Identitas Diva Yang Tersembunyi

Identitas Diva Yang Tersembunyi
DIVA | 38 : VIDEO


__ADS_3

~Happy Reading~


Video tersebut mulai terputar. Namun, saat terputar, video rekamannya sedikit macet akibat jarang dibuka.


Sya keluar dari video tersebut dan mengulangi untuk mengklik nya. Sya berharap, kali ini dapat terputar karena Sya begitu penasaran dengan isi video tersebut.


Akhirnya, harapan Sya terwujud. Video kali ini dapat terputar dengan lancar.


Isi video tersebut ialah seorang pria yang berpakaian jas hitam bersama anak buahnya. Sya tidak dapat melihat wajah pria tersebut dengan jelas, sehingga Sya menghentikan video tersebut lalu membesarkan gambar wajah pria tersebut.


Usai membesarkan, Sya pun tahu siapa pria tersebut.


“Pria itu..“ gumam Sya.


Sya lalu memutar kembali video tersebut. Tampak pria tersebut tengah berbincang dengan seseorang yang tidak dapat dikenali wajahnya karena menggunakan topeng.


Sya heran mengapa semua harus ditutupi. Sya mengambil gambar pada saat bagian video tersebut lalu di cari siapa pria tersebut dengan kemampuannya.


Beberapa saat kemudian, Sya menemukan identitas si pria tersebut. Ternyata, pria tersebut ialah Eric Satria. Eric Satria yang merupakan Paman dari Clara Adelya. Clara Adelya sendiri merupakan keponakan dari Eric. (sekedar mengingatkan).


Sedangkan pria yang muncul di video awal adalah Papa dari dokter Ria yang bernama Ricky. Ricky memiliki istri yang bernama Lia. Lia adalah Mama dari dokter Ria.


Sya mulai meninggikan suara laptopnya agar dapat mendengar percakapan Ricky dan Eric dengan jelas. Sebab, dirinya tidak mendengar begitu jelas di video ini.


“Tuan, ada pria yang ingin bertemu dengan Anda,“ ucap anak buahnya.


“Suruh dia masuk!“ jawab Ricky.


“Siap, Tuan!“ ujar anak buahnya,

__ADS_1


“Halo, Tuan. Perkenalkan nama saya Eric!“ ucap Eric sembari mengulurkan tangannya kepada Ricky. Alis Ricky mengernyit bingung dengan kedatangan pria yang tidak dikenali nya sama sekali.


“Ya, namaku Ricky!“ jawab Ricky sembari menjabat tangan dengan Eric.


“Ada tujuan Anda yang tiba-tiba datang untuk menemuiku? Aku bahkan sama sekali tidak mengenalu Anda, Tuan!“ tanya Ricky tanpa basa-basi melepaskan jabatan tangan mereka.


“Saya akan segera mengatakannya, Tuan! Tapi sebelum itu, Tuan memberi saya duduk terlebih dahulu agar saya nyaman!“ ujar Eric mengulur waktu.


“Baiklah, silakan duduk di sini! Aku akan memanggil anak buahku untuk membuatkan minuman untukmu! Anda ingin minum apa?” tanya Ricky.


“Kopi saja, Tuan!“ jawab Eric.


“Baik, tunggu sebentar!“ ujar Ricky yang ditanggapi oleh Eric dengan anggukan kepala.


Usai meminta anak buahnya untuk membuatkan kopi untuk tamu barunya itu, Ricky kembali dan duduk di sebelah Eric.


“Tolong jelaskan maksud kedatangan Anda kemari kepadaku!“ pinta Ricky kepada Eric.


“Baik, Tuan! Saya akan jelaskan, tolong di dengar dengan baik-baik!“ jawab Eric lalu menyeruput sedikit kopi yang masih panas.


“Apa Anda sahabat Tuan Andrean?“ tanya Eric.


“Tentu saja! Kami sudah bersahabat cukup lama!“ jawab Ricky.


“Apa Anda tidak iri dengan keberhasilan sahabat Anda? Bahkan yang awalnya Anda lebih tinggi darinya dikalahkan olehnya?“ tanya Eric lagi.


“Tentu saja tidak!“ jawab Ricky tanpa ragu sama sekali di hatinya.


“Bagaimana perasaan Anda apabila sahabat yang sabar dipercayai Anda mengkhianati Anda??“ Eric menyeruput kembali kopinya.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan dari tamu barunya, Ricky terdiam sesaat.


“Aku tidak tahu! Dan aku juga tidak pernah membayangkan apabila hal tersebut terjadi! Karena aku sangat memercayai sahabatku!“ jawab Ricky tegas.


Eric tersenyum mendengar jawaban dari Ricky.


“Lalu, coba sekarang Anda bayangkan! Apa yang akan Anda lakukan? Memutuskan tali persahabatan kalian? Atau justru tetap bertahan dalam persahabatan kalian?“ tanya Eric dengan senyuman liciknya. Sayangnya, senyuman liciknya itu tidak dapat dilihat oleh Ricky karena Eric menggunakan topeng yang menutupi seluruh wajahnya.


Mendengar pertanyaan yang diberikan Eric yang menyangkut persahabatannya pun marah.


“Anda hanyalah orang asing! Jangan pernah coba-coba untuk mengganggu kehidupan ku dan juga sahabatku!“ hardik Ricky.


“Aku tidak akan mengganggu,“ jawab Eric.


“Aku akan jelaskan maksud kedatanganku kemari! Aku membawakan satu flashdisk yang berisi video! Silakan di tonton setelah aku pergi!“ Eric kembali menyeruput kopinya hingga habis tak tersisa.


“Aku pergi duluan! Terima kasih atas sambutannya dan kopi untukku! Semoga harimu menyenangkan!“ ucap Eric tersenyum lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Ricky pun menatap flashdisk yang diberikan oleh Eric. Eric sengaja meletakkan di mejanya.


“Palingan juga tidak penting! Buang-buang waktu saja bertemu dengannya!“ batin Ricky lalu membiarkan benda tersebut tergeletak di atas meja tanpa menyentuhnya sama sekali.


Namun, pikirannya dan hatinya tidak sejalan. Hatinya mengatakan apabila benda tersebut tidak penting. Sedangkan pikirannya justru mengatakan sebaliknya, yaitu benda tersebut sangatlah penting.


Hal ini membuat Ricky bimbang untuk memilih keputusan. Ia harus memilih yang mana? Ikuti ucapan hatinya atau pikirannya? Namun, rasa penasaran terus menderanya. Penasaran dengan isi flashdisk tersebut.


To be continued...


Note: Sebentar lagi akan terbongkar dan Sya akan segera melakukan sesuatu untuk membalaskan dendam kematian orangtuanya dan orangtua sahabatnya. Ditunggu saja kelanjutannya. Jangan lupa kasih dukungan untuk Author agar semangat menulis untuk kalian.. Terima kasih banyak!

__ADS_1


__ADS_2