
...~𝙷𝙰𝙿𝙿𝚈 𝚁𝙴𝙰𝙳𝙸𝙽𝙶~...
Namun, mereka semua tetap bersikukuh untuk menjual saham yg mereka tanam kepada perusahaan baru yg masih kecil.
Padahal jika dihitung, mereka semua akan rugi sendiri. Tapi entah mengapa mereka malah lebih memilih menjual saham mereka, Tuan Ricky merasa jika hal ini disebabkan adanya pengancaman ataupun diberi hadiah dua kali lipat.
Tuan Ricky pun mendapat kabar lagi dari asistennya yg bernama Rivan jika semua investor mereka yg menanam sahamnya menjual sahamnya kepada perusahaan lain. Hal ini membuat Tuan Ricky semakin terkejut sekaligus stres.
Tadi hanya beberapa, sekarang semua! Bagaimana bisa terjadi? Sungguh diluar dugaan Tuan Ricky.
Tuan Ricky membutuhkan investor baru agar perusahaannya tidak bangkrut. Bahkan beberapa karyawan yg memiliki jabatan tinggi di perusahaan ini malah memilih resign karena perusahaan dalam masalah.
Tuan Ricky pusing dengan semua kejadian ini.
⚘⚘⚘
Sementara di Sya..
Sya sekarang berada di dalam ruang meeting. Sya sedang melakukan meeting dengan perusahaan yg mengajaknya untuk kerja sama. Sya yg memang biasa ikut dengan papanya saat meeting menjadi paham.
Perusahaan itu bernama Erland. Perusahaan tersebut diwakilkan oleh Calvin sendiri.
Mereka mengajukan kerjasama dengan perusahaan papa Sya. Jika mereka bisa bekerjasama dengan baik, maka mereka bisa membangun sebuah proyek yg sudah direncanakan dengan baik dari dulu.
“Bagaimana, Nona?” tanya Calvin dengan sopan kepada Sya. Jika salah sedikit saja, mungkin perusahaan nya akan bangkrut.
“Cukup bagus. Saya puas dengan hasilnya.“ jawab Sya.
“Saya terima kerjasama kita. Saya yakin, anda sudah tahu apa saja persyaratan selama kerjasama berlalu.” tambah Sya.
“Tentu, Nona.” sahut Calvin. Jika perusahaan nya bisa bekerjasama dengan perusahaan papanya Sya, maka tingkat kualitas perusahaan nya akan semakin tinggi. Karena semua perusahaan yg bekerjasama dengan perusahaan papa Sya adalah perusahaan bersih.
“Baiklah. Saya tidak bisa lama-lama. Terima kasih sudah hadir, saya permisi dulu.” ucap Sya.
“Apa tidak sebaiknya jika kita makan siang dulu, Nona Diva?” tanya Calvin kepada Sya.
Jika di perusahaan atau mansion papa Sya, maka Sya biasa dipanggil Diva. Jika di luar dari keduanya, maka Sya dipanggil Christine.
“Tidak. Tidak perlu! Terima kasih.” ucap Sya lalu pergi meninggalkan Calvin.
“Baru pertama kalinya aku meeting dengan wanita yang menjadi CEO di perusahaan nya, aku menjadi tertarik dengannya,” gumam Calvin tersenyum.
“Astaga, tidak Calvin. Apa kamu sudah lupa dengan wanita yang pernah kau selamatkan empat tahun yang lalu?” batin Calvin lalu menggelengkan kepalanya.
Calvin pun pergi bersama asistennya yg bernama Devan.
__ADS_1
Sedangkan Sya pergi ke rumah sakit melati.
Sya pun berniat menjenguk sahabatnya yg bernama Eca Novella.
Sahabatnya kini masih terbaring koma.
Setelah beberapa menit perjalanan, Sya pun sampai di rumah sakit melati. Rumah sakit melati tersebut lah dimana saat itu mereka sekeluarga dibawa ke sana.
Hari ini, Sya berniat memindahkan Eca ke rumah sakit milik mamanya.
Sya pun menjumpai dokter Rosetta yg selama ini membayar administrasi saat Sya koma dan membantu menguburkan jasad orang tuanya. Sya benar-benar berhutang budi kepadanya.
“Dokter Rosetta.” panggil Sya kepada dokter Rosetta.
“Nona Christine?” sahut Dokter Rosetta terkejut. Dokter Rosetta memang sengaja memanggil Sya dengan sebutan nama identitas barunya karena Dokter Rosetta juga diberitahu rencana Sya oleh Sya sendiri. Jadi tidak masalah bukan jika kita turut membantunya walau hanya sedikit tapi setidaknya membantu?
“Hehe... dokter Rosetta, Saya mau sahabat saya dipindahkan ke rumah sakit saya saja.” pinta Sya terkekeh.
“Apa?” ucap dokter Rosetta terkejut.
“Iya, dok.” sahut Sya.
“Kenapa?” tanya dokter Rosetta kepada Sya.
“Karena saya ingin memberi perawatan dan obat yang sudah saya buat kepada sahabat saya. Obat ini sendiri sudah pernah saya coba kepada pasien saya dan berhasil.” jawab Sya.
“Karena rumah sakit ini bukan milik saya, rasanya tidak sopan jika melakukan hal seperti itu walau hanya sepele.” jawab Sya jujur.
“Tidak apa. Lakukanlah.” perintah Dokter Rosetta.
“Tidak usah, dok. Nanti apa kata dokter lain.” bantah Sya.
“Biarkan saja, nanti saya yang urus. Kamu lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan.” ucap dokter Rosetta.
“Baiklah, dok. Terima kasih..” ucap Sya memeluk dokter Rosetta yg selama ini ia anggap seperti ibu pengganti nya walau panggilan mereka seperti atasan dan juga bawahan. Tapi itu semua dilakukan agar rencana yg dibuat Sya berhasil.
“Sama-sama. Kau tak perlu mengucapkan seperti itu.” ucap dokter Rosetta tersenyum sambil memeluk balik Sya yg sudah ia anggap anak sendiri. Terlebih lagi ia janda dan anaknya sudah pergi duluan meninggalkan dirinya.
Dan secara diam-diam, seseorang mengintip mereka.
“Tingkah kalian berdua seperti seorang ibu dan juga anak, tidak seperti seorang atasan kepada bawahannya. Kalian sangat mencurigakan! Aku harus mencari sesuatu tentang hal ini!” gumam orang tersebut lalu menelepon seseorang.
“Halo, Clara!” ucap orang tersebut yg ternyata adalah Deshita. Nama lengkapnya adalah Deshita Sinta. Nama panggilannya adalah Deshita.
“Halo, Shita! Ada apa?” tanya Clara yg ditelpon oleh Deshita.
__ADS_1
“Aku baru saja diam-diam mengikuti gadis itu.” jawab Deshita.
“Apa? Kerja bagus! Dia bertemu dengan siapa?” tanya Clara lagi kepada Deshita.
“Dengan dokter Rosetta, dia pemilik rumah sakit melati.” jawab Deshita.
“Berarti kau dan juga dia sekarang berada di rumah sakit melati?” tanya Clara lagi dan lagi kepada Deshita.
“Iya.” jawab Deshita.
“Apa yang mereka bicarakan?” tanya Clara kepada Deshita.
“Aku tidak tahu, Clar! Aku tidak mendengarnya begitu jelas! Tapi aku akan mencoba mendekati mereka berdua secara diam-diam agar tidak ketahuan oleh mereka!” jawab Deshita sambil diam-diam melangkah mendekat dengan Sya dan juga dokter Rosetta agar tidak ketahuan oleh dua orang tersebut, karena jika ketahuan maka tamatlah riwayat Deshita Sinta hari ini.
“Bagus! Baiklah, hati-hati!!”
“Ya, Clar! Aku sudah mendekati mereka berdua. Hanya saja aku tidak mendengar apapun yang mereka bicarakan, mereka masih asik berpelukan seperti seorang ibu dan juga anak. Tingkah mereka begitu mencurigakan!” jelas Deshita secara lengkap kepada Clara.
“Apa? Kau tidak berbohong ataupun bercanda kepadaku, 'kan?” tanya Clara dengan serius kepada Deshita temannya.
“Aku serius! Jika kau tak percaya, coba kau lihatlah foto yang aku kirimkan kepadamu!” ucap Deshita kepada Clara.
“Baiklah!” ucap Clara.
Clara pun dengan segera membuka foto yg dikirimkan Deshita untuknya. Dan berapa terkejutnya melihat foto tersebut.
“Ya! Kau benar, Shita. Mereka seperti seorang ibu dan juga anak! Kirimkan lokasimu kepadaku, aku akan segera menuju ke sana!” perintah Clara kepada Deshita temannya.
“Baik, Clar!” Dengan segera, Deshita pun mengirimkan lokasinya kepada Clara.
Namun,.. seseorang datang menghampiri mereka.
“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya orang tersebut kepada Deshita.
Deshita yg merasa suara tersebut tidak asing pun menoleh ke orang tersebut. Dan betapa terkejut dirinya ketika melihat wajah orang tersebut.
...𝚃𝙾 𝙱𝙴 𝙲𝙾𝙽𝚃𝙸𝙽𝚄𝙴𝙳......
Siapa kah orang tersebut? Mengapa orang tersebut tidak asing bagi Deshita? Banyak misteri ya wkwk dan konfliknya,
Masih semangat puasanya, 'kan?
Yok... semangatt!!
Jangan lupa dukungannya buat Author 🤗🙏🏻
__ADS_1
Thank's All. 🙏🏻💞