
Happy Reading...
Satu per satu pengusaha mulai menjelaskan. Hingga tiba saatnya gadis itu maju untuk mempresentasikan produk yang dimiliki di perusahaannya.
Devan kembali menatap gadis itu.
Presentasi diawali dengan perkenalan diri. Gadis itu sedikit merasa gugup saat ingin memperkenalkan dirinya. Gadis itu menarik napas panjang lalu mulai berbicara.
“Se-Selamat siang semuanya. Pe-Perkenalkan nama saya Eca Novella,“ Gadis yang bernama Eca Novella itu menarik napasnya kembali agar napasnya teratur. Ini adalah pertama kalinya ia mempresentasikan di depan banyak orang.
“Selamat siang,“ jawab semua orang yang hadir dalam meeting tersebut termasuk Calvin dan Devan.
“Ternyata nama gadis itu Eca,“ gumam Devan dengan suara pelan. Calvin yang merasa apabila Devan baru saja mengucapkan sesuatu langsung bertanya kepada asistennya itu. “Apa yang baru saja kamu katakan?“ dengan setengah berbisik agar yang lain tidak mendengar suara mereka.
“Tidak ada, Tuan.“ kilah Devan lalu fokus dengan presentasi yang disajikan gadis yang bernama Eca untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan lainnya yang akan diberikan atasannya.
Melihat asistennya yang kembali fokus dengan presentasi yang disajikan gadis di depan, Calvin pun menunda niatnya untuk bertanya lagi kepada asistennya itu.
Gadis yang sedang mempresentasikan produknya di depan semua orang, tentu melihat apabila asisten Tuan Calvin melihatnya sejak tadi. Membuatnya semakin gugup.
__ADS_1
...☘️☘️☘️...
Di suatu tempat, terlibat seorang pria mengepalkan tangan sembari menatap layar televisi nya. Bagaimana tidak pria itu mengepalkan tangannya? Berita itu membuat dirinya murka.
Pria itu melihat berita apabila gadis yang kedua orangtuanya telah ia bunuh tanpa membuat tangannya kotor dengan lumuran darah, masih hidup ternyata selama ini. Dengan cara menyembunyikan identitas nya.
“Aku harus membuat rencana untuk membunuh gadis itu! Agar ia segera mati menyusul orangtua nya, haha!“ seru pria itu sembari tertawa.
Pria itu mengambil ponselnya yang letaknya berada di dalam saku celananya dan mulai menghubungi anak buahnya yang menjadi mata-mata gadis yang sedang ia incar itu.
“Halo?“ ucap pria itu memulai panggilan.
“Apa yang sedang gadis itu lakukan saat ini?“ tanya pria itu.
“Gadis itu, ia baru saja pulang dari Bali bersama kedua pria yang tampaknya kedua pria itu bukanlah orang biasa. Lalu, ia pergi ke Kantor Polisi. Tuan sudah mengetahui tentang itu kah?“ jelas anak buahnya dan diakhiri dengan sebuah pertanyaan.
“Aku bertanya padamu, apa yang dilakukan gadis itu saat ini! Bukan saat ia sampai di Kota ini!“ bentak pria itu.
“Ma-Maaf, Tuan. Kalau sekarang, ga-gadis itu sedang mengerjakan semua berkas perusahaan di atas mejanya,“ jawab anak buahnya dengan takut.
__ADS_1
“Apa dia menyadari jika kamu sedang mengawasinya?“ tanya pria itu.
“Sepertinya tidak, Tuan. Karena dia sama sekali tidak menoleh ke arah jendela. Gadis itu sangat fokus dan teliti mengerjakan berkas perusahaannya,“ jelas anak buahnya.
“Baiklah! Terus awasi gadis itu dan jangan sampai ketahuan olehnya! Jika sampai ketahuan … Kamu tahu akibatnya!“ ancam pria itu.
“Baik, Tuan! Saya akan hati-hati agar tidak ketahuan oleh gadis itu!“ jawab anak buahnya dengan yakin agar atasannya percaya dengannya.
“Semoga hasilmu tidak mengecewakan! Aku akan mengirimkan sejumlah uang kepadamu! Ingat pesanku tadi, terus awasi gadis itu! Jangan sampai ketahuan olehnya! Nanti setelah langit sudah malam, kamu langsung pulang! Baru menghubungiku! Nanti aku akan mengirimkan sisanya apabila kamu tidak ketahuan!“ jelas pria itu kepada anak buahnya dengan rinci agar anak buahnya mengerti akan penjelasannya.
“Baik, Tuan!“ jawab anak buahnya mengerti.
Sambungan telepon langsung dimatikan oleh pria itu secara sepihak.
To be continued...
Siapakah gadis yang dimaksud oleh pria itu? Siapa pria itu sebenarnya? Kalian mencurigai siapa?
Jangan lupa dukungannya yaa.. Terimakasih.
__ADS_1