
...~𝙷𝙰𝙿𝙿𝚈 𝚁𝙴𝙰𝙳𝙸𝙽𝙶~...
“He'em... aku kembali dulu, Clara dan Deshita!” ucap dokter Ria lalu meninggalkan ketiga orang tersebut.
“Selalu saja kamu kabur!” batin Christine alias Sya.
Christine alias Sya meninggalkan mereka dan menuju ke kamar mandi untuk buang air kecil.
Clara dan Deshita kesal dengan Christine. Mereka berdua pergi mencari sahabat mereka, Ria.
Mereka berdua berkeliling untuk mencari sahabat mereka, Ria.
Beberapa menit kemudian.
Akhirnya setelah beberapa menit, mereka berdua menemukan Ria sahabat mereka yg berada di ruangan Ria.
Clara dan juga Deshita bergegas menghampiri Ria yg berada di ruangan Ria.
“Clara? Shita? Kalian berdua ngapain di sini?” tanya Ria kepada kedua sahabatnya.
“Nyariin kamu, Ri. Kirain tadi udah pulang, untung kami berdua masih setia nyariin kamu. Iya, 'kan Shita?” ujar Clara.
“Iya, betul itu.” sahut Deshita.
“Ooh...”
“Terus, rencana selanjutnya apa?” tanya Deshita kepada kedua sahabatnya.
“Rencana lagi?” Wajah Clara mendadak menjadi lesu.
“Iya, Clara. Emangnya kenapa? Kok wajah kamu lesu banget? Gak kayak biasanya.” tanya Deshita kepada Clara.
“Gapapa. Aku cuma takut aja sama ucapan Christine itu,” jawab Clara.
“Yaelah.. paling cuma nakut-nakutin doang,” ujar Deshita.
“Sudahlah.. buat rencananya lain kali aja,” ucap Clara lalu langsung pergi dari ruangan Ria tanpa menunggu jawaban dari Deshita dan juga Ria.
“Ria.. menurut kamu, Clara kenapa sih?” tanya Deshita kepada Ria.
“Entahlah.. Aku juga tidak tahu. Aku mau memeriksa pasien aku dulu, kalau gak nanti kena marah sama dokter Rosetta,” jawab Ria.
“Pasien kamu ada berapa?” tanya Deshita kepada Ria.
“Lumayan banyak sih. Tapi cuma periksa kesehatan mereka aja,” jawab Ria.
“Sampai kapan kamu mau pura-pura gitu?” tanya Deshita kepada Ria.
“Entahlah,” jawab Ria.
“Kira-kira kamu periksa pasien kamu berapa lama?” tanya Deshita lagi kepada Ria.
“Cukup lama,” jawab Ria.
“Yaudah.. aku nyusul Clara aja deh ya?”
“Iya. Aku juga takutnya kamu bosen nanti di sini sembari menunggu aku,” sahut Ria.
__ADS_1
Deshita pun lebih memilih menyusul sahabatnya, Clara.
Ria memilih melanjutkan pekerjaannya daripada kena amukan dokter Rosetta nantinya.
⚘⚘⚘
Dua hari pun akhirnya berlalu.
Di rumah sakit melati.
Di ruangan Eca.
“Eca? Eca!” ucap Christine panik ketika sahabatnya semakin kritis. Padahal saat itu kesehatan sahabatnya baik-baik saja, lalu mengapa sekarang tiba-tiba menjadi kritis?
Christine alias Sya segera mengecek cairan infus sahabatnya Eca Novella.
Dan berapa terkejutnya ketika mengetahui jika cairan infus tersebut telah diracuni.
Dengan segera, Christine mengganti cairan infus sahabatnya. Namun, racun tetap masih ada ditubuhnya, karena Christine baru mengganti cairannya.
Christine pun dengan segera mengambil obat yang kemarin ia berikan kepada Eca melalui cairan infus Eca.
Namun, baru saja ia ingin mengambil obat tersebut, Christine baru menyadari jika obat tersebut ia titipkan kepada dokter Rosetta.
“Astaga... mengapa aku melupakan hal tersebut?” gumam Christine dalam hati.
Christine pun mondar-mandir di ruangan sahabatnya sambil berpikir. Apa yang harus ia lakukan?
Beberapa menit kemudian.
Christine pun menghubungi dokter Rosetta. Ia meminta dokter Rosetta untuk mengambil obat yang saat itu ia titipkan kepada dokter Rosetta di ruangan dokter Rosetta.
Untung saja dokter Rosetta adalah seorang dokter. Jadi, dokter Rosetta lumayan paham soal obat-obatan.
Dan dokter Rosetta masih ingat dengan tempat di mana dokter Rosetta saat itu menyimpannya.
Setelah menghubungi dokter Rosetta dan sambungan telepon juga sudah berakhir, Christine alias Sya pun kembali memeriksa Eca sahabatnya.
Tidak membutuhkan waktu lama, dokter Rosetta pun datang dengan membawa obat tersebut dan langsung memberikannya kepada Christine.
Christine pun langsung mengambil tindakan. Ia langsung mencampurkan obat tersebut ke dalam cairan infus sahabatnya.
Beberapa menit pun berlalu.
Dokter Rosetta dan juga Christine tegang menunggu hasilnya.
Dan mereka berdua sedang beruntung. Karena Eca sahabat Christine alias Sya sudah kembali normal.
Hanya saja Eca masih harus dirawat di rumah sakit selama dua minggu untuk pengawasan kesehatan nya.
Padahal sebelumnya hanya satu minggu, namun sekarang diganti menjadi dua minggu dan bahkan itu lebih lama dibandingkan sebelumnya.
Akhirnya, dokter Rosetta dan Sya bisa bernafas dengan lega.
Sekarang hanya tinggal menunggu Eca sadar.
Sembari menunggu Eca sadar, Christine alias Sya mencari tahu siapa yang telah meracuni sahabatnya.
__ADS_1
Dengan mengandalkan laptop kesayangannya.
⚘⚘⚘
Sementara di tempat lain.
“Ria, jangan sampai ini ketahuan ya.” ujar Deshita.
“Iya, Shita.” sahut Ria sambil bermain game di laptop kesayangannya itu.
“Hapus semua buktinya. Dan rekaman CCTV di ruangan nya itu juga di hapus.”
“Iya, Shita. Nanti deh, aku mau main game dulu. Kamu mau ikutan?” tanya Dokter Ria kepada Deshita sahabatnya.
“Boleh tuh. Main game apaan?” jawab Deshita dengan antusias.
“Ini main game ini, lhoo.” ucap Dokter Ria sambil menunjukkan aplikasi game di laptop kesayangannya kepada sahabatnya, Deshita.
“Wah.. dari caption game nya aja udah menarik banget!” seru Deshita.
“Iyaa..” sahut Dokter Ria sembari bermain game di laptop kesayangannya.
“Download nya di mana??” tanya Deshita kepada dokter Ria sembari melihat Dokter Ria bermain game nya di laptop kesayangannya.
“Tidak perlu di donwload. Aku aja mainnya di website nya aja.” jawab dokter Ria.
“Emang bisa?”
“Bisa, dong. Buruan atuh, kita mabar nanti.” sahut Dokter Ria.
“Sip!” Dengan segera, Deshita pun langsung bermain game yang dimainkan Dokter Ria di website. Dan pastinya Deshita mengikuti panduan dari sahabatnya. Jika tidak, Deshita tidak akan tahu bagaimana cara bermain game ini di website.
Deshita dan juga dokter Ria pun asik bermain game nya. Tanpa disadari mereka berdua, seseorang melihat mereka berdua dengan marah.
“RIA!!” bentak seseorang kepada Dokter Ria. Orang tersebut adalah orang yang sedari tadi melihat Dokter Ria dan Deshita bermain game.
Dokter Ria dan Deshita yang tengah bermain game di laptop mereka pun langsung terkejut dengan suara orang tersebut. Seketika game yang mereka mainkan pun dihentikan sejenak oleh mereka berdua.
“KAU!!” bentak Deshita dan juga dokter Ria dalam hati. Mereka berdua tidak berani membentak orang tersebut secara langsung.
“Ria, apa yang kamu lakukan bersama sahabat kamu??” tanya orang tersebut kepada dokter Ria dan juga Deshita sahabat dokter Ria.
“Kenapa dia tiba-tiba berada di sini?” tanya Deshita dan juga dokter Ria dalam hati.
...𝚃𝙾 𝙱𝙴 𝙲𝙾𝙽𝚃𝙸𝙽𝚄𝙴𝙳......
Huftt.. maaf baru bisa up sekarang.
Author usahakan up double untuk hari ini yaa!!
Ditunggu ya kakak semua!!
Jangan lupa dukungannya yaa.. Author usahakan tidak sampai malam.
Ditunggu aja ya kakak semua, ok??
Thank's All. 🙏🏻💞
__ADS_1