
...~π·π°πΏπΏπ ππ΄π°π³πΈπ½πΆ~...
Sya merasakan ada yang tidak beres di kantor polisi. Sya mulai mencari tahu apa yang terjadi di kantor polisi saat ini.
Hingga pada akhirnya, Sya menemukan hasilnya. Semua Polisi di kantor Polisi di ancam seseorang dan disogok dengan uang milyaran. Itu baru hasil yang Sya dapatkan, belum semuanya sudah Sya dapatkan.
Sya kembali mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya di Kantor Polisi. Beberapa saat kemudian, Sya menemukan semua bukti yang ia dapatkan. Ternyata orang yang mengancam Polisi tersebut adalah orang yang sangat sangat Sya kenali. Orang tersebut adalah Clara, Deshita, dan juga Ria. Mereka bertiga kembali berulah.
Sya sebenarnya sudah menduganya dari awal. Karena musuhnya dari awal hanyalah tiga orang tersebut saja. Jika ada orang lain tambahan maka pasti berhubungan dengan tiga sejoli ini. Sya sendiri tidak tahu mengapa ketiga orang tersebut yang ia juluki sebagai tiga sejoli terus menganggu hidupnya dan juga hidup sahabatnya.
Sya pun memilih untuk pergi ke Kantor Polisi sekarang juga untuk memastikan bahwa hasil yang ia dapatkan dan dugaannya adalah benar. Sya kembali meminta Dokter Rosetta untuk menjaga Eca. Lagi-lagi Sya harus melakukan hal tersebut. Jika bukan meminta para Dokter Rosetta, lalu ia harus minta pada siapa?
Anak buah mafia Papanya? Sya sendiri masih kurang paham mengenai mafia dan mafia tersebut. Sya juga takut apabila ada yang diam-diam mengkhianati dalam grup mafia Papanya.
__ADS_1
Sya sendiri juga masih belum mengetahui tujuan Papanya membangun grup mafia hingga saat ini. Bagi Sya, itu hal tersulit.
Sya langsung bergegas mengambil tasnya dan berangkat ke Kantor Polisi. Beruntung, Sya mengetahui alamatnya.
Beberapa menit kemudian, di perjalanan, lampu lalu lintas berwarna merah yang artinya harus berhenti. Sya pun menghentikan mobilnya. Sebenarnya, bisa saja Sya langsung menerobos, tetapi Sya tidak ingin membuat ulah. Nanti masalah semakin besar.
Urusan akan panjang nantinya. Sya tidak mau itu terjadi. Urusan Perusahaan saja sudah membuatnya lelah, apalagi tentang Peraturan lalu lintas ini.
Setelah beberapa menit, lampu lalu lintas yang awalnya berwarna merah pun menjadi warna kuning atau jingga. Itu bertanda, kita mempersiapkan.
Di perjalanan, tiba-tiba saja jalanan yang tadinya sepi mendadak jadi ramai. Semua orang mulai menabrak mobil orang dengan kasar saking tidak sabarnya. Bahkan ada yang menabrak mobil hingga rusak parah. Sya bingung dengan kejadian tiba-tiba seperti ini.
Sya mulai menduga-duga jika masalah ini dibuat oleh tiga sejoli tersebut. Tidak bisakah tiga sejoli tersebut dilenyapkan saja?
__ADS_1
Tiba-tiba ada suara keras.
BRAK!
Sya terkejut dengan suara keras itu. Saking terkejutnya, Sya memegang dadanya. Jantungnya berdetak sangat kencang karena terkejut.
Sya menoleh ke belakang. Beruntung bukan mobilnya yang ditabrak. Melainkan mobil sebelahnya yang ditabrak orang-orang.
βSyukurlah, mobilku masih aman,β gumam Sya.
Sya mendengar keributan orang-orang.
βPasti ulah tiga sejoli itu lagi! Aku heran, mengapa mobil di sekelilingku semua berwarna hitam? Bukankah tadi ada yang berwarna putih, abu-abu, biru, merah, kuning dan bahkan hijau! Kadang hal tersebut membuatku bingung, sebenarnya ini warna mobil atau warna pelangi? Tapi ya sudahlah, aku harus lihat nomor plat mobil yang ada di sini! Entah mengapa aku merasa sepertinya tidak ada nomor plat mobil sama sekali!β gumam Sya.
__ADS_1
Sya mulai mengecek. Ia mengecek melalui jendelanya. Jendelanya tidak ia buka. Sya melihat depan mobil sebelahnya.
...ππΎ π±π΄ π²πΎπ½ππΈπ½ππ΄π³......