Identitas Diva Yang Tersembunyi

Identitas Diva Yang Tersembunyi
DIVA | 74 : MENUNDA


__ADS_3

Happy Reading...


Di perjalanan, Diva diam memikirkan sesuatu. Besok sudah hari pernikahannya, namun pekerjaan dirinya dan calon suaminya masih tertumpuk bagai gunung. Apakah itu tidak menjadi penghalang nantinya?


Calvin yang menyadari apabila calon istrinya diam terus-menerus mencoba membuka suara untuk bertanya.


“Sayang. Kamu sedang memikirkan apa?“


Diva yang terkejut langsung menoleh ke arah calon suaminya.


Diva pun menarik napas panjang lalu menjawab. “Pernikahan kita besok bukan?“


Dengan cepat, Calvin mengangguk. Ia begitu penasaran, apa yang ingin dikatakan oleh calon istrinya.


“Apa sebaiknya kita tunda saja? Terlebih lagi, pekerjaan kita menumpuk bagai gunung karena ditinggal satu minggu di Bali. Apa tidak akan melelahkan nantinya?” tanya Diva dengan tatapan serius yang dilemparkan kepada Calvin.


Calvin menjadi terdiam. Mencerna pertanyaan Diva barusan. Lalu kembali membuka suara. “Jadi, maksudmu, kamu ingin pernikahan kita ditunda gitu?“


Dengan ragu, Diva mengangguk. Takut calon suaminya malah salah paham atau tersinggung dengan ucapannya barusan.

__ADS_1


“Baiklah. Yang kamu katakan tadi benar apa adanya. Pekerjaan kita menumpuk setelah satu minggu ditinggal. Pasti nanti acara pernikahan kita akan terganggu dengan itu,“ jawab Calvin lalu menarik tubuh Diva ke dalam pelukannya.


“Aku mencintaimu, Sayang.“ ucap Calvin sembari mencium rambut calon istrinya.


Menyadari apabila pasangan calon istri yang duduk di kursi penumpang sedang bermesraan, Eca dan Devan pun memutuskan untuk tidak menoleh ke belakang.


Saat calon suaminya mengungkapkan perasaan di dalam mobil, sontak membuat Diva malu. Lalu menyembunyikan wajahnya yang sudah merona merah di bidang calon suaminya.


Setelah sampai di Perusahaan milik Tuan Andrean, Diva dan Eca pun turun dari mobil Calvin dan masuk ke dalam Perusahaan. Sedangkan mobil Calvin perlahan-lahan melaju pergi.


Diva pun masuk ke dalam ruangannya. Sedangkan Eca kembali ke Perusahaan milik keluarganya dengan menaiki mobil yang dinaiki olehnya saat pergi ke Perusahaan milik Tuan Andrean.


...☘️☘️☘️...


Sementara di suatu markas.


“Beruntung aku berhasil kabur saat penangkapan! Siapa yang berani-beraninya melaporkan diriku ke Pihak Kepolisian!?“ geram pria itu sembari mengepalkan tangannya dengan kuat.


“Bos!” panggil anak buah pria itu.

__ADS_1


Mendengar suara anak buahnya yang memanggil, pria itu langsung menoleh. “Ada apa?“


“Saya baru saja mendapatkan informasi. Apabila yang melaporkan Bos ke Pihak Kepolisian adalah seorang gadis.“ jelas anak buahnya.


“Lalu? Siapa gadis itu?“ tanya pria itu dengan penasaran. Tidak sabar untuk membalas dendam kepada gadis yang sudah berani melaporkan tindakan kejahatan yang selama ini dilakukannya kepada Pihak Kepolisian. Beruntung, dirinya berhasil kabur saat penangkapan.


“Nama gadis itu masih belum saya dapatkan, Bos. Begitu sulit untuk mendapatkannya,” jelas anak buahnya dengan kepala tertunduk. Pasti setelah ini, Bos nya akan marah-marah dengannya.


“Apa!? Mengapa bisa begitu sulit!? Cepat lakukan tugasmu untuk mencari nama gadis itu sesegera mungkin!“ perintah pria itu dengan nada yang ditinggikan.


“Baik, Bos.“ jawab anak buahnya dengan patuh.


“Saya permisi dulu, Bos.“ pamitnya dengan sopan, lalu membungkukkan badannya dengan hormat, barulah pergi dari hadapan Bos nya itu.


“Ahhh!! Sialaan!!“ teriak pria itu sembari melemparkan barang-barang apa saja yang berada di ruangannya ke lantai. Tentu pria itu sangatlah murka ketika mendengar penjelasan dari anak buahnya. Mengapa hanya mencari tahu siapa orang tersebut begitu sulit? Bahkan setelah menemukannya siapa, ternyata hanya gadis yang diketahui, tidak dengan namanya.


Anak buahnya yang berada di luar ruangan tidak berani masuk. Apalagi setelah mendengar teriakan Bos nya dan barang-barang yang dilemparkan dengan begitu kerasnya, membuat dirinya bergidik ngeri.


To be continued...

__ADS_1


Nahh, aku baru suka nih yang konflik beginian wkwk. Kalau ceritanya lurus-lurus aja, jujur, aku sebagai Author bingung untuk melanjutkan ceritanya. Jangan lupa dukungannya ya, Terima kasih~❤


__ADS_2