Identitas Diva Yang Tersembunyi

Identitas Diva Yang Tersembunyi
DIVA | 90 : PERJALANAN


__ADS_3

Calvin lalu kembali mengecupi wajah istrinya dengan lembut. Suasana saat ini adalah romantis.


“Aishhh …“ Diva tentu merasa kesal, sebab dirinya tidak mendapatkan jawaban yang diinginkannya


Perjalanan Diva dan Calvin menuju Negara tempat bulan madu mereka, dipenuhi dengan keromantisan keduanya.


Perjalanan Diva dan Calvin membutuhkan waktu kurang lebih tujuh belas jam.


Tujuh belas jam adalah waktu yang sangat lama, namun jika kita mengisinya sepanjang perjalanan dengan tidur, maka waktunya akan terasa berjalan dengan cepat.


Diva tertidur dengan posisi kepala di atas pangkuan Calvin.


Tidak banyak pramugari di dalam pesawat pribadi milik Calvin. Paling hanya beberapa saja, tidak mencapai sepuluh orang.


Siang harinya pun tiba. Diva dan Calvin berangkat sekitar pukul sebelas pagi menjelang siang hari, kini tidak terasa, sudah berlalu satu jam, yang artinya sekarang sudah pukul satu siang.


Calvin yang sejak tadi----tidak tidur, memutuskan untuk memanggil salah satu Pramugari yang sedang bertugas di pesawat pribadinya pada hari ini----kebetulan Pramugari yang dipanggil oleh Calvin itu posisinya berada lima meter dari posisi Calvin dan Diva.


“Iya, Tuan?“ jawab Pramugari tersebut dengan sopan sembari menghampiri Calvin hingga jarak diantara keduanya berjarak dua meter.

__ADS_1


“Tolong ambilkan makanan untukku dan istriku!“ perintah Calvin tanpa basa-basi----langsung kedalam intinya.


“Baiklah, Tuan. Makanan apa yang ingin Tuan Calvin dan istri Tuan----Nyonya Diva makan pada siang hari ini?“ Pramugari tersebut bertanya kepada Calvin dengan nada sopan tentunya.


“Ambilkan sesuai dengan nama makanannya di kertas ini.“ ucap Calvin sembari memberikan sebuah benda----kertas berukuran kecil kepada Pramugari tersebut.


“Baik, Tuan. Perintah akan saya segera laksanakan.“ jawab Pramugari tersebut----membungkukkan badannya dengan hormat. Dan berlalu pergi dari hadapan atasannya.


Tidak lama kemudian, Pramugari tersebut kembali dengan membawa makanan sesuai dengan yang diperintah oleh atasannya.


“Ini makanannya, Tuan. Silakan dinikmati.“ ucap Pramugari tersebut----menampilkan sebuah senyuman kecil yang terukir di wajahnya. Bukan bermaksud----menggoda atasannya, namun dirinya yang sebagai Pramugari---tentu harus memiliki sifat murah senyum.


Calvin meletakkan piring makanan tersebut di atas meja. Sedangkan untuk minumannya, Pramugari yang akan meletakkannya.


“Perintah dari Tuan, sudah selesai saya laksanakan. Saya permisi sebentar. Jika perlu sesuatu lagi, panggil saya.“ ucap Pramugari tersebut lalu menbungkukkan badannya dengan hormat dan berlalu pergi dari hadapan atasannya.


Calvin segera membangunkan sang istri tercinta dengan lembut.


“Sayang.“ bisik Calvin tepat di telinga sang istri tercinta.

__ADS_1


Diva yang masih tertidur pulas, tidak mendengar suara dari Calvin. Sepertinya Diva benar-benar kelelahan setelah malam pertama.


Merasa istrinya tidak mendengar suaranya, Calvin mencoba dengan cara lain.


“Cup! Cup! Cup!“


Calvin menciumi wajah istrinya. Selain untuk membangunkan istrinya, Calvin juga memang berniat untuk modus sejak awal. Namun, hal tersebut memang wajar untuk sepasang pengantin, terlebih lagi sepasang pengantin yang baru saja menikah.


Diva langsung merespon, merasa geli di bagian wajahnya, ketika sang suami menciumi wajahnya.


Meskipun masih merasa mengantuk, Diva tetap membuka matanya secara perlahan. Melihat sekeliling.


“Apa kita sudah sampai?“ tanya Diva.


Calvin yang mendengar pertanyaan dari istrinya barusan, tentu merasa gemas. Dan kembali menciumi wajah sang istri tercinta.


Pramugari tadi yang mengantarkan makanan dan minuman untuk Calvin, memutuskan untuk pergi ke ruangannya, daripada melihat kegiatan kemesraan sepasang pengantin baru itu.


...***...

__ADS_1


Maaf yaa, lama tidak update. Sambil menunggu feedback dari pusat, Author akan usahakan update. Maaf jika kesan babnya bertele-tele. Terimakasih atas dukunganny


__ADS_2