
...~𝙷𝙰𝙿𝙿𝚈 𝚁𝙴𝙰𝙳𝙸𝙽𝙶~...
Tut.. tutt..
Suara tersebut membuat mereka bertiga sontak terkejut. Tanpa aba-aba, Deshita mendorong Sya.
Sya yang sudah menduga apabila salah satu diantara tiga sejoli tersebut akan melakukan sesuatu kepadanya pun menghindar.
Deshita yang tidak menyangka apabila Sya menghindar secara tiba-tiba dan bahkan tangannya yang ingin mendorong sangat dekat dengan Sya langsung terjatuh ke lantai.
“Lihat! Aku sama sekali tidak mendorongnya justru ia malah menjatuhkan dirinya ke lantai! Bahkan hingga men ci um lantai tersebut!” seru Sya.
Ria dan Clara yang melihat Deshita men ci um lantai menjadi merinding. Deshita yang merasa ji jik dengan lantai tersebut segera berdiri dan membersihkan debu yang lengket pada pakaiannya. Tidak lupa dengan bibirnya yang terkena lantai sehingga dianggap men ci um lantai, Deshita mengelap bibirnya dengan tisu basah yang ia bawa.
"Des!” panggil Clara dan Ria.
Deshita hanya menatap mereka berdua seolah mengkodekan ‘Apa?’. Clara dan Ria paham dengan kode yang diberikan oleh Deshita langsung menjelaskan.
“Kenapa kamu malah men ci um lantai tersebut? Bukankah itu sangat men ji ji kan!“ tanya Clara memandang lantai yang di ci um Deshita dengan ji jik. Deshita yang melihat Clara memandangnya dengan ji jik pun marah besar.
“Heyy!! Mengapa kamu memandangku dengan ji jik? Bukankah kamu lebih men ji ji kan dariku?” bentak Deshita.
“Heyy, Shita! Sejak kapan Clara memandangmu dengan ji jik? Kamu salah, Shita!” sahut Ria yang sejak tadi hanya menyimak.
“Kan, bela saja sahabat kamu itu terus!” ucap Deshita.
“Aku tidak membela siapapun di antara kamu dan juga Clara! Aku hanya menjelaskan kepadamu apa yang aku lihat!” balas Ria tak mau kalah.
Sedangkan Sya duduk bersantai menonton drama keren sembari memakan kentang goreng yang diberikan oleh Inspektur. Inspektur pun ikut menonton hal seru seperti ini, jarang-jarang ia bisa menonton film secara gratis.
“Ya, ya! Terserah! Suka-suka kamu aja!” ucap Deshita.
__ADS_1
“Huftt.., Kenapa begitu susah untuk menjelaskan kebenarannya kepadamu, Shita! Mengapa kamu begitu keras kepala?“ oceh Ria.
“Bukankah kepala manusia itu memang keras ya! Emang kepalamu tidak keras?“ tanya Deshita sembari mendekati Ria.
“Eeh.. Bukan itu maksudku!” sahut Ria sambil mundur ke belakang.
“Lalu?” selidik Deshita.
“Sifatmu yang keras,“ jelas Ria.
“Keras? Kamu pikir aku batu?!" bentak Deshita.
“Hufftt …, Menjelaskan kepadanya sama seperti menjelaskan kepada kucing!” gumam Ria pelan.
"Apa kamu bilang?!”
“Ti- Tidak ada,” jawab Ria gugup.
Sedangkan Clara malah asik menonton film sinetron di ponselnya. Ia baru saja mendapatkan notifikasi di ponselnya ketika ingin menghentikan perdebatan Ria dan Deshita. Karena merasa judul film tersebut sangat membuatnya begitu penasaran membuat dirinya langsung membuka film tersebut dan menontonnya tanpa memedulikan Ria dan Deshita.
“Clara!” panggil Ria yang merasa tidak punya ide lagi untuk membalas perkataan Deshita.
Clara yang di panggil oleh Ria hanya menatap Ria dengan kode ‘Apa?’.
“Kenapa kamu malah asik nonton sinetron begituan! Itu tidak asik!” ucap Ria ketika mendekati Clara dan tanpa sengaja melihat layar ponsel Clara.
“Apa? Kamu mengatakan jika ini tidak asik? Ini sangat asik, tahu!” sahut Clara.
Terjadilah kembali perdebatan antara Ria dan Clara. Sedangkan Deshita malah asik menonton film sinetron yang ditonton oleh Clara tadi.
“Aahh! Filmnya sudah tidak seru!” seru Sya dengan nada yang di sengaja tinggi. Hal tersebut membuat Ria dan Clara terkejut. Tanpa disadari oleh mereka berdua, mereka berdua menghentikan perdebatan panjang mereka. Sedangkan Deshita juga terkejut.
__ADS_1
“Oh ya, buat kalian yang berani berbuat seperti ini. Aku pastikan, besok kalian semua akan di panggil ke Pengadilan!” seru Sya sambil menunjuk beberapa Polisi yang disogok oleh Ria, Deshita dan Clara tanpa memedulikan ekspresi terkejut tiga sejoli tersebut.
"Tidak, Nona! Maafkan kami! Jangan laporkan kami!” ucap Polisi yang di sogok tersebut sembari menangkup kan kedua tangannya di depan dafa dan bersimpuh kaki di depan Sya.
“Maaf? Apa kamu lupa? Pekerjaan Polisi sangat sulit di dapatkan saat ini! Dan setelah melanggar peraturan, kamu ingin mendapatkan maaf dan bebas?” ucap Sya.
“Setiap orang pasti akan tahu apapun risiko yang di dapatkan ketika menjadi seorang Polisi!“ lanjutnya.
Semua Polisi yang di sogok tersebut hanya diam. Mereka menatap sendu kepada Inspektur seolah-olah meminta bantuan kepadanya. Inspektur tersebut yang merasa sedari tadi ada yang terus menatapnya langsung menoleh dan menjawab.
“Kalian ingin mendapatkan bantuan dariku?” Semua Polisi yang di sogok tersebut mengangguk.
“Sayangnya, aku tidak akan membantu kalian!” seru Inspektur membuat semua Polisi terkejut. Mereka semua tidak menyangka Inspektur yang dikenal baik hati menjadi seperti ini.
“Pak! Tolong beri kami kesempatan lagi! Jika kami berada di Penjara, lalu bagaimana dengan nasib keluarga kami?” ucap mereka memohon.
“Sudah tahu akan terjadi risiko nya seperti apa! Masih juga mau di sogok! Untuk nasib keluarga kalian, saya akan membantu karena saya memiliki hati nurani!” Semua Polisi yang mendengarkannya bisa bernafas sedikit lega karena nasib mereka sendiri terlalu buruk.
“Tapi hanya untuk sementara!“ ucap Inspektur.
Beberapa saat kemudian, Sya pergi ke Rumah Sakit untuk bertemu dengan sahabatnya. Ia selalu mendoakan sahabatnya agar cepat sembuh secepatnya.
...𝚃𝙾 𝙱𝙴 𝙲𝙾𝙽𝚃𝙸𝙽𝚄𝙴𝙳......
Hai kakak semua. Maaf ketiknya di sini aja, soalnya di pesan Author gak bakalan cukup karena ada batasannya.
Author mengucapkan terimakasih buat kakak semua yang sudah mendukung novel ini, Maafkan Author apabila ada kesalahan kata ataupun update cukup lama, hehe..
Author akan usahakan update setiap hari ya.
Terimakasih juga buat novel toon yang udah buatkan cover untuk novel ini. Covernya Author suka, bagus..
__ADS_1
Kalau misalkan ada typo, tolong komen ya. Nanti Author revisi..