
...~𝙷𝙰𝙿𝙿𝚈 𝚁𝙴𝙰𝙳𝙸𝙽𝙶~...
⚘⚘⚘
Sementara di luar ruangan sahabat Sya.
.
Dokter Ria tidak pergi ke kamar mandi, justru ia mengikuti Sya walau ia agak telat. Tapi dokter Ria sedikit beruntung karena jalan ia mengikuti Sya sama dengan jalan menuju ke kamar mandi, tidak hanya itu saja, dokter Rosetta yg merupakan pemilik sekaligus atasan rumah sakit tempat ia bekerja pun tidak lagi memergokinya.
Dokter Ria pun mengintip yg di lakukan Sya melalui celah pintu. Walau celah nya terlalu kecil, namun dokter Ria menggunakan kaca pembesar untuk melihat hal tersebut.
“Siapa dia?? Ah.... (berpikir sejenak) tadi kalau gak salah dia bilang mau jengukin temannya eh sahabatnya.” gumam Dokter Ria dalam hati.
“Mengapa wajah mereka berdua seperti tidak asing?” batin dokter Ria.
“Aku harus merencanakan sesuatu nih! Gara-gara dia, aku hampir saja kena marah mama karena dipecat.” batin Dokter Ria tidak terima.
Dokter Ria pun kembali mengingat kejadian saat itu. Tepatnya pada saat dokter Ria dipecat dari rumah sakit milik mendiang mama Sya.
Flashback on. ⚘
Pada saat itu, dokter Ria selalu datang terlambat ke rumah sakit milik mendiang mama Sya yg saat Sya kelola. Namun, Sya tidak mengenalkan kepada semua orang jika dirinya adalah anak dari pemilik rumah sakit tersebut melainkan Sya mengenalkan kepada semua orang jika dirinya adalah orang yg diminta oleh pemilik rumah sakit untuk mengelolanya dengan baik.
Dan sangat pas sekali, di hari tersebut dokter Ria memiliki banyak jadwal pasien karena selama beberapa hari ini ia menundanya. Beruntung para pasien masih menerimanya dengan baik.
Christine alias Sya saat itu sedang menunggu dokter Ria datang.
Setiap hari, semua pekerja rumah sakit akan diabsen satu per satu agar tahu siapa yg tidak datang dan siapa yg datang.
Christine pun menunggu dokter Ria datang. Karena semua pekerja rumah sakit ini telah diabsen kecuali dokter Ria karena dokter Ria belum sama sekali datang ke rumah sakit ini.
Christine pun menunggu-nunggu sambil gugup. Ia takut terjadi sesuatu dengan pekerja satunya tersebut.
Hingga akhirnya Christine pun memilih mengambil alih jadwal dokter Ria. Ia lebih memilih untuk memeriksa pasien yg sudah dijadwalkan tersebut daripada membuat pasien menunggu lama dokter Ria.
Christine alias Sya pun memeriksa satu per satu pasien dokter Ria hingga selesai. Namun, pada saat selesai barulah dokter Ria datang. Ia datang dengan wajah tak berdosa seolah-olah ia datang tepat waktu.
“Dokter Ria! Mari ikut saya untuk ke ruangan saya!” perintah Christine alias Sya kepada dokter Ria yg baru datang.
“Sebentar, dok! Saya harus mengurus pasien yang ada di jadwal terlebih dahulu, dok!” tolak dokter Ria.
“Pasien yang ada di jadwal? Haha, Lucu sekali! Apa kamu tidak melihat jam?” ujar Christine alias Sya tersebut sembari tertawa.
__ADS_1
“Em... iya, dok. Sekarang sudah pukul 11 siang.” sahut dokter Ria.
“Ya! Apa kamu lupa, dokter Ria? Sekarang itu kamu sudah tidak ada jadwal lagi! Saya tidak mau mendengar kata tolakan darimu! Ikut segera ke ruangan saya!” perintah Christine tidak terbantahkan lalu pergi ke ruangannya tanpa menunggu dokter Ria menjawab.
“Ck.. kalau bukan karena kamu atasan aku.. mungkin sudah aku habisi kamu!” geram Dokter Ria lalu menyusul Christine yg sudah jauh darinya.
Dokter Ria pun masuk ke ruangan Christine.
“Kamu tahu, kenapa saya memanggilmu ke ruangan saya?” Christine menatap Dokter Ria.
“Tahu, dok.” jawab dokter Ria dengan sopan.
“Jika bukan karena kamu adalah atasan aku, aku pun tidak mau bersikap sopan terhadapmu!” batin dokter Ria.
“Apa?” Christine sambil membaca buku kedokteran sambil menunggu jawaban dari dokter Ria.
“Itu artinya ada hal yang ingin disampaikan oleh dokter. Hal yang bersifat privasi!” jawab Dokter Ria.
“Ya, benar sekali! Jadi,.. apa kamu ingin mengetahui kenapa aku memanggilmu ke ruangan saya?” tanya Christine kepada dokter Ria.
“Ya, dok!” jawab dokter Ria dengan penasaran.
“Apa yang ingin dikatakan dokter Christine? Sepertinya penting sekali!” batin Dokter Ria.
“Kamu tahu, ini berkas apa?” tanya Sya kepada dokter Ria.
“Tidak, dok!” jawab dokter Ria.
“Silahkan dibaca!” Dokter Ria yg penasaran dengan berkas tersebut pun mengambil berkas tersebut dan mulai membacanya.
Dokter Ria pun melotot kan matanya tak percaya.
“Dipecat?” ucap dokter Ria terkejut.
“Ya.. kamu dipecat hari ini! Karena kamu sudah banyak merugikan banyak pasien!” ujar Christine dengan tegas.
“Bagaimana bisa? Hanya karena itu? Bukankah kau sudah menggantikan diriku, lalu mengapa kau yang protes?” kilah Dokter Ria.
“Seandainya jika saya tidak ada waktu, lalu bagaimana dengan pasien mu?” Christine menatap Dokter Ria.
“Bukankah bisa digantikan oleh dokter lain? Itu saja kau protes!” Dokter Ria kesal.
“Saya tanya padamu, selama ini kamu terlambat karena apa?” tanya Christine kepada dokter Ria. Meskipun ia sudah tahu apa yg dilakukan dokter Ria hingga telat seperti itu, tapi ia menginginkan dokter Ria yg langsung mengatakan secara jujur kepadanya.
__ADS_1
“Saya sering bangun kesiangan, semua itu dikarenakan jadwal saya terlalu padat hingga malam bahkan sampai lembur!” jawab dokter Ria mencari alasan.
“Jangan sampai kebiasaan yang telah saya simpan terbongkar oleh dokter Christine ini! Sepertinya dia bukan orang biasa.. entah mengapa saya merasakan aura dokter Christine hari ini berbeda dengan hari sebelumnya.” batin dokter Ria.
“Benarkah? Tapi sepertinya saya cek jadwal anda tidak sampai malam, bahkan hanya sampai siang.” ujar Christine alias Sya.
“Em........ ” ucap Dokter Ria berusaha mencari alasan di otaknya. Namun, tidak ada satupun yg bisa ia jadikan alasan. Lalu, ia berpikir sejenak dan mulai mendapat alasan.
“Beberapa hari ini, pada saat malam tepatnya, sahabat saya mengundang saya ke pesta nya!” kilah dokter Ria setengah berbohong.
“Oh ya? Pesta apa itu?” tanya Christine alias Sya.
“Pesta ulang tahun sahabat saya, dok.” jawab dokter Ria mengira jika dokter Christine memercayai ucapan setengah bohongnya tadi. Namun, permikiran nya salah!
“Sepertinya sahabat anda ulang tahun masih lama.” Christine tersenyum sinis.
“Sepertinya jika saya meminta alasan mengapa Anda terlambat, anda tidak memberi alasan yang sebenarnya kepada saya! Tapi tidak apa, saya sudah mengetahui apa saja yang kamu lakukan di luaran sana! Ambil gaji terakhir kamu dan silahkan angkat kaki dari rumah sakit ini!” tegas Christine.
Dokter Ria pun mencoba memohon kepada Christine alias Sya. Namun, hal tersebut tidak dihiraukan sama sekali oleh Christine alias Sya.
Ia dipecat hari itu juga. Seketika harga diri nya jatuh di rumah sakit tersebut.
Ia dendam pada Christine alias Sya, mantan atasannya dulu.
Flashback off. ⚘
Akhirnya dokter Ria mulai merencanakan sesuatu. Ia menghubungi kedua sahabatnya yaitu Deshita Sinta dan Clara Adelya.
Nama lengkap dokter Ria adalah Ria Erika.
Kedua sahabat Dokter Ria pun datang ke rumah sakit melati.
Mereka bertiga pun mulai merencanakan sesuatu.
Tanpa mereka bertiga sadari, percakapan mereka didengar oleh seseorang.
...𝚃𝙾 𝙱𝙴 𝙲𝙾𝙽𝚃𝙸𝙽𝚄𝙴𝙳.......
Hai kakak semua!
Semoga kakak semua sehat selalu!
Tetap semangat puasanya yaa..
__ADS_1
Thank's All 🙏🏻💞.