Identitas Diva Yang Tersembunyi

Identitas Diva Yang Tersembunyi
DIVA | 46 : HAMIL


__ADS_3

Happy Reading...


Calvin berusaha mencari tahu kebenarannya. Namun, hal tersebut sia-sia karena semua akses tentang Diva maupun Christine terkunci rapat.


Calvin berusaha membukanya, namun hasilnya tetap sama. Usahanya sia-sia. Namun, hal tersebut bukan berarti Calvin menyerah begitu saja. Calvin kembali mencobanya.


Hasilnya tetap sama seperti tadi. Usahanya terbuang sia-sia begitu saja. Calvin menyerah dan memilih menunggu waktunya, di mana semuanya akan terbongkar dengan sendirinya.


...☘️☘️☘️...


Di sebuah bangunan hotel yang mewah. Terlihat seorang wanita berada di dalam toilet sembari memegang sebuah benda dengan tangan gemetar.


“Tidak! Tidak mungkin aku hamil!“ pekiknya histeris.


“Pasti ada yang salah dengan testpack ini! Aku harus mencoba testpack lain, barangkali testpack yang aku pegang ini sudah kadaluwarsa!“ ucapnya. Ia mengambil testpack lainnya dan kembali mencobanya.


Namun, setelah mencobanya, hasilnya tetap sama.


“Ahhh!! Apa aku beneran hamil?? Bukankah selama ini, aku menggunakan alat kont ra sep si setiap melakukan itu!“ pekik wanita tersebut.


“Aku harus periksa ke dokter! Ya, ke dokter! Mungkin hasil dari testpack hanyalah kesalahan!“ ucap wanita tersebut.


Wanita tersebut bersiap-siap, lalu segera pergi ke Rumah Sakit milik mendiang Mama Sya. Ia mendaftarkan namanya kepada Resepsionis dan mengambil nomor antriannya. Ia mendapatkan nomor lima belas. Satu per satu orang akan dipanggil.


Wanita ini melihat begitu banyak orang yang mendaftarkan diri kepada Resepsionis. Ia melihat ada yang membawa suaminya dengan perut yang sudah terlihat buncit, wanita ini menduga apabila kandungan ibu tersebut sudah sekitar empat bulan ke atas.


Ia menunggu nomor antriannya disebut oleh seorang Suster. Ia duduk di kursi yang telah disediakan. Beberapa orang ada yang tidak mendapatkan kursi duduk. Namun, begitu ada orang yang dipanggil, orang-orang mulai merebut kursi kosong.


Beberapa saat kemudian...


“Nomor antrian lima belas! Silakan masuk!“ ucap Suster yang ditugaskan.


Mendengar nomor antriannya dipanggil, wanita ini segera masuk ke ruangan. Ruangan sudah ada seorang Dokter bersama Suster. Ruangan ini dilengkapi dengan peralatan yang canggih. Wanita ini menatap kagum dengan ruangan ini. Selain itu, ruangan ini memiliki pendingin ruangan yaitu AC. Suhu ruangan ini begitu dingin hingga menusuk tulang, “Pantesan saja, mengapa orang-orang begitu lama dalam ruangan ini! Ternyata karena dingin!“

__ADS_1


“Selamat pagi, Bu. Ada keluhan apa?“ tanya Dokter.


“Selamat pagi, Dok! Tolong jangan panggil saya dengan sebutan Ibu! Saya masih muda, Dok, hehe!“ celetuk wanita ini.


“Iya juga ya. Ya sudah, saya panggil, Mbak saja ya?“ ucap Dokter yang ditanggapin oleh wanita tersebut dengan anggukkan kepala.


“Ada keluhan apa, Mbak? Terlambat menstruasi?“ tanya Dokter.


“Iya, Dok! Dari bulan lalu, saya belum mendapatkan tamu bulanan saya! Di bulan ini, saya juga mendapatkan hasil yang sama.“ jelas wanita tersebut.


“Apakah Mbak melakukan hubungan ****? Seperti hubungan badan sepasang suami istri?“


“Jika iya, maka kemungkinan besar, Mbak hamil!“ tambah Dokter.


“Hamil?“ batin wanita tersebut.


Wanita tersebut terdiam. Ia tampak ragu untuk menjawab pertanyaan sang Dokter. Dokter yang menyadari apabila pertanyaannya cukup menyangkut privasi pun menjawab, “Kami sebagai seorang Dokter tidak akan membocorkan apa yang akan dikatakan pasien. Kami bertanya itu wajar, karena jika kami tidak bertanya, lalu apa pekerjaan kami sebagai seorang Dokter?“


“Tidak masalah, apa Mbak bisa jelaskan?“ jawab Dokter dengan ramah.


Wanita tersebut mulai menjelaskan bahwa dirinya pernah melakukan hubungan badan sepasang suami istri. Ia melakukan hal tersebut dengan paksaan dari sahabatnya. Dokter yang mendengarnya prihatin dengan kondisi wanita ini. “Yang sabar ya, Mbak!“


“Tapi saya melakukan itu dengan menggunakan alat kont ra sep si, Dok! Apa kemungkinan besar akan hamil??“ tanya wanita tersebut dengan perasaan takut.


“Alat tidak bisa menjamin, Mbak! Hanya bisa mencegah. Apabila sudah diperbuat, tidak bisa dikembalikan. Tidak bisa menyalahkan alatnya juga! Karena kalau keseringan berhubungan, itu bisa memicu tumbuhnya janin di rahim Mbak!“ jelas Dokter dengan hati-hati.


Wanita tersebut berkeringat dingin mendengar penjelasan dari dokter. Padahal di ruangan ini, suhu nya cukup dingin. Dari awal masuk, ia merasakan dingin yang luar biasa, namun tidak sekarang, suhu dingin tadi seolah menjadi suhu panas matahari. Matahari seolah berada di ruangan ini.


“Mungkin biar bisa memastikan apa Mbak hamil apa tidak, kita bisa membantu Mbak untuk cek rahim Mbak!“ ucap Dokter.


“Bagaimana, Mbak?“ tambahnya.


“Baiklah, Dok! Saya akan memilih untuk dicek rahim saya! Daripada bingung sendiri!“ jawab wanita tersebut dengan lantang tanpa rasa ragu di hatinya.

__ADS_1


“Baik!“ Dokter tersebut mulai meminta wanita ini berbaring. Dokter mulai mengoleskan gel di bagian perut wanita ini. Selanjutnya, Dokter menempelkan transduser dan memutar benda tersebut di perut wanita ini. Durasinya hanya memerlukan beberapa menit saja.


“Apa Mbak lihat seperti biji di monitor sana?“ tanya Dokter.


“Lihat, Dok! Itu benda apaan ya?“ ujar wanita ini.


“Itu adalah janin yang ada dalam kandungan, Mbak. Usia kandungan Mbak sudah dua bulan. Apa Mbak merasakan gejala ibu hamil di trimester kali ini??” tanya Dokter yang ditanggapi oleh wanita tersebut dengan gelengan kepala.


“Berarti tidak ada masalah ya, Mbak.“ ucap Dokter.


“Baiklah, apa ada pertanyaan?“ tanya Dokter.


“Em … Tidak, Dok!“ jawab wanita tersebut.


“Baik, ini resep vitaminnya. Diminum ya, Mbak!“ ucap Dokter.


“Iya, Dok! Terima kasih!“ jawab wanita tersebut.


Wanita tersebut keluar dari ruangan Dokter tersebut dan pergi mengambil vitamin sesuai dengan resepnya. Lalu, ia membayarnya. Setelah selesai, ia kembali ke Hotel.


“Aku hamil!“ pekik wanita tersebut pada saat sampai di kamar Hotelnya.


“Tapi … Siapakah ayah bayiku? Bagaimana caraku menyembunyikannya? Perutku akan besar setelah beberapa bulan kemudian! Aku tidak tega mengaborsi anak ini, anak ini tidak punya kesalahan. Haruskah aku meminta saran pada kedua sahabatku? Ahh … Tapi, apa saran yang akan mereka berikan? Aborsi?“ ucap wanita tersebut frustasi.


Ditengah saat ia frustasi, seseorang memencet bel kamar Hotelnya. Wanita tersebut terkejut. Ia mencoba mengintip orang tersebut melalui kaca kecil di pintu. Wajahnya tidak begitu asing..


Ingin memastikan siapa orang yang ingin bertemu dengannya sehingga memencet bel di kamar Hotelnya, wanita tersebut membuka pintu kamarnya secara perlahan. Mata mereka berdua saling bertemu..


To be continued...


Siapakah wanita tersebut? Apakah ada hubungannya dengan tiga sejoli? Siapa ayah dari anak yang dikandungnya? Apa wanita tersebut merupakan salah satu dari tiga sejoli?


Beragam macam pertanyaan akan muncul di benak kakak semua. Semua pertanyaan ini akan terbongkar pada saatnya, yaitu di bab selanjutnya. Jangan lupa dukungan nya yaaa.. Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2