Identitas Diva Yang Tersembunyi

Identitas Diva Yang Tersembunyi
DIVA | 13 : BUKTI


__ADS_3

...~𝙷𝙰𝙿𝙿𝚈 𝚁𝙴𝙰𝙳𝙸𝙽𝙶~...


Setelah Eca meminum obat, Eca berbincang sebentar dengan sahabatnya.


“Sya, aku koma udah berapa lama?” tanya Eca kepada Christine alias Sya.


“Sekitar empat tahunan.” jawab Christine alias Sya.


“Empat tahunan? Serius kamu, Sya?” tanya Eca lagi kepada Christine alias Sya dengan wajah terkejutnya.


⚘⚘⚘


Sementara di luar ruangan Eca.


“Apa yang tadi ia panggil kepada Christine? Sya?” gumam Clara dalam hati.


Ya, dia adalah Clara. Clara baru saja ingin kembali menemui kedua sahabatnya, namun saat ia ingin menemui kedua sahabatnya, ia malah mendapatkan berita mengejutkan!


“Sya.. kenapa namanya seperti nama panggilan Nona Diva Anastasya yang hilang tanpa kabar?” batin Clara.


“Sulit sekali mencari identitas kamu, Christine,” gumam Clara dalam hati.


Clara memilih pergi setelah melihat Christine hendak keluar dari ruangan Eca. Clara langsung bergegas ke ruang sahabatnya yang bernama dokter Ria.


Tanpa menunggu lama-lama, Clara langsung bergegas berlari ke ruangan Ria. Dan tanpa diketuk pintu, Clara langsung masuk tanpa ada sikap sopan santun nya.


“Maaf. Sebelum masuk, sebaiknya Anda mengetuk pintunya terlebih dahulu.” ucap dokter tersebut.


“Kamu siapa? Mengapa Anda ada di ruangan sahabat saya?” tanya Clara bertubi-tubi kepada dokter tersebut.


“Maaf …, anda sahabatnya Ria? Ria sudah diturunkan jabatannya.” jawab dokter tersebut.


“Hah? Aku tidak mengerti! Tolong jelaskan secara rinci kepada ku!” perintah Clara kepada dokter tersebut seolah Clara adalah atasan dari dokter tersebut.


“Ria diturunkan jabatannya dikarenakan bermain game saat jam kerja. Ria sekarang menjadi apoteker.” sahut dokter tersebut.


“Apa? Baiklah. Dia ada di ruangan mana??“ tanya Clara lagi kepada dokter tersebut.


“Di lantai dasar, ruangan nomor 002.” jawab dokter tersebut.


Setelah mendapatkan jawaban yang diinginkannya, Clara pun langsung bergegas ke lantai dasar.


Sebelumnya, Clara ke lantai dua. Karena ruangan Ria sahabatnya ada di lantai dua. Jadi, karena sekarang sudah dipindahkan dan diturunkan jabatannya, Clara harus ke lantai bawah.


“Dasar! Sudah mendapatkan jawabannya, dia langsung kabur begitu saja! Tidak punya sopan santun!” omel dokter tersebut kesal kepada Clara.


Dokter tersebut kembali melanjutkan pekerjaannya.


⚘⚘⚘

__ADS_1


Sementara di Christine alias Sya.


Setelah Eca tertidur, Christine kembali mengambil laptop kesayangannya di tasnya.


Christine mulai membuka aplikasi yang biasanya sering ia gunakan untuk menge hack informasi orang-orang yang dibutuhkannya.


Christine mulai mengetik dengan jari mungilnya dengan cepat.


Beberapa menit kemudian.


Setelah beberapa menit Christine mengetik, Christine menemukan informasi yang ingin ia dapatkan.


“Ya ampun... aku tidak menyangka jika di a lagi yang melakukan hal ini! Padahal aku sudah meringankan beban perusahaan ayahmu. Baiklah, aku tidak bisa berlama-lama, aku akan segera melakukan sesuatu.” ujarnya dengan suara keras saking kesalnya pada orang tersebut.


Sedangkan Eca tertidur dengan nyenyak. Saking nyenyak nya, dirinya tidak mendengar sama sekali suara yang dikeluarkan Christine. Padahal suara yang baru saja dikeluarkan Christine lumayan besar.


“Astaga.. aku lupa, Eca kan sedang tertidur! Beruntung Eca tidak terbangun karena terganggu dengan suara aku ini.” gumam Christine alias Sya sambil melihat Eca tertidur lelap di brankar pasien tersebut.


“Ini aku baru saja mendapatkan beberapa bukti saja. Jika hanya beberapa bukti, polisi tidak akan percaya. Apalagi rekaman CCTV itu masih belum aku dapatkan.” gumam Christine dalam hati.


Christine mulai meregangkan jari tangannya yang terasa sedikit kaku.


Christine mengetik dengan cepat kembali setelah meregangkan jari tangannya.


⚘⚘⚘


Sementara di Deshita.


“Iya, Shita. Ada apa?” tanya Ria kepada Deshita.


“Kamu udah hapus semua buktinya yang ada saat itu, belum?” tanya Deshita kepada Dokter Ria.


“Bukti apaan, Shita?“


“Bentar.. kamu ambil dulu obat yang diminta orang ituu. Takutnya dia malah dengar pula. Gawat nanti!”


“Iya juga ya.” sahut Dokter Ria lalu meninggalkan Deshita yang duduk di ruangannya. Dokter Ria kembali ke tempat kasir apoteker.


Dokter Ria mulai melayani satu per satu orang yang ingin membeli obat.


Setelah selesai, Dokter Ria pun kembali masuk ke dalam ruangannya.


“Shita, tadi kamu bilang ada yang kamu kasih tahu. Emang apaan?” tanya Dokter Ria kepada Deshita yang notabene sahabatnya sembari duduk di kursi sebelah Deshita.


“Itu.. pas kita berdua lakukan misi. Nah, pas udah selesai, tadi kan sebelum main game bareng aku udah kasih tahu kamu. Jadi, udah kamu hapus semua buktinya??” tanya Deshita kepada Dokter Ria.


“Belum.” jawab dokter Ria dengan wajah tak bersalah sama sekali.


“Ya ampun …, Ria!! Kamu tahu gak, kalau enggak dihapus, nanti kita bisa ketahuan!!” hardik Deshita kepada dokter Ria.

__ADS_1


“Hiks .. Iya aku tahu .. Maaf ya, Shita. Aku bakalan hapus nih sekarang.” sahut dokter Ria sembari mengambil laptop kesayangan milik nya.


Beberapa menit kemudian.


“Deshita... laptop aku gak bisa dibuka nih.” ucap dokter Ria.


“Apa??” ucap Deshita terkejut.


“Iyaa.. gak tahu ini kenapa tiba-tiba gak bisa.” sahut dokter Ria.


“Ya ampun... mana buktinya semua ada di laptop kamu lagi! Huftt .. ada data cadangan, gak??” tanya Deshita kepada dokter Ria.


“Data cadangan?”


“Iyaa, Ria.” jawab Deshita.


“Ada.”


“Syukurlah .. ya sudah, mana??” tanya Deshita kepada dokter Ria yang notabene nya adalah sahabatnya.


“Kayaknya ketinggalan dirumah deh.” jawab Dokter Ria.


“APA??”


⚘⚘⚘


Sementara di Christine alias Sya.


“Hufttt ... tinggal sedikit lagi! Ayoo semangat, Sya!! Kamu pasti bisa dapatin buktinya hari ini!!” ucap Sya kepada dirinya sendiri. Sya menyemangati dirinya.


Christine alias Sya pun mengetik dengan sangat cepat. Dan bahkan lebih cepat dari sebelumnya.


Tak! Tak! Tak!


Suara tersebut merupakan suara jari mungil Sya menekan tombol yang ada di keyboard.


Jika ingin menge hack informasi seseorang, itu tidak mengetik sembarangan. Harus banyak ada persiapannya.


Yang pertama, siapkan mental. Karena jika kemungkinan dalam proses menge hack itu gagal, maka komputer ataupun laptop yang digunakan untuk menge hack seseorang akan rusak.


Yang kedua, harus punya ilmu dalam menge hack. Karena jika tidak punya ilmu dalam menge hack sama sekali, maka kita tidak bisa menge hack informasi seseorang.


Yang ketiga, jangan sampai ketahuan. Biasanya ini adalah poin terpenting, karena jika kita ketahuan dari si pemilik informasi yang ingin kita cari, maka kita akan gagal dan bisa saja si pemilik informasi yang ingin kita cari melaporkan kepada polisi.


...𝚃𝙾 𝙱𝙴 𝙲𝙾𝙽𝚃𝙸𝙽𝚄𝙴𝙳......


Yang baru saja Author share itu adalah hasil pikiran yang ada di Author..


Sebelumnya sih Author tidak pernah memikirkan hal tersebut. Tapi entah mengapa pada saat di akhir bab, justru Author malah mengetik hal seperti tersebut.

__ADS_1


Udah ya.. jangan lupa dukungannya buat Author nih, hehe.


Thank's All. 🙏🏻💞


__ADS_2