Identitas Diva Yang Tersembunyi

Identitas Diva Yang Tersembunyi
DIVA | 18 : KABEL SINYAL


__ADS_3

...~𝙷𝙰𝙿𝙿𝚈 𝚁𝙴𝙰𝙳𝙸𝙽𝙶~...


Sya menjawab, “Mungkin saja, Ca,”


Eca menyahut, “Aku menjadi begitu penasaran, apa yang mereka rencanakan.”


Sya menjawab, “Kamu ingin tahu? Kita cek CCTV di restoran ini saja, bagaimana?”


Eca menyahut, “Boleh juga tuh, Sya.”


Sya berucap, “Atau kita langsung mergokin mereka bertiga saja?”


Eca pun menggelengkan kepalanya. Sya langsung berniat memergoki mereka, namun hal tersebut diurungkan karena ketiga sejoli tersebut sudah keluar dari restoran. Mereka berdua pun melihat ketiga sejoli tersebut pergi dari restoran ini, mereka berdua pun akhirnya menyusul mereka pergi.


Mereka berdua tidak mengikuti tujuan si ketiga sejoli tersebut pergi, karena tujuan mereka sama. Jadi, kali ini mereka tidak mengikuti.


Setelah beberapa menit perjalanan, mereka semua sampai di rumah sakit melati. Sya dan Eca pun mengambil beberapa barang yang mereka bawa ke restoran tadi. Setelah dirasa tidak ada lagi, mereka berdua menyusul ketiga sejoli untuk masuk ke dalam rumah sakit melati. Eca turun dengan dibantu oleh Sya.


Mereka berdua masuk ke rumah sakit melati. Setelah beberapa langkah, akhirnya mereka berdua pun sampai di ruangan Eca.


Sya mulai membantu Eca ke brankarnya. Sya mengeluarkan laptop miliknya. Sya mengumpulkan semua bukti yang telah ia dapatkan dan menyimpannya ke satu folder agar mudah untuk mencari bukti tersebut jika ia memerlukannya.


Eca tidak menyangka jika ketiga sejoli tersebut berniat mencelakai dirinya dan Sya. Eca pun mendukung keputusan Sya untuk melaporkan ketiga sejoli tersebut kepada polisi. Sya mulai menghubungi polisi dengan menggunakan ponselnya.


Tutt.. tut...


Sedari tadi, Sya menunggu telpon nya diangkat oleh pihak kepolisian. Namun, hasilnya tidak ada. Sya pun mematikannya dan mengecek sinyal di ponselnya.


Sya mulai bingung karena tiba-tiba sinyal tidak ada. Sya pun mulai mencari tahu mengapa tiba-tiba sinyal tidak ada di rumah sakit melati ini. Padahal Sya tahu jika sinyal di rumah sakit melati ini ada, hanya saja Sya tidak tahu siapa yang berani memutuskan sinyal di rumah sakit melati ini.


⚘⚘⚘


Sementara di ketiga sejoli tersebut yaitu Ria, Deshita, dan Clara.


“Deshita! Shita!” seru Ria tiba-tiba.

__ADS_1


“Ada apa, Ria?” sahut Deshita yang langsung muncul ke hadapan Ria.


“Kamu putuskan kabel sinyal dong yang ada di rumah sakit melati ini,” pinta Ria kepada Deshita.


“Kenapa harus aku? Lagian antara kamu atau Clara juga bisa. Emang harus banget ya aku? Atau misalnya orang lain gitu.. Masa aku perempuan disuruh mutuskan kabel sinyal? Mana tinggi lagi,” tolak Deshita.


“Shita.. ayolah..” mohon Ria sembari mengedipkan matanya. Namun, Deshita malah mengira jika Ria genit padanya.


“Men ji jik kan! Ria, kamu genit sekali!” seru Deshita sembari mengepresikan wajah orang ingin mual ataupun muntah.


“Deshita! Bukan begitu maksudku, aku ingin kamu turuti permintaan aku,” mohon Deshita sembari memasang puppy eyes-nya.


“Yang bener saja, Ri!” tolak Deshita lagi.


“Kalian berdua ngapain?” tanya Clara yang muncul tiba-tiba. Datang tak diundang seperti cenayang,


“Clar.. bantu aku dong.” sahut Ria sembari memasang puppy eyes-nya.


“Bantu apaan, sampe pakai puppy eyes begituan?” tanya Clara kepada Ria.


“Bantuin aku agar Shita mau putusin kabel sinyal di rumah sakit melati ini,” jawab Ria.


“Tidak panas,” gumam Clara namun masih dapat didengat jelas oleh Ria dan juga Deshita.


“Bantuin ya, Clar?” pinta Ria kepada Clara sembari memasang puppy eyes-nya nya dengan semakin imut.


“Baik, baiklah,” sahut Clara pasrah membuat Deshita melotot kan matanya tak percaya. Kedua sahabatnya ini aneh! Yang benar saja dirinya harus memutuskan kabel sinyal itu? Jika kabel sinyal tersebut ada di lantai dasar, Deshita masih menerimanya. Tapi ini? Ini di atap rumah sakit!


Akhirnya, Clara membujuk Deshita. Deshita pun pasrah dengan keadaan. Deshita akhirnya mau dengan syarat kedua sahabatnya harus bersamanya juga. Clara dan Ria awalnya sedikit keberatan dengan syarat dari Deshita, tapi demi agar rencana kali ini berhasil mereka pun menerima syarat tersebut dengan terpaksa.


Mereka bertiga mulai menuju ke atap rumah sakit melati melalui jalur yang tidak banyak diketahui banyak orang, jalur ini hanya diketahui beberapa orang saja. Mereka bertiga sampai di atap rumah sakit melati.


Deshita menatap seram dengan ketinggian rumah sakit melati ini. Ia pun hanya pasrah. Ia merasa jika sahabatnya ini sudah tidak waras lagi sehingga menyuruhnya untuk memutuskan kabel sinyal yang ada di atap rumah sakit ini. Bahkan ketinggiannya sama sekali tidak pernah diperkirakan oleh Deshita.


Deshita mencari tempat yang mana ada kabelnya. Deshita akhirnya menemukan beberapa kabel. Namun, Deshita tidak tahu betul yang mana kabel sinyal. Akhirnya berkat bantuan kedua sahabatnya, Deshita pun pelan-pelan untuk menggunting kabel sinyal yang ditemukan kedua sahabatnya.

__ADS_1


Dan akhirnya berhasil. Kabel sinyal tersebut terputus. Rencana mereka bertiga berhasil. Deshita sangat bahagia karena dirinya bisa turun dari atap rumah sakit melati ini yang tinggi. Kedua sahabat Deshita sudah dekat-dekat hampir sampai ke bawah. Deshita yang sangat bahagia sama sekali tidak fokus dengan jalan. Hingga pada akhirnya, Deshita salah menginjak sesuatu hingga dirinya jatuh.


“AAA!!” pekik Deshita saat dirinya jatuh. Dirinya tidak sengaja mendorong Ria dan Clara yang hampir sampai ke bawah sekitar beberapa langkah lagi. Deshita menutup matanya dengan pasrah, sesungguhnya inilah yang ditakutkan Deshita.


BRUK!!


Deshita tidak sengaja mendorong kedua sahabatnya hingga jatuh secara bersamaan.


“AAA!!” pekik mereka bertiga secara bersamaan.


Mereka bertiga menutup mata mereka dengan pasrah. Apakah mereka bertiga akan selamat? Mereka bertiga tidak tahu. Mereka bertiga merasa mereka akan segera ma ti karena jatuh kali ini cukup tinggi.


"AAAA!!!” pekik mereka bertiga lagi saat mereka bertiga merasa mulai hampir menyentuh aspal. Mereka bertiga mengintip sedikit lalu mematikan mata mereka kembali seperti sebelumnya.


...𝚃𝙾 𝙱𝙴 𝙲𝙾𝙽𝚃𝙸𝙽𝚄𝙴𝙳......


Akhirnya tugas kerangka terselesaikan juga.. sampe lumayan malam juga ya, wkwk.


Kalian kalau sudah baca komentar yang Author tulis pasti paham.


Author hari ini berencana up double, tapi entahlah bisa apa tidak. Semoga saja jari Author masih bisa mengetik..


Jangan lupa dukungannya yaa buat Author.


LIKE


KOMEN


FAVORIT


HADIAH


VOTE


buat kalian yang masih ada vote yang kalian dapatkan kemarin, boleh vote ksih Author yaa..

__ADS_1


Kalau hari ini tidak bisa up double, maka up double digantikan besok!


Thank's All, 🙏🏻💞


__ADS_2