Identitas Diva Yang Tersembunyi

Identitas Diva Yang Tersembunyi
DIVA | 98 : PERNIKAHAN DEVAN & ECA (END)


__ADS_3

Waktu pun berlalu, hingga tidak terasa, 2 bulan Diva dan Calvin berbulan madu.


Hari ini, sepasang suami-istri itu memutuskan pulang sekaligus menghadiri pernikahan Devan dan Eca pada malam ini.


Oleh sebab itulah, mengapa sepasang suami-istri itu memutuskan pulang saat hari masih pagi, dan saat ini baru pukul lima pagi, namun mereka sudah mau berangkat saja.


“Ayo, Sayang. Kita berangkat,“ ujar Calvin sembari menggandeng tangan sang istri. Sedangkan barang-barang mereka dibawa oleh suruhan Calvin.


“Iya, Sayang.“ sahut Diva melemparkan senyumannya.


Mereka tidak lagi segan bermesraan di depan umum. Suruhan Calvin yang melihat mereka hanya bisa memasrahkan diri kepada-Nya. Seakan-akan, majikan mereka meminta untuk segera menikah agar bisa bermesraan juga.


***


Sementara itu, di sisi lain...


Di suatu hari, di pagi hari yang cerah. Terlihat sebuah hotel yang sudah dihias dengan balon-balon dengan beraneka warna. Dan juga ada balon yang berbentuk huruf, balon tersebut bertuliskan "Happy Wedding Devan & Eca".


Tidak hanya hiasan-hiasan saja yang menjadi salah satu pusat perhatian masyarakat, tetapi juga dengan hotel tersebut. Hotel tersebut merupakan hotel yang termewah di salah satu Kota tersebut. Menginap satu malam di hotel itu saja, mungkin sudah menguras begitu banyak lembar uang merah, apalagi menyewa nya dan membuat acara seperti itu. Mungkin sudah tidak terhitung lagi berapa lembar uang merah yang akan dikeluarkan untuk itu.


Namun hal tersebut bukanlah menjadi masalah besar bagi Devan yang saat ini memiliki gelar calon suami Eca. Bisa dikatakan, sebentar lagi, Eca dan Devan akan resmi menjadi pasangan suami istri.

__ADS_1


Di kamar rias pengantin wanita...


Eca sedang dirias oleh beberapa MUA. Pakaian yang digunakan oleh Eca benar-benar sesuai dengan postur tubuh Eca. Apalagi Eca memiliki postur tubuh yang benar-benar sangat ideal, membuat pakaian apa saja yang melekat ditubuhnya pasti akan sesuai dan juga terlihat cantik.


“Cantik sekali pengantinku,“ ujar Calvin secara tiba-tiba membuat Eca tersentak kaget sekaligus pipinya memerah karena malu. Eca dan MUA nya bahkan tidak menyadari kapan pria itu masuk.


“Pengantinnya sudah selesai makeup. Bibi pergi ke toilet sebentar ya,“ MUAnya seakan-akan tahu bahwa calon pengantin ini membutuhkan privasi.


“Baik, bi.“ jawab Eca dan Devan serempak.


“Kompak sekali kalian,“ MUAnya pun keluar dari ruangan makeup.


Tersisalah Eca dan Devan di dalam ruangan. Suasana sempat hening sejenak karena keduanya sama-sama canggung.


***


Diva dan Calvin sudah tiba di Indonesia. Terlihat orang-orang suruhan Calvin sudah menunggu di Bandara. Tanpa berbasa-basi, mereka langsung menaiki mobil yang telah disiapkan dan menuju ke lokasi acara pernikahan Eca dan Devan.


Tidak lupa, Diva dan Calvin membawa paper bag yang berisi hadiah untuk pengantin tersebut.


Setelah perjalanan cukup panjang, akhirnya mereka sampai di lokasi. Sebelumnya, mereka belum memberitahu baik kepada Eca, Devan ataupun yang lainnya bahwa mereka akan kembali hari ini.

__ADS_1


Diva dan Calvin berencana untuk memberi kejutan pada mereka.


“Silakan Tuan Calvin, Nona Diva,“ ujar suruhan Calvin sambil membukakan pintu untuk majikannya.


“Terima kasih,“


Diva dan Calvin masuk ke lokasi tersebut dan disambut oleh Eca dan Devan. Pengantin baru itu sama sekali tidak menyangka bahwa sahabatnya Diva dan majikannya Calvin akan pulang dan menghadiri acara pernikahan mereka.


“Diva, Calvin. Mengapa tidak memberitahu bahwa hari ini kalian akan pulang? Jika saja kalian memberitahu, kami mungkin bisa mempersiapkan sesuatu untuk kalian berdua,“ ucap Eca dan Devan.


“Hehe, maafkan kami. Kami hanya ingin memberi kalian kejutan,“ jawab Diva dan Calvin.


“Selamat untuk kalian berdua. Semoga langgeng ya. Ini ada hadiah untuk kalian berdua,“ ujar Diva sambil memberikan paper bag tadi kepada Eca.


“Terima kasih, Sya. Seharusnya tidak perlu repot-repot memberikan kami hadiah. Kehadiran kalian saja sudah cukup. Kalau begini kan jadinya aku nggak enak, Sya,“ sahut Eca dengan perasaan yang segan.


“Tidak apa-apa, Ca. Ambil saja. Lagipula ini adalah acara bahagia kalian. Tidak mungkin kami tidak memberikan apapun kepada kalian?“ jawab Diva.


Pernikahan Eca dan Devan pun berjalan dengan lancar. Tamu yang hadir juga tidak terhitung. Sebagian besar tamu yang hadir adalah rekan-rekan kerja Devan ataupun Calvin.


END.

__ADS_1


Akhirnya novel ini end juga. Maafkan kalau author ada kesalahan dalam penulisan, ucapan author ataupun karena lambat update.


Jangan lupa mampir di novel Author yang lainnya yaa. Terimakasih sudah setia☺🙏🏻


__ADS_2