Identitas Diva Yang Tersembunyi

Identitas Diva Yang Tersembunyi
DIVA | 79 : DIVA MENGHILANG


__ADS_3

Happy Reading...


“Kemari!“ ucap Eric. Anak buahnya yang itu hanya patuh dengan ucapan atasannya agar nasib dirinya tidak seperti anak buah atasannya yang tadi dimakamkan olehnya.


“Bantu aku untuk membuat rencana kedua!“ seru Eric yang membuat anak buahnya itu terkejut. Pasalnya, dirinya tidak pernah diperintah oleh Eric untuk membantu membuat sebuah rencana.


“Apa Bos yakin? Saya tidak bisa menjamin rencana yang saya buat akan berhasil nantinya. Anak buah Bos yang hebat dalam membuat rencana dan strategi saja, gagal dalam membuat rencana kali ini. Apa kabar dengan saya yang tidak pernah membuat rencana ataupun strategi sama sekali?“ ucap anak buahnya itu berusaha untuk bernegosiasi dengan Eric. Berharap, Eric memilih yang lain saja untuk membantu dalam pembuatan rencana dan strategi.


“Tidak! Mau kamu tidak bisa membuat rencana, mau kamu bisa, aku tidak peduli! Tetap laksanakan perintah-ku!“ tegas Eric tidak terbantahkan. Membuat anak buahnya yang itu hanya bisa pasrah, berharap rencana yang pertama kali ia buat ini berhasil. Jika tidak berhasil, maka bisa-bisa nyawa-nya akan berakhir seperti anak buah Eric yang tadi ia makamkan sendiri.


“Baiklah, Bos.“ jawab anak buahnya itu. Lalu mulai membuat rencana dan strategi dengan sedikit aneh, tentunya membuat Eric terus-menerus mengangkat alisnya karena merasa heran.


Meskipun merasa heran, Eric tetap mendengarkan apa yang dikatakan anak buahnya yang itu.


“Begini, Bos. Nah, rencana sudah selesai. Tinggal pelaksanaannya saja,“ ucap anak buahnya.


“Haduh! Berhasil apa nggak ya, rencana buatan aku pertama kalinya sangat aneh. Bos saja sampai mengangkat alisnya berkali-kali karena heran. Apa Bos bisa mengerti dengan rencana yang aku buat ini? Apakah nasib-ku akan berakhir seperti anak buah Bos yang tadi aku makamkan?“ batinnya merasa sedih.


“Baiklah. Meskipun aku tidak mengerti, aku berharap rencana ini berhasil.“ sahut Eric.


...☘️☘️☘️...


Sementara di jalanan.


Setelah pemadam kebakaran datang dan mulai memadamkan api, pengawal tersebut berniat untuk mengecek mobil yang dinaiki Diva calon istri atasannya.


Namun, dirinya terkejut saat melihat Bapak Sopir, Eca yang merupakan sahabat calon istri atasannya, dan Dokter Rosetta yang merupakan pemilik rumah sakit melati, pingsan di dalam mobil. Tubuh mereka tergeletak begitu saja di dalam mobil tanpa terluka sedikitpun.


Pengawal tersebut merasa heran, sebab mobil yang dinaiki calon istri atasannya ada satu pengawal. Namun, kemana pengawal tersebut pergi? Dan satu lagi … Pengawal tersebut merasa sepertinya ada yang hilang juga. Dan ternyata adalah Diva, calon istri atasannya!

__ADS_1


Pengawal tersebut tiba-tiba merasa takut apabila terjadi sesuatu dengan calon istri atasannya. Mulai menoleh ke arah kiri kanan, namun dirinya tidak menemukan calon istri atasannya.


“Haduh, bagaimana ini!? Aku terlalu ceroboh meninggalkan mereka semua begitu saja di dalam mobil!“ gerutu pengawal tersebut sembari mengusap dahinya yang basah.


“Mereka semua pada pingsan lagi! Jangan-jangan, ada penjahat lagi yang menculik Nona Diva! Haduh, jangan sampai hal tersebut terjadi! Aku harus segera membangunkan salah satu di antara mereka untuk berjaga!“ gumam pengawal tersebut lagi.


Namun, dirinya begitu bingung untuk memilih siapa yang akan dibangunkan olehnya. Setelah berpikir cukup keras, akhirnya dirinya memilih untuk membangunkan Bapak Sopir, mengingat Bapak Sopir memiliki ilmu bela diri yang cukup hebat.


“Pak! Pak! Bangun!“ panggil pengawal tersebut berusaha semaksimal mungkin. Karena hanya memanggil Bapak Sopir tidak membuat pria itu terbangun, akhirnya pengawal tersebut memilih menguncang badan Bapak Sopir dengan pelan di awal namun makin lama, makin kuat.


Namun, aksinya yang kedua tetap tidak berhasil juga. Pengawal tersebut merogoh saku celananya, entah apa yang mendorong pengawal tersebut untuk memasukkan tangannya di dalam saku celana. Dirinya tidak memiliki tujuan dari hal tersebut. Namun, tiba-tiba saja, dirinya menemukan sesuatu yang berbentuk botol. Pengawal tersebut pun segera mengeluarkannya.


Ternyata benda yang berbentuk botol tersebut adalah botol minyak angin. Beruntunglah, pengawal tersebut masih memiliki peluang lain untuk membangunkan Bapak Sopir tersebut.


Pengawal tersebut pun mengoleskan minyak angin tersebut ke hidung Bapak Sopir. Lalu, dirinya menunggu Bapak Sopir itu bangun.


Dan benar saja, tidak lama kemudian, Bapak Sopir itu akhirnya terbangun.


“Kau dari mana saja? Apa kau tahu, Nona Diva diculik oleh sekelompok penjahat yang memakai setelan jas hitam!“ seru Bapak Sopir tersebut yang membuat pengawal tersebut terlonjak kaget bahkan hingga mundur beberapa langkah dari posisinya.


“Maafkan aku. Aku baru saja menjelaskan semuanya kepada Tuan Calvin.“ ucap pengawal tersebut memohon maaf.


“Aku akan mencari Nona Diva bersama teman-teman aku yang lainnya. Aku akan meminta salah satu dari mereka untuk menjaga kalian.“ ucap pengawal tersebut sembari memberikan kode kepada teman-temannya untuk cepat menghampiri pengawal tersebut.


“Apa? Dengarkan aku terlebih dahulu! Pengawal yang tadinya berada di mobil ini, adalah salah satu anggota dari kelompok penjahat tadi!“ seru Bapak Sopir tersebut.


“Apa!? Mengapa kita bisa kecolongan seperti ini!“ ucap pengawal tersebut mengacak rambutnya karena frustasi.


“Sialann!!“ ucap pengawal tersebut lagi sembari mengambil ponselnya untuk menghubungi atasannya. Mengabari apabila calon istri atasannya menghilang sekaligus memohon maaf karena tidak bisa menjaganya dengan baik.

__ADS_1


“Hei! Apa yang ingin kau lakukan?“ tanya Bapak Sopir tersebut sembari mengernyitkan alisnya ketika pengawal tersebut mengambil ponsel.


“Aku ingin menghubungi Tuan Calvin! Mengabari kepadanya apabila Nona Diva dan pengawal yang di mobil Nona Diva menghilang!“ jelas pengawal tersebut lalu berniat meng-klik ikon panggilan suara kepada Tuan Calvin.


“Sebaiknya, coba hubungi pengawal seharusnya bersama kita! Saat aku akan pingsan tadi, aku melihat pengawal itu masih berada di mobil, bahkan pingsan terlebih dahulu!“ tahan Bapak Sopir tersebut.


“Hah! Itu artinya, dia bukan penjahat?“ tanya pengawal tersebut. Hatinya merasa bersalah karena sudah mulai menuduh pengawal itu termasuk sekelompok penjahat.


“Bukan!“ jawab Bapak Sopir tersebut dengan cepat.


“Coba jelaskan kepada-ku, bagaimana kalian bisa pingsan? Sedangkan kalian memiliki ilmu bela diri yang cukup hebat meskipun tidak sepenuhnya! Apalagi ada mobil pengawal di belakang yang mengawasi kalian juga!“ pinta pengawal tersebut.


“Teman yang ikut bersamamu itu, tadinya sedang ingin menyusul kami ketika melihat sekelompok penjahat mendekati mobil Nona Diva. Sayangnya, sekelompok penjahat tersebut mengancam mereka agar tidak mendekat. Jika semakin mendekat, maka mereka mengancam akan membunuh kami!“ jelas Bapak Sopir tersebut lalu menarik napasnya.


“Apa!?“ pekik pengawal tersebut tidak percaya. Teman-temannya takut dengan ancaman sekelompok penjahat tersebut ternyata? Benar-benar tidak bisa dipercaya!


“Iya! Lalu, sekelompok penjahat itu menyemprotkan obat bius kepada kami sehingga kesadaran kami berkurang. Saat kesadaran kami mulai berkurang secara perlahan, aku melihat Nona Diva dibopong mereka dan membawanya pergi dengan sebuah mobil!“ jelas Bapak Sopir itu lagi.


“Tapi!? Bagaimana bisa Nona Diva dibawa begitu saja? Aku mendengar, Nona Diva memiliki ilmu bela diri yang sangat hebat dibandingkan kita! Bahkan orang yang lebih tua daripada Nona Diva, juga bisa dikalahkan! Bagaimana bisa yang hanya sekelompok penjahat ini, membuat Nona Diva dikalahkan?“ Pengawal tersebut lagi-lagi tidak percaya.


“Aku tidak tahu!“ jawab Bapak Sopir tersebut.


“Aku akan hubungi Tuan Calvin saja langsung!“ ucap Pengawal tersebut yang ditanggapi oleh Bapak Sopir tersebut dengan anggukan kepala.


“Jangan!“ ucap seseorang melarang.


Mendengar suara yang tidak begitu asing, Bapak Sopir tersebut dan pengawal tersebut pun segera menoleh ke sumber suara untuk memastikan indra pendengaran mereka tidak salah.


To be continued...

__ADS_1


Semoga konflik kali ini tidak membosankan. Maaf apabila di tiap akhir bab, selalu meletakkan rasa penasaran.


Jangan lupa untuk terus dukung Author. Author cuma mau bilang, novel ini sebentar lagi akan tamat~ dan akan hadir novel baru yg ikut event. Nggak tahu mau kapan novelnya di upload wkwk, nanti Author kasih tahu ya. Terimakasih~


__ADS_2