"Ya ampun Ziu, apa yang kamu lakukan di rumahku!" teriak Zain setelah melihat asisten pribadinya, bertelanjang dada, dengan tubuh bawahnya di tutupi selimut.


"Pisangku perlu kehangatan Bos,"


"Kalian berdua harus menikah!" perintah Zain.


"Tidak,"

__ADS_1


"No," ujar Ziu dan juga Aca bergantian.


__ADS_2