HOT DUDA VS HOT JANDA

HOT DUDA VS HOT JANDA
Sayang


__ADS_3

Mr Joni membiarkan sejenak Ev memeluknya, dan saat ia ingin memeluk balik, anak didiknya tersebut segera melepaskan pelukannya, alhasil ia tidak bisa memeluk tubuh Ev, satu satunya siswi yang memiliki tingkah laku di luar nalar, dan satu satunya siswi yang membuat hidup Mr. Joni terasa berwarna ketika berdebat dengannya.


Meskipun Mr Joni paham betul, apa yang Ev lakukan adalah tidak sopan, tapi ia memaklumi, karena memang di usia remaja ingin tahu dengan hal-hal baru.


"Jangan bersedih Ev, tugas Mr di sekolah ini telah selesai," ucap Mr Joni ketika tidak melihat wajah Ev tidak seperti biasanya.


"Mr, pasti aku sangat merindukan Mr," ucap Ev dengan memasang wajah sedih.


Dan kali ini membuat Mr Joni menepuk pundaknya. "Tenang saja, kamu..."


"Tapi bohong," sahut Ev memotong perkataan Mr Joni, dan sekarang ia tertawa geli melihat wajah Mr Joni yang terkejut. "Uwek, untuk apa aku merindukan Mr Joni, itu tidak ada di kamus aku kali," ucap Ev, dan kini ia membantu memasukan barang-barang milik Mr Joni ke dalam box besar. "Lebih baik Mr Jo, cepat keluar dari sini, dan ya. Asal Mr Jo tahu, aku sangat senang Mr, keluar dari sekolah ini, yang itu artinya, tidak ada guru yang menyebalkan seperti Mr Jo," jujur Ev, yang begitu bahagia mendapati kenyataan tersebut.


"Kamu jangan senang dulu Ev, meskipun Mr tidak menjadi guru di sekolah ini lagi, tapi Mr akan terus mengawasi kamu," ingat perkataan Mr,"


"Dan aku tidak peduli, selamat tinggal Mr Jo sayang, bay bay," ucap Ev sambil mengukir senyum lalu melambaikan tangannya ke arah Mr Joni.


Membuat Mr Joni langsung mengelengkan kepalanya, sambil menatap pada anak didiknya tersebut yang sudah pergi jauh meninggalkannya.

__ADS_1


*


*


*


Zain terdiam sejenak saat pembaca acara, sebuah realiti show yang diadakan oleh stasiun televisi swasta, dan juga ditayangkan secara langsung menanyakan kenapa ia belum menikah, mengingat lagi pernikahannya dan juga Hazel masih ia rahasiakan dari publik.


"Zain, kenapa tidak di jawab?" tanya pembawa acara tersebut, ketika Zain tidak menjawab pertanyaan yang tadi di tanyakan.


"Baiklah, aku akan mengulangi pertanyaannya, banyak nitizen yang menanyakan kapan kamu menikah lagi, silakan jawab pertanyaan nitizen,"


"Baiklah, aku akan menjawab," ucap Zain dan langsung tersenyum lalu menatap pada kamera yang sedang on. "Baiklah, ini saatnya aku mengatakan yang sejujurnya, kepada kalian semua. Dan maaf, jika baru sekarang aku mengatakannya, sebenarnya aku sudah menikah, dan istiku sekarang sedang hamil, dimana usia kandungannya, sudah menginjak dua bulan,"


Ziu yang berada di belakang kamera tersenyum senang mendapati sang bos sudah mengatakan sejujurnya.


Sedangkan para kru yang bertugas, bintang tamu lainnya, dan juga pembawa acara begitu terkejut dengan pengakuan Zain.

__ADS_1


"Sangat mengejutkan," ucap pembawa acara tersebut. "Boleh beri tahu para Nitizen, wanita mana yang beruntung mencuri hati kamu?" tanya pembawa acara tersebut, tidak ingin melewatkan informasi yang pasti akan menjadi tranding topik.


Namun, Zain tidak ingin lagi menjawab pertanyaan dari pembawa acara tersebut. Tidak ingin mengatakan siapa istrinya, karena ia belum meminta izin pada Hazel, untuk hal tersebut, takut sang istri marah, jika menyebut namanya. Apalagi Hazel bukanlah orang biasa, yang memiliki privasi.


*


*


*


Sedangkan di tempat lain, Hazel yang menyaksikan acara langsung sang suami, tersenyum senang mendengar pengakuan yang baru saja Zain katakan, meskipun sang suami tidak menyebut namanya.


Tapi itu sudah membuat dirinya merasa di hargai oleh Zain. Dan kini ia mengelus perutnya yang masih rata.


"Dia papa kamu sayang," ucap Hazel, penuh dengan kebahagiaan. Dan ia langsung mengambil ponselnya diatas tempat tidur, saat ponselnya berdering, dan ia kembali tersenyum ketika melihat nama Zain lah yang tertera di layar ponselnya, dan dengan segera Hazel mengangkat telepon dari sang suami. "Iya sayang," ucap Hazel yang langsung membekap mulutnya, karena sudah mengatakan apa yang seharusnya tidak ia katakan.


Bersambung...................

__ADS_1


__ADS_2