Identitas Diva Yang Tersembunyi

Identitas Diva Yang Tersembunyi
DIVA | 41 : JEBAKAN (2)


__ADS_3

Happy Reading...


Beberapa jam kemudian.


Di Ricky dan Lia.


Sekarang sudah hampir jam sepuluh, Ricky bersama Lia istrinya mulai bersiap-siap untuk berangkat ke tempat yang diminta oleh orang yang meneleponnya tadi, bahkan identitasnya sama sekali tidak diketahui oleh mereka berdua. Tampaknya orang ini cukup tertutup menurut mereka.


Mereka berangkat dengan mobil yang harganya mahal daripada mobil lainnya untuk memamerkan kepada orang yang menelepon mereka itu. Sebenarnya, Ricky enggan untuk datang ke tempat tersebut, namun demi membuat orang tersebut malu atas tindakannya membuat Ricky pergi ke sana bersama istrinya.


đ–§·đ–§·đ–§·


Sementara di tiga sejoli tersebut.


“Clara! Apa aku sudah terlihat sangat cantik??“ tanya Deshita.


“Sudah, Des! Wajahmu sangat cantik!“ puji Clara. Deshita yang mendengar nya tersenyum manis.


“Terima kasih, Clar!“ jawab Deshita dengan senyuman manis yang menghias wajah cantiknya itu.


Ya, Deshita dan Clara sibuk menghias wajah. Sedangkan Ria sudah berhias tadi, kini ia sedang bermain ponsel sembari menunggu kedua sahabatnya selesai berhias.


“Sudah?“ tanya Ria tanpa menoleh sedikitpun dari ponselnya.


“Belum, Ri! Sedikit lagi!“ jawab Clara sembari berhias wajahnya agar terlihat cantik. Tentunya agar orang yang meminta bertemu dengan mereka, iri dengan kecantikan mereka. Namun, sangat disayangkan, mereka tidak pernah membayangkan apabila yang terjadi sangat berbeda dari permikiran mereka.


Beberapa menit kemudian.


“Sudah, Ri!“ jawab Clara.


“Aku belum selesai, Ri!“ jawab Deshita lalu menghias wajahnya dengan cepat.


“Oke! Aku tunggu ya!“ ucap Ria.


Setelah selesai berhias dan memastikan wajah mereka sudah sangat cantik melebihi model, mereka segera berangkat dengan menggunakan mobil mewah. Mereka sengaja menggunakan mobil mewah untuk berangkat dengan tujuan memamerkan kepada orang tersebut.


Di mobil, ada Bapak sopir yang membawa mobil. Ria, Deshita, dan Clara duduk di kursi penumpang yang ada di belakang.


Mereka bertiga asik berfoto dan memposting nya di akun media sosial mereka.


Clara memulai sebuah live streaming di akun media sosialnya yang diikuti sebanyak ratusan ribu pengikut. Sedangkan Ria memiliki puluhan ribu pengikut di akun media sosial miliknya. Deshita memiliki jumlah pengikut yang sama seperti Clara yaitu ratusan ribu, namun pengikut Deshita lebih banyak daripada Clara.


Meski sudah ratusan ribu, masih saja ada yang mengalahkan mereka. Siapa lagi jika bukan yang namanya Diva Anastasya dan Christine. Mereka sama-sama memiliki lima ratus juta pengikut. Perbandingan antara tiga sejoli dengan Diva jauh berbeda.


Lalu, ada satu orang lagi yang memiliki jumlah pengikut yang tak kalah dengan Diva. Yaitu Calvin. Calvin memiliki jumlah pengikut di akun media sosialnya sebanyak lima ratus juta pengikut. Calvin dan Diva sama-sama lima ratus juta pengikut, namun Diva lebih unggul daripada Calvin.


đ–§·đ–§·đ–§·


Sementara di Eric.


Eric sudah lebih dulu berangkat. Namun, meskipun berangkat dari awal, perjalanan menuju tempat tersebut malah macet. Jadi, sia-sia saja berangkat awal yang pada akhirnya jalanan macet. Eric harus banyak bersabar soal ini semua.


Setelah beberapa menit, akhirnya jalanan tidak lagi macet. Eric segera melajukan mobilnya.

__ADS_1


...****************...


Q : Bukannya Eric itu Bapak Hakim ya?


A : Iya kak


Q : Eric udah sembuh dong?


A : Sudah kak, berkat bantuan dokter hebat.


Q\=Questions / pertanyaan


A\=Answer / jawaban


...****************...


đ–§·đ–§·đ–§·


Sementara di Sya.


Sya sudah lebih dahulu sampai ke tempat tersebut. Dengan menyiapkan rencana di tempat ini.


“Apa aku harus membongkar identitas asli ku sekarang juga? Ahh … Masih belum waktunya!“ gumam Sya.


“Aku tak sabar menunggu kedatangan kalian semua ke sini!” gumam Sya lagi.


Dua puluh menit berlalu. Sya melihat beberapa mobil sudah terparkir kan di luar markas ini. Sya segera sembunyi sembari menunggu apa reaksi mereka satu per satu.


“Sayang, menurut google maps, ini tempatnya bukan??“ tanya Ricky.


“Lalu, ke mana orang tersebut? Berani menelepon!“ ucap Ricky.


“Sepertinya dia belum sampai, Sayang! Mungkin lebih baik kita tunggu saja!“ sahut Lia.


“Iya, Sayang! Eehh … Sayang, kamu lihat beberapa mobil mewah parkir di sebelah mobil kita, gak? Apa mungkin mereka orang yang sedang kita tunggu?“ Ricky melihat mobil mewah yang tidak kalah mewah dengan mobilnya sendiri.


“Sepertinya, Sayang! Tapi kok mereka ada banyak banget ya?“ Kening Lia mengernyit bingung.


“Entahlah, Sayang! Mungkin lebih baik, kita ke sana aja lihat!“ ucap Ricky. Lia mengangguk dan merengkuh lengan Ricky sembari berjalan menuju ke tempat parkiran.


Tidak jauh dari sana. Sya tengah menonton mereka melalui CCTV.


“Pasangan romantis! Tapi sayang, malah menuduh orangtuaku dan orang tua Eca ingin membunuh istrinya dan anak di dalam kandungannya saat itu!“


“Seharusnya, dibicarakan baik-baik gitu! Bukan malah langsung main nuduh aja! Punya kekuasaan kok kayak gak dipakai!“


“Apalagi di dalam ikatan persahabatan! Masa lebih percaya dari orang asing yang baru ditemui daripada sahabat yang sudah dikenali beberapa tahun!“ gerutu Sya.


“Hufftt … Tinggal menunggu mereka ke ruangan ini baru bisa melaksanakan sebuah rencana!“ ucapnya.


đ–§·đ–§·đ–§·


Sementara di tempat parkiran.

__ADS_1


“Mama?? Papa?“ ucap Ria terkejut dengan kehadiran sang ibu dan sang ayah.


“Ria? Nak, kamu di sini juga?“ tanya Lia.


“Iya, Ma! Ria dapat telpon dari seseorang untuk ke sini! Kalau Mama sama Papa ke sini buat apa?“ ucap Ria.


“Sama kayak kamu, Nak!“ jawab Ricky.


“Kamu datang bersama Clara dan Deshita ya, Nak?“ tanya Lia. Ria mengangguk.


“Yuk masuk aja, Ma, Pa! Mungkin orangnya ada di dalam!“ ajak Ria. Mereka semua mengangguk dan mulai masuk ke markas ini. Bangunan ini terlihat sangat kumuh. Mereka heran mengapa sang penelepon meminta datang untuk ke sini? Tempat kumuh seperti ini membuat mereka jijik dan ingin mual. Tidak pantas tempat kumuh ini didatangi oleh orang seperti mereka, menurut mereka.


Hingga akhirnya, mereka sampai ke suaturuangan. Jika ingin masuk ke ruangan depannya lagi harus memasukkan kode. Mereka tidak tahu kode apa yang harus dimasukkan. Ria memberanikan diri untuk memasukkan kode dengan asal-asalan.


Kode yang dimasukkan oleh Ria benar.


“Hebat kamu, Ri!“ puji Clara dan Deshita dengan senyuman menghias di wajah mereka.


“Hebat kamu, Nak!“ puji Lia dan Ricky.


Mendengar pujian dari kedua orang tuanya dan kedua sahabatnya membuat Ria senang.


Mereka tidak mengetahui apabila kode apa saja yang dimasukkan akan benar. Itu semua di atur oleh Sya. Sya juga sengaja memilih tempat kumuh ini untuk melihat reaksi mereka.


Mereka mulai masuk hingga sampai ke suatu ruangan. Namun, pada saat ingin masuk lebih dalam, pintu ruangan tersebut terkunci sendiri.


“Gelap sekali! Ini membuatku takut!“ ucap Ria.


“Sama! Aku juga takut di ruangan ini! Ruangan ini begitu gelap! Bagaimana jika ada hewan buas yang muncul tiba-tiba?“ Deshita mulai merasakan bulu kuduk nya berdiri membayangkan hal tersebut terjadi.


“Sepertinya kita harus menyalakan senter di ponsel kita agar ruangan ini terlihat terang! Setidaknya sedikit terang!“ ucap Clara. Semua orang pun mencoba menyalakan senter di ponselnya. Namun, sama sekali tidak ada reaksinya.


Ruangan ini masih tetap gelap. Mau menyalakan senter berapapun, ruangan ini tidak akan terang. Mereka akhirnya pasrah dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.


“Sepertinya orang yang menelepon kita, menjebak kita di ruangan ini!“ seru Ricky.


“Sepertinya, Pa, Om!“ jawab Ria, Clara, dan Deshita.


“Awas saja kalau ketemu dengannya! Aku akan memukulnya seperti ini!“ ucap Deshita memperagakan gerakannya.


“Tidak terlihat, Shita!“ sahut Ria.


“Yang penting aku akan memukulnya!“ ujar Deshita.


“Tapi … Bagaimana jika kita terjebak di sini selamanya?“ Clara mulai membayangkan hal itu terjadi. Dengan cepat ia geleng-geleng.


“Jangan bicara sembarangan! Doakan saja agar kita secepatnya bisa bebas dari ruangan ini!“ ucap Lia.


Tiba-tiba terdengar suara hewan buas di ruangan ini. Mereka semua yang berada di ruangan ini mulai merasakan panik.


To be continued...


Jebakan apa lagi nih yang dibuat oleh Sya?

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya yaa... Terima kasih.


__ADS_2