Identitas Diva Yang Tersembunyi

Identitas Diva Yang Tersembunyi
DIVA | 7 : CHECK-UP KESEHATAN


__ADS_3

...~𝙷𝙰𝙿𝙿𝚈 𝚁𝙴𝙰𝙳𝙸𝙽𝙶 ~...


Orang tersebut ialah orang yang Deshita kagumi diam-diam.


“Tuan Calvin?” ucap Deshita terkejut tanpa sadar suaranya meninggi membuat Dokter Rosetta dan juga Sya yg sedang berpelukan terkejut dan melepaskan pelukan mereka.


“Calvin?” ucap dokter Rosetta terkejut.


“Nona Deshita? Tuan Calvin?” ucap Sya.


“Apa yang kalian berdua lakukan?” tanya Calvin sambil menatap tajam kepada Sya dan juga dokter Rosetta.


“Tidak ada!” elak Sya.


“Tidak ada.” jawab dokter Rosetta.


“Aku tidak yakin dengan jawaban kalian!” ucap Calvin.


“Dokter Rosetta. Ayo kita ke ruangan sahabat saya.” ajak Sya kepada dokter Rosetta tanpa mempedulikan ucapan Calvin.


“Ya!” sahut dokter Rosetta.


“Heh! Kalian! Saya datang kemari untuk memeriksa diri saya, apa kalian sebagai seorang dokter langsung kabur begitu saja tanpa mempedulikan pasiennya?” ucap Calvin kesal.


Calvin tahu Sya adalah seorang dokter karena ia pernah mencari tahu identitas nya, tapi sayangnya tidak semua bisa ia dapatkan dengan mudah.


“Tuan Calvin yang terhormat, anda tidak mengatakannya kepada saya. Jadi jelas saya tidak tahu apa yang ingin anda lakukan di sini!” ucap Sya.


“Ya, ya! Aku kemari untuk check-up kesehatan ku!” ucap Calvin.


“Baik. Dokter Rosetta, biarkan saya untuk memeriksa kesehatan Tuan Calvin.” ucap Sya kepada dokter Rosetta.


“Tidak perlu! Kau bukan dokter disini, biar saya panggil dokter lainnya.” tolak dokter Rosetta.


“Tidak apa, dok! Biarkan saya saja tidak apa, karena setelah ini saya ingin ke ruangan sahabat saya! Anggap saja ini sebagai bentuk balas budi kepadamu, dok.” ucap Sya.


“Baiklah!” ucap Dokter Rosetta.


“Tapi dengan syarat, biarkan saya melihat cara kamu memeriksanya!” tambah dokter Rosetta.


“Baik, dok.” sahut Sya lalu mengajak dokter Rosetta dan juga Calvin pergi ke suatu ruangan meninggalkan Deshita di sana yg sedang kesal karena dijadikan nyamuk oleh mereka.


“Oh, tidak! Kalian begitu kejam!” kesal Deshita lalu menelpon Clara untuk tidak ke rumah sakit melati karena dirinya akan pergi dari sana. Tanpa menunggu jawaban dari Clara, ia langsung mematikan telponnya.


⚘⚘⚘

__ADS_1


Sementara di suatu ruangan.


Sya meminjam stetoskop milik dokter Rosetta. Dengan senang hati, dokter Rosetta pun meminjamkan nya.


Sya pun mengecek Calvin dengan menggunakan stetoskop milik dokter Rosetta yg ia pinjam.


Mulai dari pengukuran tekanan darah, detak jantung, denyut nadi, pemeriksaan pernafasan, kulit, abdomen, leher, kelenjar getah bening, dan refleks saraf.


“Apa anda sering merokok?” tanya Sya kepada Tuan Calvin.


“Iya, dok.” jawab Tuan Calvin.


“Tolong anda menghentikan kebiasaan merokok anda agar kesehatan anda tidak terganggu. Dan.. apa anda juga sering minum alkohol?” tanya Sya kembali kepada Tuan Calvin.


“Iya...” jawab Tuan Calvin.


“Saya minta anda untuk menghentikan dua kebiasaan buruk anda. Dan, apa boleh saya melihat data kesehatan check-up bulan lalu?” tanya Sya.


“Boleh, tapi sayangnya saya tidak membawanya.” jawab Calvin.


“Emm... apa bulan lalu anda check-up kesehatan anda di rumah sakit ini?” tanya Sya kepada Tuan Calvin.


“Tidak! Bulan lalu, saya di rumah sakit Erland, hanya saja dokter yang biasa memeriksa kesehatan saya tiap bulannya sedang pulang kampung hingga saat ini. Jadi dengan terpaksa, saya kemari.” jawab Tuan Calvin.


“Baiklah. Apa asisten anda yg bbernama Devan juga ikut kemari?” tanya Sya lagi.


“Apa Anda bisa meminta asisten anda untuk mengambil data kesehatan bulan lalu? Agar bisa saya pembandingan kesehatan bulan lalu dan juga bulan ini.” pinta Sya kepada Tuan Calvin.


“Baiklah.” Calvin pun langsung menghubungi asisten nya dan meminta asistennya untuk membawakan data kesehatan bulan lalu. Beruntung asistennya yg bernama Devan itu tahu dimana tempat yg biasanya Calvin menyimpan data kesehatan nya tiap bulannya.


Tidak membutuhkan waktu yg lama, asisten Calvin yg bernama Devan itu pun datang dengan membawa data kesehatan Calvin bulan lalu.


“Ini, Tuan!” ucap Devan asisten Calvin memberikan data kesehatan Tuannya bulan lalu dengan nafas ngos-ngosan.


“Ya...” Calvin pun menerima data kesehatan miliknya bulan lalu dari Devan asistennya dan memberikan nya kepada Sya.


“Terima kasih..” ucap Sya sambil menerima data kesehatan dari Calvin. Sya pun mulai membuka dan membaca nya dengan serius satu per satu.


Beberapa menit kemudian..


“Baiklah.. Kesehatan anda bulan ini meningkat. Sepertinya anda mulai menjaga pola makan anda?” ucap Sya.


“Ya dok.” sahut Calvin.


“Baiklah. Sudah cukup bagus, saya sarankan sebagai seorang dokter untuk mengurangi merokok dan meminuk alkohol.” saran Sya.

__ADS_1


“Baiklah, dok. Terima kasih, akan saya jaga makan Tuan saya.” jawab Asisten Calvin yg bernama Devan itu. Bukannya Calvin yg menjawab, justru malah asisten nya yg menjawab.


“Ya.. Sama-sama. Saya masih ada kesibukan lain, apa ada pertanyaan sebelum anda diperbolehkan untuk pulang?” tanya Sya dengan sopan.


“Tidak!” jawab Calvin cepat.


“Baik. Kalau begitu, silahkan pulang.” ucap Sya.


Calvin dan juga Devan pun pulang.


“Devan, tolong kamu cari identitas dokter tadi!” perintah Calvin kepada Devan.


“Maksud Tuan, dokter yang memeriksa Tuan tadi?” tanya Devan kepada Calvin.


“Ya! Kalau bukan dia, lalu siapa lagi?!” Calvin mendengus kesal.


“Kan bisa aja jika Tuan meminta saya untuk mencari tahu identitas pemilik rumah sakit melati tersebut yg bernama Dokter Rosetta.” jawab Devan santai.


“Apa kamu mau dipecat?!”


“Kalau mau dipecat ya pecat aja, saya yakin toh Tuan juga gak bakalan berani.” tantang Devan.


Mendengar jawaban dari asisten nya itu membuat Calvin kesal. Ya, memang benar yg dikatakan asisten nya jika dirinya tidak akan pernah berani untuk memecat sang asisten. Hal tersebut dikarenakan jika dia memecat asisten nya lalu siapa lagi yg akan membantunya?


“Ya, ya. Terserah kamu, Van. Ayo kita ke perusahaan sekarang!” perintah Calvin kepada asisten nya.


“Baik, Tuan!” sahut asisten nya.


⚘⚘⚘


Sementara di Sya.


“Christine, kerja kamu tadi bagus!” puji dokter Rosetta kepada Sya.


“Terima kasih, dok.” sahut Sya tersenyum manis.


Diam-diam seseorang mengintip mereka dari celah pintu yg terbuka sedikit.


“Siapa gadis itu? Mengapa wajahnya sepertinya tidak asing?” ucap wanita tersebut tidak suka dengan gadis tersebut yg bernama Sya.


Wanita tersebut adalah Dokter Ria.


“Ah... itu dia adalah mantan atasan ku yang bernama Christine! Karena dia, aku hampir saja menjadi gembel. Tapi untung saja, aku bisa daftar menjadi dokter di rumah sakit ini walau gajinya tidak seperti rumah sakit milik nya! Aku penasaran dengan gadis tersebut, siapa dia sebenarnya? Mengapa aku mencari-cari tentang dirinya namun tidak ketemu? Melainkan komputer ku malah rusak, dan beberapa hacker yg aku suruh justru komputer nya juga rusak?!”


...𝚃𝙾 𝙱𝙴 𝙲𝙾𝙽𝚃𝙸𝙽𝚄𝙴𝙳......

__ADS_1


Jangan lupa dukungan nya yaa kakk,..


Thank's All. 🙏🏻💞


__ADS_2