
“Belum, Sayang. Perjalanan kita kali ini membutuhkan waktu tujuh belas jam, bukan seperti biasanya yang hanya akan membutuhkan waktu kurang lebih dua jam, kita akan sampai di tempat tujuan.“ jawab Calvin.
“Eeh … Benarkah? Kirain sudah sampai.“ Diva pun baru menyadari apabila mereka belum sampai di tempat tujuan.
“Tentu saja belum, Sayang. Tidak mungkin kita sudah sampai secepat begitu. Tempat yang menjadi tujuan kita kali ini berbeda, Sayang. Tempatnya bisa dikatakan, sangat jauh.“ jelas Calvin, namun tetap saja di dalam penjelasan Calvin, Calvin tidak menyebutkan nama tempat yang menjadi tujuan mereka saat ini untuk berbulan madu. Sepertinya Calvin benar-benar ingin membuat kejutan spesial untuk sang istri tercinta.
“Jauh? Sepertinya tempat tujuan kita kali ini, benar-benar membuatku penasaran, seperti apa bentuk tempat tersebut hingga membuat suamiku ini ingin membuat kejutan untukku.“ ucap Diva yang sudah mengetahui apabila sang suami ingin memberinya sebuah kejutan.
Calvin hanya tersenyum, tanpa menanggapi ucapan sang istri.
“Ini, aaa …“ Calvin berniat menyuapi istrinya.
“Aku mau makan sendiri saja, Sayang.“ tolak Diva sembari mengambil alih sendok yang saat ini masih dipegang oleh Calvin, namun tampaknya Calvin memaksa untuk tetap menyuapi Diva.
“Baiklah, baiklah.“ Diva mulai membuka mulutnya. Calvin pun menyuapkan sesendok nasi.
Setelah menyuapkan sang istri untuk yang pertama, Calvin barulah menyuapkan untuknya sendiri.
Begitulah cara mereka makan untuk pada siang hari ini. Sepasang pengantin baru itu benar-benar membuat siapapun akan iri dengan keromantisan yang dibuat mereka.
Setelah selesai makan bersama, barulah Calvin kembali mengambil Pramugari untuk mengambil piring kotor mereka.
“Apa kamu masih mengantuk, Sayang?“ tanya Calvin dengan lembut, sembari mengelus rambut Diva dengan lembut.
“Sedikit.“ jawab Diva sembari kembali menguap. Entah hingga pukul berapa, sepasang pengantin baru ini begadang hanya demi melaksanakan aktivitas yang dilakukan oleh sepasang pengantin baru pada malam pertama.
__ADS_1
“Ya sudah, tidur saja lagi.“ suruh Calvin dengan lembut.
...***...
Hari itu berjalan dengan cepat. Berangkat menuju tempat tujuan bulan madu mereka pada pagi hari yang menjelang siang, dan tidak disangka, sekarang sudah keesokan harinya.
Pagi, siang, sore, malam, sudah mereka lewati bersama.
Pada hari ini, Calvin dan Diva sampai di tempat tujuan saat dini hari. Disaat orang-orang masih sedang tertidur pulas, mereka justru baru sampai.
Calvin perlahan-lahan menggendong istrinya agar tidak terganggu dan akhirnya terbangun. Melihat istrinya yang kelelahan hingga tidur pulas beberapa jam, membuat Calvin sang suami merasa tidak tega untuk membangunkan sang istri tercinta. Hingga akhirnya, Calvin memilih untuk membiarkan istrinya tidur.
Walau juga merasakan apa kelelahan setelah perjalanan yang cukup terbilang lama karena membutuhkan waktu kurang lebih tujuh belas jam, itu tidak membuat Calvin merasa menyerah untuk menggendong istrinya.
Koper-koper mereka diantar oleh suruhan Calvin. Tentu menjadi seorang yang kaya, membuat kehidupan terlihat sangat mudah. Hanya tinggal menyuruh untuk melakukan ini itu, maka semua selesai, asalkan ada uang sebagai imbalan untuk melakukannya.
Calvin memilih Villa miliknya yang kebetulan ada di Negara tersebut. Calvin sebagai seorang CEO dari sebuah perusahaan yang sering melakukan meeting baik di dalam negeri maupun luar negeri, tentu sudah pernah pergi ke negeri ini yang menjadi tempat tujuan bulan madu Calvin dan istrinya, Diva.
Karena sering berpergian ke luar negeri, Calvin membangun beberapa Villa untuk ditempati apabila berkunjung ke Ngerti tersebut. Sehingga, Calvin tidak perlu mengeluarkan uangnya hanya untuk membayar kamar hotel.
Jika di sebuah hotel, maka Calvin tidak bisa leluasa memanjakan sang istri. Karena pasti akan ada yang menganggu. Namun jika berada di Villa sendiri, menurut Calvin, itu akan lebih nyaman.
Setelah membaringkan sang istri dengan perlahan di atas ranjang. Calvin pun mencuci kaki dan tangannya, barulah ikut berbaring bersama sang istri. Tidur sembari memeluknya sari belakang.
...***...
__ADS_1
Pagi harinya tiba.
Diva terbangun karena terdengar suara ketukan pintu. Membuka matanya secara perlahan, lalu melihat tangan yang terlingkar di pinggangnya. Tanpa sadar, Diva tersenyum melihat itu.
Diva pun menatap wajah sang suami.
“Ternyata suamiku tampan juga.“ gumam Diva dengan suara pelan. Lalu berniat mengelus wajah tampan suaminya.
Hanya saja tiba-tiba tangannya disentuh oleh suaminya. Diva yang menyadarinya, berniat menarik tangannya kembali. Namun, sayangnya, tangan Diva sudah ditahan lebih dulu oleh Calvin.
“Baru sadar jika suamimu ini tampan, hem?“ ucap Calvin sembari tersenyum menyeringai.
Diva langsung memalingkan wajahnya. Tentunya merasa malu.
“Cup!“ Calvin pun mencium bibir sang istri dengan cepat.
“Sayang!“ Semakin lama, Diva merasa rasa malunya semakin bertambah seiringnya waktu.
...***...
Setelah sarapan pagi, Calvin berniat pergi bersama sang istri ke tempat kejutan yang telah dibuat oleh nya. Alam hari ini sangatlah mendukung, kondisi sang istri baik-baik saja. Begitu pula dengan dirinya sendiri.
Setelah perjalanan yang dilakukan oleh keduanya, akhirnya sepasang pengantin baru itu sampai di tempat tujuan.
...☘️☘️☘️...
__ADS_1
Maaf klau bnyak typo hehe. Novel bru msh nunggu feedback dri editor pusat ya, mudah-mudahan tidak perlu revisi. Terimakasih atas dukungannya 😊