
Happy Reading...
“Hah! Benarkah? Baiklah. Maaf, Tuan, saya permisi dulu, maaf saya tidak bisa menerima tawaran Tuan tadi.“ pamit Eca lalu bergegas pergi.
Devan pun langsung menyusul gadis-nya. Eh, gadis-nya? Devan saja belum membuat Eca menjadi pasangannya.
Pria tersebut tampak kecewa karena tidak berhasil mengajak gadis tersebut untuk berdansa bersamanya. Pria tersebut akhirnya memilih pergi bersama teman-temannya.
...☘️☘️☘️...
Eca langsung menghampiri Dokter Rosetta yang kebetulan sedang bercengkrama bersama teman-temannya.
“Dokter Rosetta!” panggil Eca dengan nada yang sedikit ditinggikan. Berharap Dokter Rosetta mendengar suaranya barusan.
Harapan Eca terwujud. Dokter Rosetta langsung menoleh ke sumber suara. Mengetahui apabila yang memanggilnya barusan adalah Eca sahabat Diva, ia pun langsung pamit dengan teman-temannya.
“Teman-teman, aku permisi dulu ya. Ada keperluan.“ pamit Dokter Rosetta dengan sopan. Tentunya dengan senyuman manis di wajahnya.
__ADS_1
“Iya, silakan.“ jawab teman-temannya.
Dokter Rosetta langsung bergegas pergi ke tempat sepi bersama Eca.
“Ada apa?“ tanyanya langsung. Penasaran, apa yang ingin dikatakan gadis tersebut.
“Tuan Devan mengatakan jika Dokter memanggil saya. Apa benar, Dok?“ ucap Eca.
Dokter Rosetta langsung terkejut. Sejak kapan dirinya meminta Devan asisten suami Diva untuk memanggil Eca? Namun, mengingat soal kejadian dimana Devan seolah menatap Eca dengan tatapan cinta, membuat Dokter Rosetta langsung tertawa terbahak-bahak.
Melihat Dokter Rosetta yang justru tertawa, membuat Eca terheran-heran. Ada apa dengan Dokter Rosetta? Mengapa beliau justru tertawa bahkan hingga terbahak-bahak? Apalah ada yang salah?
“Tidak, tidak ada.” jawab Dokter Rosetta menghentikan tawanya.
“Oh ya, apa kamu melihat Nona Diva?“ tanya Dokter Rosetta mengalihkan topik pembicaraan mereka. Takutnya jika mengatakan kepada Eca mengenai bahwa sesungguhnya Devan sama sekali tidak diminta oleh Dokter Rosetta untuk memanggil Eca, Eca justru malah sakit hati ataupun tersinggung dengan ucapannya.
“Diva? Diva bukannya tadi berada di sana ya?“ jawab Eca sembari mengalihkan pandangannya ke tempat tadi. Tempat yang menjadi saksi saat Calvin dan Diva mengucapkan janji suci, dan bahkan saling berciuman. Namun, anehnya, sepasang suami istri yang masih baru itu justru malah menghilang.
__ADS_1
“Apa jangan-jangan, mereka sudah ingin melakukan malam pengantin? Eh, bukannya sekarang masih siang ya? Mengapa mereka ingin melakukannya sekarang?“ Dokter Rosetta tentu mereka sangat heran.
Eca semakin bingung, ditambah lagi dengan pertanyaan yang baru saja dilontarkan oleh Dokter Rosetta.
“Ayo kita cari mereka!“ ajak Dokter Rosetta.
“Iya, Dok!“ jawab Eca.
“Oh ya, kalau lagi di luar rumah sakit, jangan panggil ‘Dokter’! Panggil aja ‘Bu’ atau ’Tante’ gitu!“ pinta Dokter Rosetta.
“Baiklah, Tan! Aku panggil Tante saja!“ jawab Eca yang ditanggapi oleh Dokter Rosetta dengan senyuman.
“Baiklah, itu juga tidak masalah. Ayo!“ sahut Dokter Rosetta lalu mulai mencari Diva dan Calvin di seluruh ruangan yang ada di lokasi acara pernikahan Diva dan Calvin. Tentu tidak akan mudah untuk menemukan kedua orang itu di tempat seperti ini, pastinya membutuhkan waktu yang sangat banyak.
Apalagi acara pernikahan ini, mengundang begitu banyak orang. Para hadirin yang hadir kira-kira bisa berjumlah ratusan ribu.
Di undangan acara pernikahan, tertulis nama Diva & Calvin.
__ADS_1
Tiba-tiba saja, Dokter Rosetta dan Eca menemukan sepasang suami istri yang sedang bermesraan di tempat umum.
To be continued...