Identitas Diva Yang Tersembunyi

Identitas Diva Yang Tersembunyi
DIVA | 76 : MENYUSUN RENCANA


__ADS_3

Happy Reading...


“Baiklah. Kau boleh pergi sekarang!“ jawab Bos nya.


“Baik, Bos.“ Meskipun tidak dihargai, namun dirinya tetap bertahan dengan profesinya, karena dirinya masih membutuhkan uang untuk biaya kehidupannya kelak.


“Oh ya, Bos. Saya baru saja mendapatkan kabar dari gadis tersebut, apabila gadis tersebut yang baru saja merencanakan sebuah pernikahan, justru sekarang menundanya,“ jelasnya.


“Menunda?“ Bos itu terlihat mengernyitkan alisnya.


“Ya, Bos. Baru saja, saya mendapatkan kabar dari gadis tersebut melalui media sosial. Bos bisa melihatnya sekarang,“ jawab anak buahnya.


“Gadis tersebut merencanakan pernikahan dengan siapa? Pria siapa yang ingin menikahi gadis tersebut?“ Bos itu terlihat tidak terima.


“Calvin namanya, Bos.“ jelas anak buahnya.


“Calvin? Calvin Erland?”


“Ya, Bos.“ jawab anak buahnya.

__ADS_1


“Itu kan pria yang menolong kecelakaan empat tahun yang lalu! Aku benar-benar dendam dengannya. Mengapa dirinya bisa berada di jalan saat itu? Gara-gara dia, rencana aku untuk membunuh keluarga gadis tersebut dan sahabatnya hancur karena pewarisnya masih hidup!” geram Bos itu sembari mengepalkan tangannya dengan kuat. Sepertinya akan ada acara lempar-lemparan lagi.


“Apa Bos ingin menyusun rencana untuk melenyapkan gadis tersebut?“ tanya anak buahnya.


“Ya, sepertinya itu adalah ide terbaik. Mengingat gadis itu menunda pernikahannya, bukankah akan menjadi rencana bagus?“ tanya Bos itu sembari memberikan kode kepada anak buahnya.


Anak buahnya pun langsung mengerti maksud dari Bos nya. “Ya, Bos. Itu adalah rencana bagus. Kita harus segera menyusunnya dengan rapi agar tidak ada satupun orang yang mengetahuinya selain kita berdua,“


“Baiklah, kau bantu aku susun rencananya.“


...☘️☘️☘️...


Waktu terus berlalu, hingga tidak terasa, yang tadinya masih pagi hari, sekarang sudah malam hari.


“Sebaiknya, berkas yang masih tersisa sedikit ini langsung segera aku selesaikan.“ gumam Diva sembari melihat berkas yang awalnya terkumpul bagaikan gunung, kini sudah tersisa bagaikan tetesan air.


Dengan cepat, Diva pun segera menyelesaikannya.


...☘️☘️☘️...

__ADS_1


“Bos. Menurutku, rencana ini cocok dilaksanakan sebelum Pernikahan gadis tersebut dengan calonnya.“ ucap anak buahnya memberikan saran kepada atasannya.


“Kenapa kau mengatakan rencana ini cocok dilaksanakan sebelum Pernikahan?“ tanya Bos itu sembari melihat kertas yang bertuliskan semua strategi rencana tersebut.


“Karena, jika gadis tersebut matii dengan rencana yang kita buat. Maka, pernikahan gadis tersebut pasti tidak akan terlaksanakan bukan? Dan terlebih lagi, gadis tersebut akan menerima malu meskipun sudah matii,“ jelas anak buahnya dengan panjang lebar. Berharap atasannya mengerti.


“Jadi, saat hari acara pernikahannya, rencana ini akan dilaksanakan? Begitu?“ tanya Bos itu lagi.


“Iya, Bos. Begitu maksud saya.“ jawab anak buahnya.


“Ya, rencana yang kau susun bagus juga.“ puji Bos itu membuat anak buahnya yang itu merasa sedikit dihargai.


“Terima kasih banyak, Bos.“ jawab anak buahnya.


“Lalu, apa kau sudah mengetahui kapan dia akan menikah?” tanya Bos itu lagi dan lagi.


“Yang baru saja, aku ketahui, Bos. Dia menunda pernikahannya yang awalnya besok menjadi dua minggu lagi,“ jelas anak buahnya.


“Apa!? Yang benar saja, dua minggu lagi!“ Bos itu menatap anak buahnya dengan tatapan tidak percaya.

__ADS_1


“Iya, Bos. Itu ditunda dengan waktu yang cukup lama, karena disebabkan pekerjaan keduanya masih banyak saat ini. Dan juga mengingat persiapan pernikahan mereka yang akan dilaksanakan dengan mewah, tentu membutuhkan waktu lama untuk menyiapkan semuanya,“ jelas anak buahnya dengan panjang lebar.


To be continued...


__ADS_2