
Guys aku kembali, dengan kisah Vano. Tapi tenang saja, papa Zain dan juga mama Hazel juga akan ada didalamnya.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan selalu like dan juga komen, oke? Oke lah sama tidak!
Pokoknya selamat membaca!
Sabita atau biasa di panggil Bita, gadis cantik berusia dua puluh lima tahun dan berprofesi sebagai perawat di sebuah rumah sakit, tapi itu dulu sebelum kecerobohan yang sering ia lakukan, hingga beberapa pasien mengeluh akan kinerjanya.
Dan akhirnya pihak rumah sakit memecat Bita, membuat gadis tersebut yang tinggal di pemukiman padat penduduk bersama dengan kakek dan juga neneknya.
Terpaksa menjadi perawat wanita tua yang mengalami sakit sakitan, dengan jam kerja lebih dari dua belas jam, kadang juga bekerja hingga dua puluh empat jam. Saat wanita tua tersebut melarang Bita untuk pulang. Mengingat lagi, Bita menjadi perawat bagi wanita tua tersebut hanya dari jam tujuh pagi hingga jam tujuh malam.
Seperti malam ini, Bita mengiyakan keinginan wanita tua yang bernama ibu Vivi, untuk menemaninya.
Tentu saja Bita tidak menolak, merasa kasihan dengan ibu Vivi yang sudah satu minggu di tinggal oleh putranya ke luar kota.
"Bita," panggil ibu Vivi.
Membuat Bita yang sedang merapikan tempat tidur di kamar ibu Vivi, karena jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, dan itu artinya ibu Vivi harus segera tidur.
Membuat Bita menoleh pada ibu Vivi yang masih duduk diatas kursi roda, setelah memanggil namanya. "Iya, Bu. Ada yang bisa aku bantu?"
__ADS_1
"Benar ya, kamu tidur disini?"
"Tentu dong, apa sih yang tidak untuk ibu Vivi yang cantik ini," jawab Bita tak lupa mengukir senyum. Lalu mendekati dimana Ibu Vivi berada, kemudian mendorong kursi roda yang didudukinya mendekati tempat tidur. "Dan sekarang waktunya untuk Ibu tidur, tenang saja aku akan membacakan buku cerita untuk ibu," ucapnya.
Karena selama merawat ibu Vivi lebih dari tiga bulan, Bita memperlakukannya seperti anak kecil.
Karena Bita percaya, orang yang sudah tua, pasti fisik dan juga perilakunya kembali lagi seperti anak kecil.
Dan benar saja, ibu Vivi sangat nyaman bersama dengan Bita, meskipun kelakuannya sangat ubsurd.
Padahal sebelum Bita nenjadi perawatnya, hampir setiap minggu ibu Vivi meminta ganti perawat.
Namun, sinetron kesukaannya baru setengah perjalanan. Kedua asisten rumah tangga ibu Vivi ijin untuk ke kamar dulu.
Membuat Bita hanya seorang diri menonton sinetron kesukannya di ruangan yang biasa untuk berkumpul para pekerja di rumah tersebut.
Namun, keseruan Bita menonton sinetron yang membuatnya marah-marah ketika menontonnya, karena semua pemerannya di luar nurul, tapi jika tidak ditonton membuat penasaran. Terpaksa Bita tinggalkan, dan ia pun langsung menuju pintu rumah mewah tersebut, ketika mendengar bel pintu rumah tersebut ditekan dari luar.
"Siapa yang datang malam-malam? Apa mungkin kerabat ibu Vivi?" tanya Bita, karena memang kerabat ibu Vivi sering datang untuk mengunjunginya, dan memang biasanya malam-malam.
Namun, ketika sudah membuka pintu rumah tersebut. Bukan kerabat ibu Vivi yang datang, melainkan putra ibu Vivi yang bernama Stevano atau biasanya di panggil Vano, yang berprofesi sebagai model dan juga aktor.
__ADS_1
"Oh, bujang lapuk tapi tidak bujang lagi, yang datang," kata Bita pelan, yang tahu umur Vano tidak muda lagi, dan Bita juga tahu, Vano adalah seorang player, dari infotaimen yang sering memberitakannya.
Tentu saja Vano mendengar apa yang Bita katakan, dan menatap pada perawat sang ibu yang sangat menyebalkan untuknya, tapi ia heran sang ibu begitu menyukai gadis yang menurun Vano sangat oon dan juga ceroboh.
"Kenapa kamu belum pulang?" tanya Vano karena biasanya Bita sudah pulang jam tujuh malam.
"Ibu menyuruh aku untuk tetap tinggal,"
"Bagus, sekarang buatan aku pasta!"
"Enak saja nyuruh-nyuruh. Siapa kamu,"
Mendengar apa yang Bita katakan membuat Vano langsung menghentikan langkahnya, lalu membalik tubuhnya untuk menatap pada Bita.
"Kamu masih bertanya aku siapa? Hah?! Aku majikan kamu, paham!"
"Masa bodo aku tidak mau tahu, tugas aku disini hanya mengurus ibu Vivi, selain itu no Way!" sahut Bita yang langsung pergi meninggalkan Vano.
"BITA!!!!!!!!!"
Bersambung...........
__ADS_1