Identitas Diva Yang Tersembunyi

Identitas Diva Yang Tersembunyi
DIVA | 68 : MENGINAP


__ADS_3

Happy Reading...


Pria tersebut pun langsung memeluk Diva. Rasa emosi tadi hilang begitu saja setelah mencium aroma yang dirindukan nya. Calvin memejamkan matanya sembari menghirupnya.


Diva pun memeluk balik.


Mereka berdua saling berpelukan hingga salah satu asisten rumah tangga menghentikan kegiatan berpelukan mereka berdua.


“Nona Diva, Tuan.“ panggil asisten rumah tangga itu. Mendengar suara asisten rumah tangga yang bekerja di Villa-nya pun langsung melepaskan pelukan-nya dengan wajah bersemu merah.


“Maaf menganggu, Tuan, Nona Diva. Apa perlu saya siapkan makan malam?“ tanya asisten rumah tangga itu dengan sopan.


“Boleh, Bi. Terima kasih ya, Bi.“ jawab Diva sembari tersenyum manis agar rasa malunya tadi menghilang.


“Sama-sama, Nona Diva.“ ujar asisten rumah tangga itu sembari melemparkan balik senyuman manis khasnya kepada atasannya lalu pamit pergi.


“Dia barusan siapa?“ tanya Calvin kembali memeluk gadis-nya itu. Aroma tubuh Diva benar-benar membuatnya candu dan ingin terus-menerus memeluk gadis itu.


“Jangan peluk-peluk terus! Aku geli!“ ujar Diva.


Calvin pun melepaskan pelukan-nya. Lalu ikut duduk di sebelah gadis-nya itu.


“Tadi dia siapa?“ tanya Calvin lagi.


“Dia asisten rumah tangga di sini. Biasanya dia akan mengurus beberapa perkerjaan rumah karena mungkin aku tidak akan sempat mengurus Villa ini mengingat pekerjaan-ku,“ jelas Diva.

__ADS_1


“Oh.“ Calvin hanya ber oh ria saja lalu bersandar di bahu gadis-nya.


“Kamu ingin, kita menikah kapan?“


“Terserah kamu saja sih. Kalau besok, juga nggak masalah,“ jawab Diva yang mengira Calvin hanya sedang bercanda saja kepadanya.


“Besok? Yakin, Sayang?“ ujar Calvin dengan tatapan tidak percaya.


“Eh?“ sahut Diva yang baru menyadari apabila pria itu sedang tidak bercanda padanya.


“Terserah deh!“ jawab Diva pada akhirnya.


“Dua hari lagi, bagaimana?“ tanya Calvin.


“Hah! Dua hari lagi!?“ Wajah Diva terkejut.


“Oke deh,“ ujar Diva.


Beberapa saat kemudian, asisten rumah tangga memanggil keduanya untuk makan malam. “Nona Diva, Tuan Calvin. Makan malam sudah saya siapkan. Selamat makan.“


Diva dan Calvin pun mengangguk dan menuju ruang makan.


Mereka langsung menyantap makan malam mereka yang diawali dengan doa.


...☘️☘️☘️...

__ADS_1


Waktu terus berlalu, hingga tidak terasa, mereka sudah selesai makan malam, hari pun sudah semakin gelap.


“Sayang! Aku pulang dulu ya!“ seru Calvin.


“Jangan! Hari sudah gelap, mending nginap di sini saja!“ jawab Diva.


“Menginap? Tapi nanti apa kata orang, kita belum memiliki hubungan resmi sudah tinggal satu tempat!“


“Di sini tidak hanya kita berdua! Ada Pak Satpam, beberapa asisten rumah tangga lainnya!“


“Tapi tetap saja, bukan? Bisa jadi fitnah!“ tolak Calvin lagi.


“Tenang! Aku akan menjamin tidak ada siapapun yang bisa mengawasi kita.“ ujar Diva berusaha membuat Calvin tetap di sini. Takut pria itu di jalan kenapa-kenapa. Apalagi hari sudah gelap seperti ini.


“Baiklah kalau itu maumu,“ jawab Calvin pada akhirnya mau tetap di sana. Melihat langit yang sudah gelap, membuat dirinya memutuskan untuk menginap di Villa ini satu malam saja.


“Oke. Kamu tidur di kamar ini,“ ucap Diva membawa Calvin masuk kembali lalu menunjuk kamar kosong untuk Calvin.


“Lalu, aku tidur di sana,“ tunjuk Diva pada kamarnya sendiri.


“Baiklah,“ jawab Calvin mengangguk setuju.


Mereka berdua lalu masuk ke kamar masing-masing. Mulai mencuci kaki, tangan serta lainnya lalu berbaring di atas ranjang.


Mereka sama-sama memejamkan mata. Namun, malam kali ini terasa berbeda. Jika malam biasanya akan langsung tertidur apabila sudah berbaring, kali ini berbeda.

__ADS_1


Baru saja beberapa menit berpisah, mereka berdua sudah merasa rindu pada orang yang mereka cintai.


To be continued...


__ADS_2