
...~𝙷𝙰𝙿𝙿𝚈 𝚁𝙴𝙰𝙳𝙸𝙽𝙶~...
“RIA!!” bentak seseorang kepada Dokter Ria. Orang tersebut adalah orang yang sedari tadi melihat Dokter Ria dan Deshita bermain game.
Dokter Ria dan Deshita yang tengah bermain game di laptop mereka pun langsung terkejut dengan suara orang tersebut. Seketika game yang mereka mainkan pun dihentikan sejenak oleh mereka berdua.
“KAU!!” bentak Deshita dan juga dokter Ria dalam hati. Mereka berdua tidak berani membentak orang tersebut secara langsung.
“Ria, apa yang kamu lakukan bersama sahabat kamu??” tanya orang tersebut kepada dokter Ria dan juga Deshita sahabat dokter Ria.
“Kenapa dia tiba-tiba berada di sini?” tanya Deshita dan juga dokter Ria dalam hati.
“Kalian pasti bingung kenapa saya berada di sini, bukan?” tanya orang tersebut kepada Dokter Ria dan juga Deshita. Dan di jawab dengan anggukan.
“Dan kamu pasti sahabatnya Ria, bukan?” tanya orang tersebut kepada Deshita, Deshita pun menjawabnya dengan anggukan kepala.
“Kamu pasti tidak tahu siapa saya. Saya adalah dokter Rosetta. Saya adalah atasan sahabat kamu.” ujar orang tersebut yang ternyata adalah dokter Rosetta yang merupakan atasan dokter Ria sekaligus pemilik rumah sakit melati ini tempat dokter Ria bekerja.
“Atasan Ria? Apa benar itu, Ria??” tanya Deshita kepada Dokter Ria dengan wajah terkejutnya.
“Iya, Shita,” jawab dokter Ria dengan suara pelannya karena gugup. Untung saja suara dokter Ria yg cukup pelan itu masih dapat didengar oleh Deshita dan juga dokter Rosetta.
“Apa yang kalian berdua lakukan?” tanya dokter Rosetta sembari melihat layar komputer milik Dokter Ria dan juga Deshita.
“Bermain game,” jawab Deshita dan juga dokter Ria gugup.
“Bermain game di rumah sakit? Astaga.. Ria! Bermain game itu harus tahu waktu dan tempat. Dan kau juga, malah ikutan main sama sahabat kamu!” hardiknya kepada Dokter Ria dan juga Deshita.
“Aku akan menurunkan jabatan kamu! Yang dari dokter umum menjadi apoteker!” seru dokter Rosetta membuat dokter Ria dan juga Deshita terkejut.
“A.. apa? Mengapa bisa begitu!” protes dokter Ria.
“Kau tidak berhak untuk protes! Jika mau turun lagi, saya tidak akan mempermasalahkannya, saya akan menerimanya dengan senang hati.” sahut Dokter Rosetta.
“Jangan begitulah, dokter. Lain kali, saya akan lebih rajin kok. Nanti juga akan lembur.” mohon dokter Ria.
“Maaf …, jika tidak mau bekerja di sini lagi, maka pintu akan terbuka lebar untukmu.” ujar dokter Rosetta.
“Kejam sekali dia. Kita harus lebih berhati-hati dengannya.” batin dokter Ria dan juga Deshita sembari melirik satu sama lain.
“Saya akan kasih kamu dua pilihan, Ria. Turun jabatan dari dokter umum menjadi apoteker atau silahkan resign dari rumah sakit ini.”
Dokter Ria pun terdiam. Ia pun mulai memikirkan hal tersebut sejenak.
Dokter Rosetta pun menunggu jawaban dari dokter Ria. Sedangkan Deshita sahabat dokter Ria, mulai tegang. Ia pun tegang karena situasi sekarang menjadi panas dan juga jawaban Ria sahabatnya.
__ADS_1
“Saya akan kasih kamu dua menit untuk berpikir.” ucap dokter Rosetta sembari menyetel alarm di ponselnya.
Dokter Ria pun terkejut dengan ucapan dokter Rosetta barusan. Dua menit! Ya, dua menit adalah waktu yang diberikan dokter Rosetta untuk dirinya berpikir.
Gila! Apa dokter Rosetta pikir jika ia berpikir sangat cepat? Tapi... ah sudahlah tidak ada waktu lagi..
Dua menit pun berlalu.
“Bagaimana, Ria? Saya sudah memberi waktu dua menit untukmu berpikir.” tanya dokter Rosetta lagi kepada Dokter Ria.
“Baiklah. Saya lebih memilih jabatan saya diturunkan dari dokter umum menjadi apoteker daripada saya harus resign dari rumah sakit ini.” jawab dokter Ria.
“Baiklah. Saya akan segera mengonfirmasikan hal tersebut. Lakukan tugas barumu dengan baik. Jika sampai kamu membuat ulah ataupun kesalahan, maka saya tidak segan untuk mengeluarkan kamu dari rumah sakit ini!” peringat dokter Rosetta kepada dokter Ria sembari menatap tajam padanya.
Dokter Ria pun hanya mengangguk. Ia harus mulai berhati-hati dengan dokter Rosetta yang merupakan atasannya. Dokter Rosetta sangatlah kejam menurutnya. Dokter Ria merasa sepertinya dirinya baru saja hampir diterkam singa betina ataupun harimau betina.
Akhienh dokter Rosetta pun keluar dari ruangan dokter Ria. Suasana yang lumayan panas tadi pun perlahan-lahan mulai mendingin kembali.
Dokter Ria dan juga Deshita akhirnya bisa bernafas lega setelah kepergian dokter Rosetta dari ruangan dokter Ria.
“Aku seperti hampir diterkam singa betina.” ucap dokter Ria.
“Iya. Kamu harus melakukan tugas kamu dengan baik, Ri. Kalau sampai kamu dipecat, rencana kita bertiga yang saat itu bisa gagal nanti.”
“Iya, aku paham. Terima kasih sudah mengingatkan aku, Shita.” sahut dokter Ria.
⚘⚘⚘
“Eca? Akhirnya kamu sadar juga!” seru Christine kepada sahabatnya.
“Terima kasih sudah merawat ku, Sya.” ucap Eca lemah.
“Sama-sama.”
“Maaf jika aku merepotkan kamu saat aku koma. Dan bahkan juga sempat kritis akhir-akhir ini.”
“Tidak masalah bagiku, Eca. Kita adalah sahabat. Aku sudah menganggap kamu sebagai saudara aku.” sahut Christine alias Sya.
Ucapan Christine alias Sya barusan membuat Eca yang merupakan sahabatnya terharu.
“Terima kasih banyak. Aku akan berusaha untuk tidak merepotkan mu untuk kedepannya.”
“Iya.. Kita akan sama-sama untuk berjuang mendapatkan semua itu.”
Mereka berdua pun saling berpelukan.
__ADS_1
Christine alias Sya menyuapi Eca makan dikarenakan tangan Eca masih diinfus sehingga Christine alias Sya membantu Eca untuk makan.
Christine membantu Eca makan. Sedangkan Eca hanya menurut.
Setelah selesai membantu Eca makan, Christine menyuruh Eca untuk beristirahat sebentar.
Setelah beristirahat sebentar, barulah Christine memberi Eca obat.
Beberapa menit kemudian.
Setelah beristirahat sebentar, Christine memberi obat yang harus diminum Eca kepada Eca sahabatnya.
Setelah Eca meminum obat, Eca berbincang sebentar dengan sahabatnya.
“Sya, aku koma udah berapa lama?” tanya Eca kepada Christine alias Sya.
“Sekitar empat tahunan.” jawab Christine alias Sya.
“Empat tahunan? Serius kamu, Sya?” tanya Eca lagi kepada Christine alias Sya dengan wajah terkejutnya.
⚘⚘⚘
Sementara di luar ruangan Eca.
“Apa yang tadi ia panggil kepada Christine? Sya?” gumam Clara dalam hati.
Ya, dia adalah Clara. Clara baru saja ingin kembali menemui kedua sahabatnya, namun saat ia ingin menemui kedua sahabatnya, ia malah mendapatkan berita mengejutkan!
...𝚃𝙾 𝙱𝙴 𝙲𝙾𝙽𝚃𝙸𝙽𝚄𝙴𝙳......
Haii kakak semua!
Udah up double nih yaa..
Jangan lupa dukungannya buat Author.
Jujur, Author pas lihat view pembaca yang kemarin.. di novel ini ya, Author terkejut dong lihat views nya ada dua ratus enam puluh empat (264)..
Makasii ya buat kalian yang udah baca novel ini, jadi views nya ikut naik. Padahal hari sebelumnya hanya sekitar satu sampai lima belas aja.
Terima kasih banyak yaa..
Maaf, Author tidak bisa crazy update untuk kalian semua.
Jangan lupa dukungannya yaa.
__ADS_1
Thank's All. 🙏🏻💞