Identitas Diva Yang Tersembunyi

Identitas Diva Yang Tersembunyi
DIVA | 22 : KAMAR MANDI


__ADS_3

...~𝙷𝙰𝙿𝙿𝚈 𝚁𝙴𝙰𝙳𝙸𝙽𝙶~...


Usai dengan pekerjaannya, Sya langsung pergi ke Rumah Sakit. Dirinya tak bisa meninggalkan Eca sahabatnya sendirian. Ia tidak mau ancaman datang kembali. Karena musuhnya terlalu pintar. Jika musuhnya pintar, maka Sya pun harus lebih pintar dari musuhnya apabila tidak ingin terjebak dengan mudah.


Terlebih lagi sudah beberapa kali ancaman datang. Bahkan musuhnya lebih memilih mencelakai Eca sahabatnya. Ia tidak mau karena dirinya terlambat justru membawa malapetaka untuk Eca sahabatnya.


Usai perjalanan, Sya tiba-tiba ingin buang air kecil. Ia langsung menuju ke kamar mandi. Sebenarnya di ruangan Eca sahabatnya ada kamar mandi, hanya saja rusngan Eca terlalu jauh. Sya tidak sanggup menahan nya terlalu lama. Karena dalam dunia medis, tidak boleh sering menahan untuk buang air kecil.


Akibat apabila menahan buang air kecil adalah bisa menyebabkan infeksi saluran kemih. Tidak hanya itu, bisa juga terjadi pembengkakan kandungan kemih hingga membuat kandungan kemih sensitif.


Informasi dari google~


Tanpa berlama-lama, Sya langsung menuju ke kamar mandi. Namun, ia malah bertemu dengan Deshita yang tengah mengepel lantai. Deshita menatap Sya dengan terkejut dan sinis.


“Ada apa kamu kemari? Kamu ingin mengejekku?” tanya Deshita kepada Sya.


“Jika seseorang ke kamar mandi, orang tersebut ingin apa? Berdebat? Haha, sepertinya kamu tidak pernah ke kamar mandi ya,” sahut Sya.


“Jelas buang air kecil lah,” jawab Deshita.


“Nah itu tahu. Kenapa nanya lagi mengapa aku ke sini,”


“Bukankah kamu sendiri yang membuatku dan kedua sahabatku menjalani hukuman berat ini!”

__ADS_1


“Aku? Sepertinya kamu tidak menyadari kesalahan kamu, ya. Sudah jelas, kamu yang berani berbuat. Jika kamu berani berbuat, kenapa kamu tidak berani menanggung akibat nya dan justru menyalahkan orang lain atas kesalahanmu?”


“Sepertinya kamu benar-benar minta untuk dihajar,”


“Kamu ini lucu sekali! Bukankah kamu yang ingin berdebat denganku? Lalu mengapa seolah-olah aku yang mengajakmu?”


Deshita diam. Ia melayangkan tinjuannya kepada Sya. Dengan gerakan cepat, Sya menghindar dengan mudah. Alhasil, Deshita malah meninju dinding kamar mandi. Hal tersebut membuat tangan Deshita terasa sakit dan terlihat merah. Saat ini Deshita berada di posisi beruntung, sebab tangannya tidak berdarah.


Karena tidak terima dengan Sya yang bisa menghindar tinjuannya dengan gerakan cepat, Deshita kembali melakukan tinjuan kepada Sya.


Dengan gerakan yang masih sama, Sya menghindar dengan mudah.


“Lihat! Aku melakukan gerakan menghindar yang sama, kenapa justru kamu malah ingin meninju dinding yang di sana lagi?”


Namun, lemparan Deshita terlihat aneh. Dia justru malah melemparnya kepada dirinya sendiri. Deshita merasakan air mulai membasahi tubuhnya dan mendengar ember pel tersebut jatuh.


Deshita mulai mencium bau dari tubuhnya. Ia marah. Ia kembali melakukan tinjuan kepada Sya. Namun, aksinya berhasil di hentikan oleh suster yang mengawasi Deshita.


“Maaf, Nona. Apa anda terluka?” tanya suster tersebut kepada Sya sembari menahan tangan Deshita dengan tenaga penuh.


“Tidak, Sus. Saya baik-baik saja. Sebaiknya, Anda memberikan baju ganti kepadanya,” jawab Sya.


“Baiklah, Nona. Nanti saya akan meminta seseorang untuk mengambilkan baju ganti untuknya. Maafkan tindakan nya tadi,“ ucap suster tersebut sembari menangkup kan kedua tangannya di depan Sya. Ia berniat bersimpuh, namun hal tersebut berhasil dihentikan oleh Sya.

__ADS_1


“Tidak perlu bersimpuh di depanku, aku bukanlah atasan Anda,“ sahut Sya. Suster tersebut berniat menjawab lagi, namun Sya memberikan kode yang membuatnya diam.


“Baiklah, Terima kasih. Saya permisi dulu,” ucap Sya lalu pergi dari kamar mandi tersebut. Sedangkan Deshita menatap punggung Sya yang berangsur-angsur pergi dengan tatapan tanda tanya. Kenapa Suster tadi memanggilnya dengan sebutan ‘Nona’ ? Apakah dia terlalu istimewa?


“Apanya istimewa, jelas-jelas gaya fashionnya kayak kampungan,” batin Deshita.


“Deshita. Saya mohon untuk tidak melakukan hal seperti tadi kepada Nona tersebut,” pinta Suster tersebut kepada Deshita.


“Apa maksud Anda? Siapa dia?” tanya Deshita kepada Suster tersebut. Namun, pertanyaannya diacuhkan oleh Suster tersebut. Tangannya yang ditahan oleh Suster tersebut pun dilepaskan.


Suster tersebut kembali ke posisi semula meninggalkan Deshita yang menatapnya dengan tatapan tanda tanya.


Sedangkan Deshita menggaruk tenguknya. Ia bingung mengapa hal-hal yang membingungkan mulai muncul hari ini? Mengapa tidak besok saja?


⚘⚘⚘


Sementara di Sya.


Sya langsung menuju ke ruangan Eca sahabatnya. Entah mengapa dirinya kesal setelah bertemu dengan Deshita.


Ia izin masuk ke kamar mandi sejenak yang ada di ruangan Eca sahabatnya.


...𝚃𝙾 𝙱𝙴 𝙲𝙾𝙽𝚃𝙸𝙽𝚄𝙴𝙳......

__ADS_1


__ADS_2