
Happy Reading...
Beberapa menit kemudian, tidak ada lagi suara teriakan maupun barang-barang yang dilemparkan dengan begitu kuatnya. Karena Bos mereka, tidak akan melemparkan barang-barang dan berteriak begitu lama. Hanya beberapa menit saja, Bos mereka sudah diam. Membuat anak buahnya, harus menyiapkan mental sewaktu-waktu, Bos nya kembali melemparkan barang-barang.
“Untung saja sudah berhenti! Semoga Bos tidak melemparkan barang-barang lagi dan berteriak seperti orang gilaa,“ gumam salah satu anak buah pria itu dengan pelan. Namun, seseorang mendengar gumaman-nya barusan.
“Kau mengatai Bos gilaa? Apa kau tidak takut, jika Bos tiba-tiba mendengarnya?“ ucap anak buah pria itu yang mendengar gumaman anak buah itu.
“Takut sih takut. Tapi aku lebih takut, dengan teriakan Bos dan saat Bos melemparkan barang-barang daripada hukuman yang akan diberikan Bos nantinya,“ jawab anak buah itu.
“Hem, baiklah. Terserah kau saja, jangan sampai kau menyesal nantinya,“ sahut anak buah pria itu yang ditanggapi anggukan oleh anak buah itu.
...☘️☘️☘️...
Di dalam ruangan Bos itu.
Bos itu terlihat serang menormalkam pernapasan nya. Hanya berteriak dan melemparkan barang-barang hingga dirinya puas, sudah membuat dirinya begitu lelah.
“Hey! Kau kemari!“ panggil Bos itu saat melihat anak buahnya sedang masuk ke dalam ruangannya untuk membersihkan ruangannya yang sudah seperti kapal pecah.
Anak buahnya itu dengan patuhnya menuruti ucapan Bos nya. Perlahan menghampiri Bos nya. Meskipun ada rasa takut di dalam hatinya. Takut Bos nya justru malah karena dirinya menganggu.
__ADS_1
“Ambilkan aku air!“ perintah Bos itu.
“Baik, Tuan.“ Anak buahnya itu hanya menurut tanpa sedikitpun membantah. Ia membungkukkan badannya lalu mulai pergi ke Dapur untuk mengambilkan air sesuai dengan perintah Bos nya.
Setelah selesai, ia pun kembali.
“Ini, Tuan.“ ucap anak buah itu dengan sopan sembari meletakkan nampan yang sudah diletakkan sebuah gelas yang sudah terisi air mineral.
“Baiklah. Kau boleh pergi membersihkan semuanya!“ jawab Bos nya sembari mengambil gelas tersebut dan mulai meminumnya dengan satu tegukan lalu meletakkannya kembali di atas nampan tersebut.
“Baiklah, Tuan.“ sahut anak buahnya dengan patuh lalu mengambil nampan tadi dan meletakkannya di tempat semula. Lalu mengambil peralatan kebersihan untuk membersihkan semuanya.
Bos nya pun beranjak dari kursinya dan keluar dari ruangannya, membiarkan anak buahnya mengerjakan semuanya.
Ruangan tidurnya ini bisa dikatakan sudah termasuk mewah. Karena meja kerja sudah ada di ruangan tidur ini. Lalu, dengan ranjang dan sofa.
Beberapa saat kemudian, anak buahnya yang diperintahkan untuk mencari tahu nama gadis yang melaporkan semua tindakan kejahatan yang selama ini dilakukannya kepada Pihak Kepolisian akhirnya datang ke kamarnya. Sepertinya anak buahnya sudah mengetahui kebiasaan Bos mereka ketika marah lalu akan pergi ke mana.
“Bos!“ panggil anak buahnya dengan sopan.
“Ada apa?“ Bos itu menoleh.
__ADS_1
“Saya sudah mengetahui siapa gadis yang melaporkan Bos ke Pihak Kepolisian. Gadis ini cukup berbahaya, Bos. Gadis ini bisa mencari bukti-bukti kejahatan yang selama ini Bos lakukan. Sebaiknya, Bos harus selalu berhati-hati dengan gadis ini,” Bukannya memberitahu kepada Bos nya, siapa nama gadis tersebut, justru anak buahnya yang ini malah mengakui kehebatan gadis tersebut.
Mendengar anak buahnya yang justru malah mengakui kehebatan gadis tersebut, sontak membuat Bos tersebut menendang kaki anak buahnya yang membuat anak buahnya itu langsung terjatuh sembari memegang kakinya yang sakit karena ditendang oleh Bos nya.
“Ma-Maaf, Tuan.“ ucap anak buahnya sembari memegang kakinya yang sakit.
“Aku tidak memintamu untuk mengakui kehebatan gadis tersebut. Apakah kau mengira, diriku ini bisa kalah dengannya!?“ Tatapan Bos nya tajam mengarah anak buahnya. Bisa saja sewaktu-waktu, tatapan tajam nya itu berubah menjadi sebuah pisau.
“Ma-Maaf, Tuan. Saya minta maaf,“ Meskipun kakinya masih terasa sakit akibat tendangan yang diberikan Bos nya, dirinya tetap memohon maaf sembari bersimpuh di depan Bos nya. Berharap, Bos nya dengan murah hati, memaafkan dirinya.
“Baiklah, karena kau masih dibutuhkan, aku akan memaafkanmu.“ ucap Bos nya.
“Jelaskan, siapa nama gadis tersebut kepadaku!“ perintah Bos nya itu tanpa menyuruh atau memerintah anak buahnya untuk berdiri atau mengobati luka nya terlebih dahulu. Melainkan langsung memerintahkan anak buahnya untuk menjelaskan semuanya. Bos yang benar-benar kejam.
“Nama gadis tersebut adalah Diva Anastasya.” jelas anak buahnya tetap dengan posisinya yaitu bersimpuh.
“Nama tersebut sepertinya tidak asing! Jelaskan identitasnya dengan lengkap! Siapa nama orangtuanya?“
“Nama ibunya adalah Linda Christanty, sedangkan nama ayahnya adalah Andrean Ni-“ Belum lagi anak buahnya menyebut nama ayah Diva dengan lengkap, Bos nya sudah lebih dulu memotong ucapannya.
“Baiklah. Kau boleh pergi sekarang!“ jawab Bos nya.
__ADS_1
“Baik, Bos.“ Meskipun tidak dihargai, namun dirinya tetap bertahan dengan profesinya, karena dirinya masih membutuhkan uang untuk biaya kehidupannya kelak.
To be continued...