Identitas Diva Yang Tersembunyi

Identitas Diva Yang Tersembunyi
DIVA | 78 : RENCANA KEDUA


__ADS_3

Happy Reading...


Pengawal tersebut terus melangkah tanpa keraguan di dalam hatinya. Terlebih lagi, ia diminta oleh Calvin untuk menjaga Diva dengan baik.


Hingga tiba-tiba, terdengar suara yang mengejutkan semua orang dari mobil tersebut.


“Duar!“


Mobil tersebut tiba-tiba meledak. Pengawal yang awalnya pergi untuk mengecek pun hampir saja ikut meledak bersama mobil tersebut. Bahkan beberapa langkah di depannya, mobil tersebut meledak. Bayangkan saja apabila pengawal tersebut melangkah lebih cepat, bisa-bisa dia juga ikut meledak bersama mobil tersebut.


Pengawal tersebut pun menjauh dari lokasi meledaknya mobil tersebut kurang lebih satu kilometer. Pengawal tersebut mengambil ponselnya yang ada di saku celananya lalu mulai menghubungi pemadam kebakaran.


Setelah menghubungi pemadam kebakaran, pengawal tersebut segera menghubungi atasannya.


Namun, belum lagi dirinya meng-klik untuk menghubungi Calvin atasannya, ia sudah lebih dulu di hubungi oleh atasannya. Tanpa rasa keraguan ataupun rasa takut, pengawal tersebut segera mengangkatnya. “Halo, Tuan.“


“Halo! Ini sudah pukul delapan lebih, kamu sudah berada di mana?“ tanya Calvin langsung ke intinya tanpa basa-basi panjang dengan orang yang ditugaskan olehnya untuk menjaga Diva dengan baik.


“Saya masih di jalan, Tuan. Saya baru saja mengirimkan lokasi saya saat ini.“ jelas pengawal tersebut.


“Baiklah, aku akan memeriksanya. Jangan mematikan sambungan telepon,“ ucap Calvin menekankan setiap kata yang dilontarkan olehnya.


Calvin pun segera mengecek lokasi yang dikirimkan pengawalnya tersebut. Dan ternyata yang dikatakan oleh pengawalnya adalah benar, pengawalnya saat ini sedang berada di tengah jalan. Namun, Calvin merasa aneh, bukannya di jalan, lokasi pengawalnya akan berpindah-pindah? Mengapa lokasi pengawalnya sejak tadi tidak berpindah-pindah?


Tanpa basa-basi, ia langsung menanyakan hal tersebut kepada pengawalnya. “Hei! Mengapa lokasi-mu tidak berpindah-pindah?”


Mendengar pertanyaan dari atasannya barusan, membuat pengawal tersebut merasakan rasa gugup menyelimuti tubuhnya.


“I-Itu …“ Pengawal tersebut terlihat sangat gugup untuk menjelaskan semuanya kepada atasannya. Apakah atasannya nanti akan marah setelah mendengar penjelasan olehnya? Entahlah. Namun yang membuat pengawal tersebut merasa gugup adalah, atasannya akan memecat karena bekerja tidak konsisten.


“Jelaskan semuanya kepada-ku!“ perintah Calvin tidak terbantahkan dan tegas.


Pengawal tersebut akhirnya mulai menjelaskan semuanya kepada atasannya tanpa ada satupun hal yang dilewati ataupun ditambah dengan bumbu-bumbu tidak jelas.


...☘️☘️☘️...


Sementara di suatu Markas.

__ADS_1


Eric sangat marah ketika mengetahui rencananya gagal total. Rencana yang dibuat dengan susah payah, bahkan hingga mengatur strategi dengan baik, namun semuanya gagal total. Hanya karena satu kesalahan yang dilakukan Eric yaitu menyalakan bom terlalu cepat.


Eric sengaja meletakkan bom di sebuah mobil yang diletakkan begitu saja di jalanan. Pastinya sudah mengatur semuanya. Namun, semuanya gagal total hanya karena kesalahan yang diperbuat oleh pria tersebut.


Di saat pria tersebut sedang marah, anak buahnya yang membantu dirinya mengatur strategi rencana dengan baik pun menghampiri.


“Bos.“ panggilnya.


Eric langsung menoleh ke sumber suara. Ternyata yang memanggilnya adalah anak buahnya yang saat itu membantu dirinya untuk mengatur strategi dengan baik bahkan membangun dirinya membuat rencana dengan baik. Apa jangan-jangan, anak buahnya itu yang membuat semuanya hancur?


Tanpa basa-basi, Eric langsung menarik kerah kemeja yang digunakan anak buahnya itu.


Anak buahnya itu langsung terkejut dengan aksi yang dilakukan oleh Bos nya barusan. Apa alasan Bos nya hingga menarik kerah kemeja-nya? Namun, saat dirinya ingin bertanya, dirinya justru dihajar habis-habisan oleh Eric.


“Bugh! Bugh! Bugh!“


Anak buahnya itu bisa merasakan sakit yang luar biasa di pipinya karena dihajar oleh Eric.


Lalu, Eric menendang kaki anak buahnya yang itu hingga tersungkur di lantai.


Anak buahnya yang itu hanya bisa pasrah dengan apa yang akan dilakukan oleh Eric. Pastinya rencana yang dibuat, gagal total.


Tanpa basa-basi, Eric langsung menginjak dadaa anak buahnya itu dengan kuat sehingga anak buahnya terbatuk-batuk dan mengeluarkan daarah dengan jumlah yang sangat banyak. Eric pun mengambil suntikan racun dari sakunya.


Anak buahnya itu menggeleng dengan wajah iba memohon ampun. Namun sayangnya, Eric tidak memedulikan tatapan iba dari anak buahnya.


Eric langsung menyuntikkan cairan racun itu ke dalam tubuh anak buahnya tanpa rasa iba sama sekali. Biarlah dirinya dinilai kejam oleh orang-orang.


Tanpa sengaja, anak buahnya yang sedang bertugas untuk membersihkan salah satu ruangan yang terletak agak dekat dengan ruangan Eric, melihat semua yang dilakukan Eric.


Setelah memastikan anak buahnya yang itu sudah meninggal di tempat, Eric langsung berniat membersihkan tangannya yang kotor. Tanpa sengaja, melihat anak buahnya yang menatap ke arah dirinya dengan tubuh bergetar. Pasti anak buahnya yang melihat semua dilakukan olehnya.


“Apapun yang kamu lihat tadi, anggap saja hanya angin berlalu. Singkirkan mayatnya. Aku tidak peduli, mau kamu buang ataupun kamu makamkan sendiri,“ perintah Eric.


“Ba-Baik, Bos.“ jawab anak buahnya itu lalu langsung masuk ke ruangan Eric dan mengangkat tubuh mayat anak buah Eric itu.


Eric langsung menuju Wastafel untuk mencuci tangannya. Ia membuang suntikan tadi ke dalam tong sampah dan mulai mencuci tangannya dengan sabun. Bahkan pria itu menggunakan sabun dengan jumlah banyak. Maka tidak heran jika pria ini bisa menghabiskan satu botol sabun dalam sehari. Tidak peduli ukuran botol tersebut besar maupun kecil.

__ADS_1


Setelah memastikan tangannya tidak ada noda kotor sama sekali, ia pun mengelap tangannya yang basah dengan sapu tangannya.


Pria itu kembali ke ruangannya. Tanpa sengaja, melihat anak buahnya yang tadinya melihat semua yang dilakukan oleh nya kepada anak buahnya yang sudah meninggal sekarang, sedang melakukan menggali tanah dengan cangkul.


“Sepertinya dia ingin mengubur mayat itu,“ batinnya tanpa rasa iba sama sekali. Lalu mendekati anak buahnya yang sedang menggali tanah.


“Hei, kau! Setelah selesai dengan kegiatan-mu ini, pergi ke ruangan-ku! Aku akan menunggumu satu jam. Jika lebih dari satu jam, kamu tidak datang juga, maka jangan salahkan aku jika nasibmu akan sama dengan mayat dia,“ ucap Eric sembari tersenyum seringai di wajahnya sembari menunjuk mayat anak buahnya yang tadi disuntik racun olehnya.


“Ba-Baik, Bos.“ jawab anak buahnya yang sedang menggali tanah dengan gugup.


Eric pun langsung pergi meninggalkan anak buahnya yang sedang menggali tanah sendirian. Tanpa berbuat untuk membantu anak buahnya itu sama sekali.


...☘️☘️☘️...


Empat puluh lima menit pun berlalu.


Anak buahnya yang tadinya ditugaskan oleh Eric untuk melakukan sesukanya dengan mayat tersebut pun langsung menuju ke ruangan Eric dengan keringat yang membasahi tubuhnya itu. Sepertinya dia sangat lelah setelah menggali tanah sendirian. Kemeja dan celana panjang yang digunakan olehnya bahkan sangat kotor karena terkena tanah.


“Bos.“ panggilnya saat sampai di ruangan Eric.


Eric langsung menoleh ke arah sumber suara. Ia melihat pakaian yang digunakan anak buahnya sangatlah kotor, membuat dirinya jijik.


“Pergi bersihkan tubuhmu! Aku beri waktu lima menit dari sekarang!“ perintah Eric yang membuat anak buahnya itu langsung berlari sempoyongan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh.


“Jijik.“ ucap Eric.


Lima menit berlalu.


Anak buahnya itu pun sudah selesai membersihkan tubuh. Pakaian kotor yang tadinya digunakan sekarang sudah diganti dengan pakaian baru.


“Kemari!“ ucap Eric. Anak buahnya yang itu hanya patuh dengan ucapan atasannya agar nasib dirinya tidak seperti anak buah atasannya yang tadi dimakamkan olehnya.


“Bantu aku untuk membuat rencana kedua!“


To be continued...


Rencana satu, Diva tidak kenapa2. Bagaimana dengan rencana kedua?

__ADS_1


Jangan lupa likenya. Kalau likenya normal seperti kemarin-kemarin, besok double update.


Terimakasih


__ADS_2