Identitas Diva Yang Tersembunyi

Identitas Diva Yang Tersembunyi
DIVA | 53 : BALI


__ADS_3

Happy Reading...


“Tuan Calvin. Gorengan ini sangat banyak. Apa anda sudah tidak waras sehingga membeli semuanya?“ bisik Sya tepat di telinga Calvin yang membuat sang pendengar merasakan sengatan listrik di tubuhnya.


Sya sendiri sengaja berbisik tepat di telinga Calvin agar orang lain tidak mendengar suaranya itu.


“Nona. Apakah Nona ingin membelinya juga??“ tawar pedagang gorengan tersebut.


“Sepertinya tidak. Karena Tuan yang disebelah saya sudah memborong semuanya.“ jawab Sya.


Pedagang gorengan tersebut langsung terdiam. Menunggu jawaban dari Tuan yang disebelah Nona yang ia panggil barusan.


“Saya akan memborongnya. Ini uang untukmu, Pak.“ ucap Calvin setelah terdiam karena merasakan tubuhnya bagai tersengat listrik saat mendengar suara bisikan dari Sya.


Calvin memberikan uang satu lembar warna merah pada pedagang gorengan tersebut.


“Tuan. Saya sudah menghitung totalnya. Totalnya tidak sampai seratus ribu. Totalnya sekitar delapan puluh dua ribu rupiah. Kembaliannya delapan belas ribu rupiah.“ ujar pedagang gorengan tersebut sembari memberikan uang kembalian kepada Calvin. Uang yang diberikan ada yang berwarna ungu satu, kuning satu, abu-abu satu, dan yang terakhir koin seribu.


“Itu untuk Bapak saja. Lagipula, saya malas sekali untuk memegang uang recehan.“ ucap Calvin menolak uang kembalian dari pedagang gorengan tersebut.


“Benarkah, Tuan? Jadi, uang kembaliannya tidak ingin Tuan terima?“ seru pedagang gorengan tersebut dengan antusias. Begitulah reaksi pedagang, jika pembeli membayar uang lebih pada mereka.


“Iya.“ jawab Calvin singkat, padat, dan jelas. Sudah seperti sedang belajar bahasa Indonesia saja.


“Terima kasih banyak, Tuan.“ ucap pedagang gorengan tersebut membungkuk hormat kepada Calvin. Ia lalu membungkus semua gorengan yang diborong oleh Calvin.


Sya melirik jam tangannya. Yang awalnya baru pukul delapan pagi lewat tiga puluh menit, sekarang sudah pukul delapan pagi lewat empat puluh menit. Sudah berlalu sepuluh menit. Namun, dirinya belum membeli satupun makanan di sini.


Sya melangkah menjauh dari Calvin sembari mencari makanan yang diinginkan olehnya. Dan akhirnya matanya menemukannya makanan yang dicari-cari olehnya. Yaitu makanan soto ayam yang rasanya ia rindukan.


Sontak saja, Sya menghampiri pedagang yang menjual soto ayam tersebut untuk menanyakan harganya. “Harga soto ayamnya berapa ya, Pak??“

__ADS_1


“Satu porsi harganya dua puluh ribu, Neng.“ jawab pedagang soto ayam tersebut.


“Sisanya ada berapa porsi, Pak?“ tanya Sya.


“Ada sekitar enam porsi lagi, Neng.“ jawab pedagang soto ayam tersebut.


“Maklum, hari ini saya bangunnya kesiangan. Buat soto ayamnya jadi hanya bisa sedikit untuk menghemat waktu.“ jelasnya. Tidak diminta penjelasan, pedagang soto ayam ini malah menjelaskan.


“Kalau begitu, saya beli semuanya ya, Pak.“ ujar Sya.


Calvin yang melihat Sya dari kejauhan merasa hawa panas d hatinya. Hatinya tidak suka melihat Sya dekat dengan bapak pedagang soto ayam tersebut. Dengan cepat ia mengambil gorengan yang telah ia beli semua, lalu menghampiri gadis itu.


“Ayo, Nona! Waktu kita tinggal lima belas menit lagi!“ ajak Calvin yang tidak ingin berlama-lama di tempat tersebut. Ada dua alasan mengapa ia ingin cepat-cepat meningalkan tempat tersebut. Yang pertama, waktu penerbangan pesawat sebentar lagi akan sampai. Yang kedua, hatinya panas ketika melihat Sya dekat dengan bapak pedagang soto ayam ini.


Sya melirik jam tangannya. Dan benar saja, waktu tertinggal lima belas menit lagi. “Ini uangnya, Pak! Saya buru-buru, sisanya untuk Bapak saja!“ sembari memberikan dua lembar uang merah.


“Hah? Yang benar saja, Neng! Neng tidak bercanda sama Bapak, kan?“ tanya pedagang soto ayam tersebut dengan rasa kurang yakin dalam hatinya. Takutnya sudah berbahagia di atas langit, eh ternyata malah dipermainkan. Jatuh itu sakit sekali.


“Tidak, Pak! Saya tidak bercanda! Saya buru-buru nih, Pak!“ jawab Sya.


“Sama-sama, Pak!“ jawab Sya lalu tanpa sadar menggandeng tangan Calvin. Calvin langsung terkejut ketika mendapatkan perlakuan dari Sya.


...☘️☘️☘️...


Bandara.


Usai berlari untuk sampai ke Bandara ini kembali, akhirnya Sya dan Calvin sampai. Sya baru menyadari apabila dirinya menggandeng tangan Calvin. Benar-benar memalukan sekali.


Sya melepaskan gandengan tangan mereka. Namun, Calvin malah balik menggandeng tangannya.


Sya dan Calvin melihat sosok pria yang tidak asing. Sosok pria tersebut ialah Devan. Devan asisten Calvin.

__ADS_1


“Tuan Devan! Anda sudah berada di sini? Bukankah Anda tadi masih berada di tempat jual makanan khas Indonesia?“ tanya Sya terheran-heran.


“Saya sudah balik terlebih dahulu, Nona. Lagipula, saya sudah membeli ini.“ jawab Calvin menunjukkan makanan yang sudah dibelinya tadi.


“Andai saja Nona tahu. Tuan Calvin menatapku tajam agar memintaku dan pembeli lainnya pergi dari sana dengan membayar uang seratus juta. Semua itu Tuan Calvin lakukan karena mencintaimu, akan tetapi saya kurang mengetahui. Apakah Tuan Calvin hanya terobsesi dengan wajah Nona Christine yang mirip dengan gadis yang ditolongnya dulu, atau benar-benar mencintaimu Nona? Saya berharap, Tuan Calvin benar-benar mencintai Anda, bukan hanya rasa obsesi semata,“ batin Devan menatap Sya.


Calvin yang melihat Devan menatap Sya merasakan panas lagi di hatinya. Lagi-lagi, ia tidak suka melihat Sya ditatap oleh pria lain selain dirinya sendiri.


“Lagi-lagi, aku merasakan panas di hatiku. Aku tidak begitu suka melihat Nona Christine dilirik pria lain. Ada apa sebenarnya dengan hatiku?“ batin Calvin bingung.


Melihat kedua pria ini menatap dirinya, Christine alias Sya langsung membuka suara. “Ayo, kita langsung naik pesawat! Sebentar lagi, pesawat akan lepas landas!“


Sontak, kedua pria tersebut menghentikan tatapan mereka. Calvin mengira apabila Devan menyukai Christine. Padahal tidak semua pria yang melihat Christine, menyukai Christine. Kesalahpahaman antara Calvin dan Devan akan dimulai.


“Ayoo! Mengapa kalian berdua malah melamun? Sepuluh menit lagi pesawat akan lepas landas! Kita ini naik pesawat umum, bukan pesawat pribadi!“ seru Sya lagi setelah menyadari apabila kedua pria ini malah melamun. Entah apa yang dilamunkan oleh kedua pria itu.


“Eeh … Iya! Ayo!“ ajak Calvin menarik tangan Devan secara paksa. Mereka berdua langsung masuk ke pesawat setelah mendapatkan izin oleh petugas dan menunjukkan tiket mereka.


...☘️☘️☘️...


Perjalanan pesawat kali ini, membutuhkan waktu yg tidak lama untuk sampai ke Bali. Namun, beberapa orang memilih untuk beristirahat di pesawat. Zaman sekarang sudah modern, untuk sampai ke Bali dengan menggunakan pesawat hanya membutuhkan waktu kurang lebih dua jam. Dua jam itulah yang digunakan penumpang untuk beristirahat. Sebagian besar orang-orang yang ingin berpergian esok harinya, maka pada saat malam harinya, mereka akan melepas kerinduan kepada keluarga mereka. Sebagian ada yang tidur lebih cepat dari biasanya agar tubuh lebih fit untuk esok harinya.


Waktu berjalan begitu cepatnya apabila berada dalam pesawat. Mungkin kita akan mengira, waktu dua jam itu sangatlah lama apabila kita tidak tidur. Namun, apabila kita tertidur pulas, maka kita tidak akan menyangka apabila kita sudah sampai di tujuan.


Itulah yang dialami oleh Christine alias Sya. Dia tertidur pulas di pesawat. Dan baru saja merasa tidur beberapa menit, ternyata ia sudah sampai di tujuan.


“Ayoo, bangun!“ ucap Calvin membangunkan Sya. Calvin, Sya, dan Devan sengaja duduk di kursi yang berderetan yang sama. Tujuannya, agar mudah membangunkan salah satu di antara mereka bertiga apabila tertidur di dalam pesawat. Selain itu, kita tidak perlu repot mencarinya. Terlebih lagi jumlah penumpangnya yang sangat tidak terkira, tidak mungkin mereka akan menemukannya dengan mudah.


“Kita sudah sampai?“ tanya Sya dengan suara khas bangun tidurnya sembari meregangkan tubuhnya yang terasa kaku. Itulah kebiasaan orang-orang tidur di kursi, sehabis bangun, tubuh akan terasa pegal dan kaku.


“Sudah. Ayo turun!“ ajak Calvin. Mereka bertiga pun turun dari pesawat setelah mengantri. Penumpang lain tidak sabar untuk segera turun dari pesawat.

__ADS_1


To be continued...


Maaf lagi-lagi belum sampai 1000 kata, besok diusahakan lanjut kembali di bab ini. Jangan lupa untuk dibaca ulang besok ya. Untuk jamnya, tidak tentu. Author ini orangnya kalau menulis suka mencicil dari lagi sedikit-sedikit, maka jangan heran mengapa sedikit-sedikit ada yang berubah di bab ini besok. Oh ya, kemungkinan setelah sampai di Bali, kalian akan merasakan baper akan keromantisan Sya ❤ Calvin. Ditunggu ya. Jangan lupa dukungannya ya. Terima kasih banyak~❤


__ADS_2