
Happy Reading...
Di undangan acara pernikahan, tertulis nama Diva & Calvin.
Tiba-tiba saja, Dokter Rosetta dan Eca menemukan sepasang suami istri yang sedang bermesraan di tempat umum.
Sontak, Dokter Rosetta dan Eca langsung meninggalkan tempat tersebut tanpa memastikan apakah sepasang suami istri yang sedang bermesraan di tempat tersebut adalah Diva dan Calvin atau bukan.
“Tante, kenapa kita tadi tidak memeriksa apakah sepasang suami istri tadi adalah Diva dan suaminya? Takutnya jika bukan, bagaimana?“ Eca tiba-tiba merasa cemas mengenai hal tersebut.
“Mereka adalah Nona Diva dan suaminya! Tante sudah melihat jelas pakaian yang dikenakan oleh keduanya.“ jawab Dokter Rosetta dengan santai.
Mendengar penjelasan dari Dokter Rosetta, membuat Eca merasa lega.
...☘️☘️☘️...
Sementara di tempat sepi.
Sepasang suami istri yang sedang berciuman dengan begitu panasnya.
Ya, sepasang suami istri tersebut adalah Diva dan Calvin.
Setelah mencium Diva di depan semua orang, Calvin langsung menarik tangan istrinya menuju ke tempat sepi dengan tujuan melanjutkan ciuman mereka.
Diva yang tidak pernah berciuman sama sekali pun memilih diam.
Setelah tautan bibir mereka terlepas, Calvin langsung menangkup kedua pipi istrinya.
“Rasanya tidak sabar melakukan malam pengantin denganmu, Sayang. Tapi sayangnya, sekarang masih siang hari.“ ucap Calvin.
“Isss …“ Diva tentu merasa malu.
__ADS_1
“Hehe … Ayo kita kembali!“ ucap Calvin setelah mengecup kedua pipi Diva. Rasanya selalu menginginkan hal lebih saat dekat dengan Diva yang saat ini telah menjadi istrinya.
“Sebentar, Sayang! Apa setelah kamu melakukan hal tadi, aku tidak perlu mengoleskan lipstik ke bibir-ku!? Lihatlah, warna lipstik di bibir-ku terlihat berantakan!“ Diva merasa kesal.
“Hehe …“ Calvin tentu hanya bisa tertawa kecil. Melihat istrinya yang sedang kesal, membuat istrinya terlihat sangat mengemaskan.
Calvin langung bergegas memanggil penata rias untuk merapikan make-up Diva.
“Iya, Tuan.“ jawab Penata rias tersebut dengan sopan.
“Rapikan make-up istriku!“ perintah Calvin yang ditanggapi oleh Penata Rias tersebut dengan anggukan kepala.
Penata Rias tersebut pun segera merapikan make-up di wajah Diva yang berantakan. Bahkan saat merapikan nya, tidak henti Penata Rias tersebut tersenyum. Tentunya Penata Rias tersebut sudah mengetahui apa yang dilakukan sepasang suami istri yang masih baru ini.
“Sudah selesai, Tuan. Saya sarankan jika ingin melakukan itu di kamar saja.“ Penata Rias tersebut masih tetap tersenyum geli melihat sepasang suami istri ini.
Calvin hanya mengangguk. Lalu Penata rias tersebut pergi meninggalkan kedua orang tersebut.
“Ayo, Sayang! Kita kembali!“ ajak Calvin sembari menggandeng tangan istrinya.
...☘️☘️☘️...
Sepasang suami istri tersebut yang masih baru pun kembali ke ruangan acara. Tentu melihat sepasang suami istri tersebut sembari melemparkan senyuman manis dan menggandeng tangan, membuat pandangan para tamu teralihkan.
“Tuan Calvin tampan sekali saat tersenyum,“ bisik tamu 2 sembari menatap Calvin bersama istrinya.
“Iya. Dia sangat tampan ketika tersenyum. Kenapa Tuan Calvin sangat jarang untuk tersenyum ya?“ bisik tamu 1 sembari menatap Calvin tanpa henti.
“Ya, istrinya juga tidak kalah. Istri Tuan Calvin sangat cantik, lebih terlihat anggun,“ ucap tamu 3 sembari menatap istri Calvin yang begitu cantik.
“Sepasang suami istri ini sangat cocok. Satunya sangat tampan, satunya cantik dan anggun,“ ucap tamu 4 sembari melihat sepasang suami istri tersebut.
__ADS_1
Kembali lagi dengan sepasang suami istri yang masih baru ini.
“Sayang. Kamu tahu, hm? Lihat mata mereka yang terus menatap dirimu, Sayang. Ingin sekali aku mencongkel mata mereka dan mengurungmu di kamar bersama-ku,“ bisik Calvin tepat di telinga Diva.
Hembusan napas suaminya terasa geli di telinga Diva.
Menyadari apabila suaminya tengah cemburu karena dirinya terus-menerus ditatap oleh para tamu tanpa henti.
“Lalu, apa kabar denganmu, Sayang? Kamu juga ditatap banyak wanita cantik.“ bisik Diva balik tepat di telinga Calvin.
“Kamu cemburu, Sayang?“ ucap Calvin dengan nada yang diturunkan.
“Tentu saja aku tidak cemburu!“ tegas Diva. Padahal di dalam hatinya terasa panas ketika melihat tatapan cinta dari para wanita yang dilemparkan kepada suaminya. Hanya saja, gengsinya terlalu tinggi untuk mengatakan hal tersebut.
“Apa kamu yakin, Sayang?“ tanya Calvin lagi sembari tersenyum menggoda di hadapan Diva.
“Tidak, Sayang! Aku tidak cemburu!“ ucap Diva lagi dengan nada tegas. Meskipun nadanya tegas, suara mereka sejak tadi sangatlah kecil bagai antara semut yang sedang bercengkrama.
“Lalu, apa kamu tidak cemburu? Kamu mengatakan jika ingin mencongkel mata mereka yang menatap-ku sejak tadi!?“ sahut Diva lagi.
Calvin langsung terdiam. Dalam hati, dirinya mengakui ucapan istrinya barusan. Ia mengakui dirinya cemburu. Namun lidahnya begitu susah mengatakannya.
“Cemburu kan?“ ucap Diva tidak mau kalah dengan suaminya.
Calvin tidak membalas ucapan Diva. Pria itu pun hanya memeluk Diva dengan erat di depan semua orang.
...☘️☘️☘️...
Melihat sepasang suami istri yang sedang berbisik, justru ditanggapi oleh para tamu apabila sepasang suami istri tersebut sedang bermesraan di hadapan mereka.
Lalu saat Calvin tiba-tiba saja memeluk Diva di hadapan semua orang, membuat pipi Diva terasa panas dan merah merona. Namun, pipinya yang merah tersebut, beruntung disamarkan dengan polesan make-up sehingga tidak terlihat.
__ADS_1
To be continued...
Hehe … Jangan lupa dukungannya ya. Mungkin besok antara bisa update atau tidak, karena Author akan lebih sibuk dengan kerangka cerita untuk novel baru yg ikut event 🙏🏻.