Identitas Diva Yang Tersembunyi

Identitas Diva Yang Tersembunyi
DIVA | 49 : DESHITA, RIA, CLARA.


__ADS_3

Happy Reading...


“Seandainya kamu tahu, Tuan Calvin. Jika gadis yang kamu cari itu adalah aku. Bagaimana reaksimu? Akankah kamu marah dengan tindakanku ini?“ batin Sya menatap wajah Calvin.


“Aku merindukanmu... gadisku.. Semoga kita secepatnya bertemu. Aku sangat-sangat merindukanmu....“ batin Calvin menatap balik wajah Christine yang sangat mirip dengan gadis yang ditolongnya dulu, ia juga sempat memfotonya. Keduanya sangatlah mirip. Namun, Calvin tidak bisa menebak begitu saja. Bisa saja bukan apabila gadis yang ia tolong dulu memiliki saudari kembar??


Suasana sunyi.


“Baiklah. Kira-kira, kapan ingin dimulai proses pembangunan hotelnya??“ tanya Sya memecahkan kesunyian yang ada di ruangan ini.


“Mungkin bisa di percepat, Nona. Kalau bisa sih ya, minggu depan sudah dimulai. Proses pembangunan yang cukup lama, sebaiknya proses pembangunan hotel dimulai lebih cepat agar lebih cepat pula selesainya.“ jelas Calvin.


“Yap, anda benar, Tuan. Jika pembanguan dimulai lebih awal, maka selesainya lebih awal juga! Saya akan siapkan pembangunan hotelnya minggu depan! Lokasinya di Bali, untuk alamat lebih lengkapnya ada di berkas perjanjian kita. Anda bisa datang kapan saja ke lokasi.“ sahut Sya.


“Baiklah. Saya harap, Anda tidak mengecewakan hasilnya kepada saya. Saya berharap, hasil pembangunan hotel ini sesuai dengan penjelasan Anda.“ jawab Calvin dengan senyuman menghias di wajah tampannya tersebut.


“Tentu saja.“ sahut Sya.

__ADS_1


...☘️☘️☘️...


Rumah Sakit milik mendiang Mama Sya.


Rivan menunggu Dokter selesai melakukan pemeriksaan pada Clara dengan rasa khawatir. Khawatir takut terjadi apa-apa dengan wanitanya, takut terjadi sesuatu dengan kandungannya.


Jika bertanya, mengapa malam tersebut bisa terjadi. Maka berikut ini merupakan jawaban sesungguhnya.


Flashback on.


Di sebuah bangunan mewah yang terlihat seperti bangunan hotel. Namun, tempat tersebut bukanlah tempat hotel melainkan tempat bar. Bar ini dibangun dengan biaya yang sangat tinggi. Jika kalian melihat bangunan ini, sudah dipastikan, kalian akan menganggapnya ini adalah sebuah bangunan hotel.


“Clara! Cepetan sini, kamu harus minum ini agar kesehatan kamu membaik!“ panggil Deshita.


“Tidak, tidak! Aku tidak mau, Des! Jangan paksa aku! Ini tidak baik untuk kesehatan, Des! Apa kamu sedang di bawah alam sadarmu lagi! Ayoo sadarlah, Des!“ tegas Clara.


“Tidak, kamu harus meminumnya!“ Deshita memaksa Clara untuk menelan alkohol tersebut. Namun, Clara membuangnya.

__ADS_1


“Clara!“ bentak Deshita.


“Aku tidak peduli! Jangan memaksakan kehendakmu!“ tegas Clara.


Jika kalian berpikir jika Ria, Deshita, dan Clara adalah sahabat yang baik, maka salah. Ria adalah orang baik di sini, hanya saja karena kekayaan yang dimiliki olehnya yang membuatnya sombong seperti itu. Ria berbeda dengan Deshita.


Keluarga Deshita memiliki kebiasaan mabuk-mabukkan dan merokok serta mengonsumsi obat-obatan terlarang. Hal tersebut ditunjukkan saat Deshita masih kecil. Yang membuat Deshita menjadi seperti keluarganya.


Lalu, bagaimana dengan Clara? Sifat Clara ini sama seperti Ria. Sombong karena kekayaan yang dimiliki. Tidak menyadari apabila kita adalah atasan orang, namun masih ada lagi di atas kita. Itulah yang sering dilakukan manusia sekarang. Sombong karena kekayaan, sombong karena cantik, tanpa tahu bahwa di atas kita masih memiliki lebih dari kita.


Deshita terus memaksakan Clara hingga alkohol tersebut tertelan masuk ke lambung Clara. Clara kesal dengan Deshita yang terus-menerus memaksanya.


Mengapa Clara menolak minuman dari Deshita? Karena minjam tersebut ditaburi obat oleh Deshita, Clara melihat itu dengan mata kepalanya sendiri. Sungguh, tak menyangka.


Akhirnya, Clara terperangsang. Deshita memapah Clara masuk ke dalam kamar hotel dengan sembarangan.


To be continued..

__ADS_1


Maaf updatenya hanya sedikit. Sedikit aja masih ada kesalahannya ini🤣. Kalau ada typo, komen ya. Terimakasih banyak.


__ADS_2