
...~𝙷𝙰𝙿𝙿𝚈 𝚁𝙴𝙰𝙳𝙸𝙽𝙶~...
Mereka berdua saling meratapi nasib mereka. Tidak disangka, keluhan Clara tadi menjadi nyata. Sebaiknya, berhati-hatilah dalam berbicara, karena omongan kita adalah doa.
⚘⚘⚘
Sementara di Sya.
Mengetahui dirinya akan pergi ke sebuah pesta pada minggu depan, Sya pergi ke Butik untuk membeli sebuah pakaian yang akan digunakannya minggu depan.
Sesampainya di Butik, Sya masuk dan mulai memilih pakaian yang cocok digunakannya. Salah satunya yang membuatnya menarik adalah The Glamorous Red.
Dengan pakaian yang terlihat terbuka di bagian bahunya. Ia memilih warna merah karena Sya menyukai warna merah. Sya membawa pakaian itu ke kasir dan membayarnya.
Sya membawa pakaian yang baru saja dibelinya dan pulang.
⚘⚘⚘
Satu minggu berlalu.
__ADS_1
Sya bersiap-siap untuk pergi ke Pesta. Sebelumnya, enam hari yang lalu, sahabatnya sudah diperbolehkan untuk pulang. (Bagian ini sudah dijelaskan di bab sebelumnya).
Sahabatnya akan dijaga oleh beberapa anak buah mafia papanya yang sudah ia percayai. Namun, tidak semua.
Usai bersiap-siap, Sya berangkat dengan mengunakan mobilnya. Sya pergi ke alamat yang dituliskan dalam surat undangan pesta tersebut.
Jalanan malam ini cukup ramai. Sepertinya Tuan acara mengundang banyak orang untuk menghadiri acara pesta miliknya. Beruntung, Sya berangkat cepat. Sya berangkat pada pukul enam sore.
Satu jam lagi baru acara dimulai, jalanan sudah macet parah seperti ini. Lalu, bagaimana jika berangkat lima belas menit sebelum acara mulai? Sepertinya jalanan akan sangat macet dibandingkan dengan macetan kali ini.
Usai melewati jalanan macet yang memerlukan waktu sekitar tiga puluh menit, akhirnya Sya sampai di tempat acara pesta tersebut akan dirayakan. Sya memarkirkan mobilnya dan turun. Semua para tamu menatap kagum kepada Sya. Pakaian Sya yang sangat anggun dan berkelas serta warnanya yang sangat pas.
“Selamat malam, Nona! Terima kasih sudah menghadiri pesta ini! Bisakah Nona menyebut nama Nona, nomor telepon Nona, dan alamat tinggal Nona serta nama perusahaan Nona?“ sambut salah satu Pelayan.
“Baiklah, tidak apa Nona! Sebutkan saja nama perusahaan Tuan Andrean!“ jawab Pelayan tetep tersenyum ramah.
“Terima kasih banyak! Nama saya Christine. Nomor telepon saya … Alamat tinggal saya … Nama perusahaan Tuan Andrean adalah …“ jelas Sya.
“Baiklah, Nona! Terima kasih banyak! Nona bisa duduk di kursi yang telah di sediakan kami! Selamat menikmati pesta malam ini, Nona!“ ucap Pelayan tersebut. Sya menanggapinya dengan senyuman manis.
Senyuman manis yang baru saja dikeluarkan oleh Sya membuat Pelayan tersebut menatap kagum pada Sya.
__ADS_1
“Cantik sekali Nona ini! Pas dengan namanya Christine!” gumamnya dalam hati.
Sya pergi mencari tempat duduk untuk didudukinya.
Di kejauhan.
“Heyy! Mengapa dia bisa hadir di pesta ini?“ tanya Clara heran dengan kedatangan Sya ke pesta ini.
“Aku juga tidak tahu, Clar! Mungkin lebih baik jika kamu fokus ke Tuan Calvin! Bukankah kamu menyukainya?“ sahut Ria.
“Iya! Yang dikatakan Ria betul, Clar! Daripada kamu fokus sama gadis itu, lebih baik kamu fokus pada Tuan Calvin! Buat dia menjadi milikmu malam ini juga!“ ucap Deshita.
“Baiklah! Aku akan mencoba mencari tahu kelemahan pria itu!“ ucap Clara.
“Aku ingin memberimu saran agar mudah untuk menjeratnya!” seru Deshita.
“Wah! Rencana apa itu?” tanya Clara antusias.
Deshita menjelaskan sarannya kepada Clara. Clara memanggut-manggut paham. Sedangkan Ria hanya menyimak percakapan Deshita dan Clara.
“Oke! Akan ku coba!“ ucap Clara.
__ADS_1
...𝚃𝙾 𝙱𝙴 𝙲𝙾𝙽𝚃𝙸𝙽𝚄𝙴𝙳... ...