Identitas Diva Yang Tersembunyi

Identitas Diva Yang Tersembunyi
DIVA | 35 : PESTA (3)


__ADS_3

~Happy Reading~


Calvin tidak menjawab ucapan Clara, ia pergi begitu saja dari sana. Clara tersenyum sinis melihat Sya.


Clara naik ke atas panggung. Para tamu mulai bertanya-tanya, mengapa wanita tersebut malah naik ke panggung?


“Siapa wanita tersebut? Mengapa dia naik panggung tiba-tiba?” cecar para tamu.


“Yap, betul! Mengapa??“


“Sepertinya ada hal yang ingin disampaikan oleh wanita tersebut!”


“Tapi, hal apa? Bukankah wanita yang naik itu bukanlah orang penting dalam acara ini? Bahkan Tuan Calvin sang Tuan acara tidak menyebut namanya!“


Itulah ucapan dari para tamu yang hadir dalam acara ini.


“Halo semuanya! Perkenalkan nama saya Clara Adelya!“ ucap Clara tersenyum manis.


“Nona Clara Adelya? Tidak di sangka apabila dia adalah orang yang berasal dari kalangan atas!”


“Iya, betul! Aku tidak menyangka nya,”


“Apa yang ingin di sampaikan Nona Clara?”


Itulah ucapan dari para tamu. Ada yang heran, ada yang bingung, ada yang terkejut dan sebagainya. Para tamu yang hadir di pesta malam ini menunggu kelanjutan ucapan Clara yang tengah berdiri di atas panggung. Semua tidak sabar ingin tahu apa yang akan disampaikan oleh Clara selanjutnya.


“Sebelumnya, saya ingin meminta maaf karena menganggu. Penyanyi tadi barusan sedang sakit, jadi saya memintanya untuk beristirahat sebentar,“ jelas Clara berusaha membuat para tamu menyukainya dan mendukungnya.


“Tidak di sangka ya apabila Nona Clara ini sangatlah baik meskipun berasal dari keluarga kalangan atas!”


“Ya, biasanya orang dari kalangan atas pasti sangatlah sombong!“


Kembali bersama Sya. Sya heran dengan Clara yang naik ke atas panggung tiba-tiba. Sya merasa apabila orang tadi yang dlihat nya adalah Clara dan dua temannya lagi. Apalagi, Sya tadi melihat orang tersebut menggunakan dress mewah.


“Sepertinya mereka merencanakan sesuatu!” gumam Sya.


Kembali lagi dengan si Clara.


“Baiklah. Kebetulan teman saya juga ikut hadir dalam acara ini! Izinkan saya untuk memanggilnya! Christine..“ seru Clara membuat semua mata tertuju pada Christine alias Sya yang tengah duduk di kursi.


Mendengar namanya dipanggil, Sya langsung naik ke atas panggung. Ia mempunyai rencana yang bagus untuk menghancurkan rencana Clara.


“Iya.. Ada apa, temanku?“ tanya Sya pura-pura akrab dengan Clara.


“Bisakah kamu menyanyi di atas panggung untuk malam ini? Sekali saja!“ pinta Clara.


“Baiklah,“ jawab Sya lalu mendekati mikrofon, namun hal tersebut langsung dihentikan oleh Clara.


“Tapi sebelumnya, aku ingin menyanyi duluan. Kamu menyanyi lagu yang sama denganku nanti! Aku tidak mau apabila kamu malu karena tidak bisa nyanyi lagu ini!” tahan Clara. Sya menatap wajah Clara dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


“Baiklah,“ jawab Sya.


“Benar-benar teman terbaik! Ingin sekali diriku mempunyai teman seperti Nona Clara!“


“Ya, dia baik sekali! Dia tak ingin temannya malu karena tidak bisa menyanyi!“


“Teman terbest pokoknya deh!“


Itulah jawaban dari para tamu. Clara tersenyum senang mendengarnya.


“Aku akan menyanyikan lagu yang berjudul still into you. Temanku, tolong didengar baik-baik ya!“ ucap Clara tersenyum kepada Sya. Sya mengangguk. Semua para tamu mulai menanti-nanti, seberapa merdunya Clara menyanyikan lagu tersebut.


Clara mulai bernyanyi lagu yang berjudul still into you.


Can't count the years on one hand


That we've been togetherI need the other one to hold you


Make you feel, make you feel better


It's not a walk in the park


To love each other


But when our fingers interlock,


Can't deny, can't deny you're worth it


'Cause after all this time, i'm still into you


I should be over all the butterflies

__ADS_1


But I'm into you (I'm into you)


I'm into you (I'm into you)


Let 'em wonder how we got this far


Semua bertepuk tangan dengan meriah. Hal tersebut membuat Clara tersenyum senang dan semakin semangat untuk membuat Christine malu di depan umum.


'Cause i don't really need to wonder at all


Yeah after all this time i'm still into you


Recount the night that


I first met your mother


And on the drive back to my house


Tiba-tiba, Clara berhenti menyanyikannya. Ia mengingat-ingat kembali lanjutan lagunya. Pasalnya, semalam ia mendengar lagu tersebut hingga tertidur. Jadi, ia hanya mengingat sebagian lirik yang didengarnya.


Para tamu mulai mengoceh dan mengomentari lagu yang dinyanyikan oleh Clara.


“Tidak ku sangka apabila Nona Clara tidak pandai dalam menyanyi!” ujar para tamu.


“Ya, kau betul! Sudah tahu tak pandai menyanyi, malah ingin mengajari temannya! Benar-benar tidak waras!“


Christine alias Sya mengambil alih mikrofon dan mulai menyanyikan lagu tadi dari awal dengan suaranya yang merdu. Bahkan lebih merdu dibandingkan suara Clara.


Can't count the years on one hand


That we've been togetherI need the other one to hold you


Make you feel, make you feel better


It's not a walk in the park


To love each other


But when our fingers interlock,


Can't deny, can't deny you're worth it


'Cause after all this time, i'm still into you


I should be over all the butterflies


But I'm into you (I'm into you)


I'm into you (I'm into you)


Let 'em wonder how we got this far


'Cause i don't really need to wonder at all


Yeah after all this time i'm still into you


Recount the night that


I first met your mother


And on the drive back to my house


I told you that, i told you that i loved ya


You felt the weight of the world


Fall off your shoulder


And to your favorite song


we sang along to the start of forever


And after all this time, i'm still into you


I should be over all the butterflies


But I'm into you (I'm into you)


I'm into you (I'm into you)


Let 'em wonder how we got this far

__ADS_1


'Cause i don't really need to wonder at all


Yeah after all this time i'm still into you


Some things just, some things just make sense


And one of those is you and i (Hey)


Some things just, some things just make sense


And even after all this time (Hey)


I'm into you, baby not a day goes by


That i'm not into you


I should be over all the butterflies


But I'm into you (I'm into you)


I'm into you (I'm into you)


Let 'em wonder how we got this far


'Cause i don't really need to wonder at all


Yeah after all this time


I'm still into you


I'm still into you


I'm still into you


Sya menyanyikan lagunya hingga habis. Suara tepukan tangan terdengar sangat meriah bahkan lebih meriah dibandingkan sebelumnya. Wajah Clara memerah karena malu. Clara tidak menyangka apabila Christine alias Sya lebih unggul dalam menyanyi daripada dirinya.


“Lihat! Temannya menyanyikan lagu dengan suara sangat merdu! Temannya lebih cocok menjadi seorang penyanyi!” seru para tamu mulai mengomentari Christine alias Sya dan Clara.


“Ya! Nona Clara bahkan ingin mengajarkan temannya dalam menyanyi padahal temannya justru lebih hebat dibandingkan dirinya!“


“Di sini kita mendapatkan suatu pelajaran, jangan menilai seseorang dari luarnya!“


“Yap, kau betul sekali! Kita semua salah sejak awal! Seharusnya kita jangan mengomentari sebelum pertunjukan nyanyinya hingga selesai!“


“Aku menyesal karena sudah memuji Nona Clara! Tidak disangka Nona Clara sama saja seperti orang lain!”


“Menyesal sekarang tiada gunanya!“


Itulah seruan dari para tamu yang hadir dalam acara pesta ini. Dari jauh, Calvin sang Tuan acara terpaku mendengar suara merdu Sya. Hatinya bergetar kecil.


Di panggung.


“Terima kasih banyak atas pujiannya semuanya! Saya mendoakan agar kalian semua yang telah hadir maupun yang tidak hadir dalam acara pesta ini secara langsung sehat selalu!“ seru Sya.


Wajah Clara memerah malu. Ia segera turun dari panggung dan berlari tak tentu arah.


“Terima kasih banyak, Nona!!“ sahut para tamu.


Tiba-tiba sang Tuan acara naik ke atas panggung. Hal tersebut membuat para tamu dan Sya yang berada di atas panggung terheran-heran dengan Tuan acara yang naik ke atas panggung sesaat.


“Maaf, saya menganggu. Saya minta waktunya sebentar!“ seru Calvin.


“Sebelumnya, saya ucapkan Terima kasih banyak untuk para tamu yang telah hadir dalam acara ini! Saya sangat berterimakasih mengenai hal tersebut!“


“Sebagai apresiasi, saya memberikan satu amplop untuk satu keluarga yang akan dibagikan oleh saya dan juga Nona Christine di atas panggung. Di mohon untuk kepada para tamu naik ke atas panggung dan mengambil satu amplop oer keluarga! Terima kasih banyak!”


“Maksud Anda apa, Tuan? Mengapa harus saya?“ tanya Sya heran.


“Pokoknya kamu tetap harus di atas! Ini sebagai bentuk apresiasi kepada para tamu!“ jawab Calvin tegas.


“Tapi-“


“Tidak perlu lanjutkan ucapan omong kosongmu! Meskipun kamu tidak membantu sama sekali dalam pembuatan acara ini, namun kamu membuatku bangga denganmu!“ potong Calvin.


Sya mengurungkan niatnya untuk berbicara kembali ketika melihat para tamu sudah naik ke atas panggung untuk mengambil amplop yang telah disediakan oleh Tuan acara.


Calvin memberikan sebagian amplop yang sejak tadi dipegangnya oleh Sya. Mereka berdua mulai membagikan satu per satu amplop kepada para tamu. Semua para tamu bersorak bahagia.


Usai membagikan amplop, para tamu diperbolehkan untuk pulang. Satu per satu tamu mulai pamit untuk pulang ke rumah. Hingga pada akhirnya, semua para tamu pulang tak tersisa satupun orang kecuali Christine alias Sya yang ditahan sejak tadi oleh Calvin sang Tuan acara.


To be continued...

__ADS_1


Note : Terima kasih banyak yang sudah dukung. Bab ini sudah cukup panjang ya. Katanya ada sekitar 1.500 an. Pokoknya lebih deh buat kalian semua. Kalau bab ini mencapai 5 like, besok double update lagi! Yukk.. kalau suka sama ceritanya, kirim bunga dan sebagainya (jika berkenan 🥰). Terimakasih banyak intinya.


__ADS_2