Identitas Diva Yang Tersembunyi

Identitas Diva Yang Tersembunyi
DIVA | 14 : BUKTI (2)


__ADS_3

...~𝙷𝙰𝙿𝙿𝚈 𝚁𝙴𝙰𝙳𝙸𝙽𝙶~...


Beberapa menit pun berlalu.


“Akhirnya … ,” ujar Sya lirih sembari memutar video rekaman CCTV.


Sya bersandar di kursinya sembari menonton video rekaman CCTV yang baru saja ia dapatkan dengan cara menge hack.


⚘⚘⚘


Sementara di Deshita dan juga dokter Ria.


“Waduh.. gawat,” ucap Deshita sembari mondar-mandir tidak jelas.


“Tapi... data cadangan sih percuma. Sini coba laptop kamu,” pinta Deshita kepada dokter Ria yang notabene nya adalah sahabatnya.


“Gak, ah. Nanti malah kamu banting takutnya,” tolak Ria sembari menjauhkan laptop kesayangannya dari Deshita.


“Enggak bakalan kok, Ri,” mohon Deshita sembari merebut laptop kesayangan milik Ria.


“Aku bilang gak mau ya gak mau! Jangan dipaksa!” seru Ria.


Ria dan juga Deshita pun saling tarik-menarik laptop kesayangan milik Ria.


PRANG!


“Aaa!!” pekik Deshita dan juga Ria ketika melihat laptop kesayangan milik Ria jatuh.


Ria langsung mengambil laptop kesayangan miliknya itu. Dan betapa sedihnya saat mengetahui jika laptop kesayangan miliknya itu rusak total.


Layar komputer tersebut pun rusak. Beberapa huruf yang ada di keyboard laptop tersebut pun lepas dari tempatnya. Dan di bagian body laptopnya ada yang retak akibat jatuh laptop tersebut dengan kuat.


“Deshita!!” pekik Ria.


“Maaf, Ria,” ucap Deshita menunduk.


“Gara-gara kamu, laptop ini jadi rusak! Laptop ini laptop kesayangan aku, tahu! Harganya mahal!” omel Ria kepada Deshita.


“Yaa.. maaf. Kan aku cuma mau lihat aja,” sahut Deshita.


“Aku gak mau tahu! Kamu harus beliin laptop untuk aku yang baru dengan merek terbaru dan termahal!” perintah Ria kepada Deshita.


“Apa? Enak saja!” hardik Deshita.


“Aku tidak mau tahu! Kamu yang merusaknya, maka kamu juga yang menggantinya!”


“Enak saja! Kan kamu juga ikutan rebut sama aku, tuh! Jadi ini bukan salah aku sepenuhnya, dong!”


“Apa? Tapi kan kamu juga yang memaksa! Udah tahu aku gak bolehin pinjam, kamu malah rebut!”


“Siapa suruh juga tuh buat gak pinjamin ke aku! Aku kan cuma mau lihat bagian apanya yang rusak gitu biar aku bisa perbaiki misalnya!”


“Gak ada yang nyuruh tuh! Aku emang gak mau kasih pinjam ke kamu! Yang ada nanti rusak! Dan ini buktinya, tuh!”


“Haha! Ria … Ria …, ini kamu jadikan bukti?” ujar Deshita sembari tertawa.

__ADS_1


“Mesti banget! Kalau gak mau ganti rugi, aku laporkan ke polisi!” ancam Ria kepada Deshita.


“Laporkan? Silahkan, aku tidak takut!”


“Tidak takut? Haha, paling hanya tipuan kamu aja tuh, Shita!” tuduh Ria kepada Deshita.


“Tipuan? Sudah sangat jelas begini, kamu malah bilangnya tipuan? Kamu sudah gila, ya!”


“Gila kamu bilang? Kalau aku gila, aku tidak berada di sini! Tapi di rumah sakit jiwa!” hardik Ria.


“Barangkali kamu tersesat! Aku heran, kok bisa aku bersahabat sama kamu!”


Tiba-tiba datanglah Clara.


“Deshita! Ria!” seru Clara dengan wajah tak percaya sembari menghampiri kedua sahabatnya tersebut.


“Clara!” pekik Deshita dan juga Ria tak percaya dengan kedatangan Clara secara tiba-tiba.


“Apa yang kalian berdua lakukan?” tanya Clara kepada Deshita dan juga Ria.


“Kami …” jawab Deshita dan Ria sembari menatap satu sama lain.


“Kami apa?”


“Kami hanya berbincang saja, kok! Shita, benar 'kan?” sahut Ria sembari menatap Deshita.


“Iya, Clara!” timpal Deshita setelah mendapatkan kode tatapan dari Ria.


“Berbincang? Kenapa sepertinya kalian ribut sekali?” tanya Clara kepada Ria dan juga Deshita dengan penasaran sembari menatap wajah Ria dan Deshita.


“Bohong! Kalian berdua jangan bohong!” bantah Clara sembari menatap laptop yang rusak di meja.


Ria dan juga Deshita hanya bisa menelan saliva nya. Mereka berdua saling menatap kemana arah Clara melihat. Dan mereka berdua sangat terkejut saat mengetahui jika Clara sedari tadi melihat laptop kesayangan milik Ria yang telah hancur tersebut.


Ria dan Deshita semakin gugup. Dan bahkan keringat dingin sudah membasahi tubuh mereka berdua.


⚘⚘⚘


Sementara di Sya.


Sya sudah selesai menonton video rekaman CCTV yang baru saja ia dapatkan.


Sya mengepalkan tangannya marah.


Sya mengecek beberapa bukti yang sudah ia dapatkan. Namun, ia harus kecewa karena bukti yang ia dapatkan masih saja kurang.


Sya tidak patah semangat, ia kembali mencari bukti dengan kemampuan hackernya tersebut.


Sebelum melanjutkan pekerjaan hackernya tersebut, Sya mengambil gelas. Ia mengisi air di gelas tersebut dengan menggunakan dispenser.


Sya langsung meminum air putih. Lalu, ia kembali meletakkan gelasnya di posisi semula.


Sya kembali ke kursi nya dengan posisi semula.


Sya melakukan aktivitasnya kembali. Sya menge hack kembali.

__ADS_1


Dengan mengetik sangat cepat, Sya sembari fokus dengan layar laptopnya.


Beruntung Sya sudah hafal dengan letak huruf yang ada di keyboard laptopnya tersebut. Jadi, hal tersebut sangat memudahkan Sya dalam menge hack.


Jadi, Sya tidak perlu melirik keyboard nya kembali karena takut salah tekan huruf di keyboard laptopnya. Sya pun hanya perlu fokus dengan latar komputernya dengan jari yang terus mengetik dengan sangat cepat.


Sya terus mengetik dengan cepat tanpa ada siapapun yang menganggunya.


Suara kicauan burung pun sama sekali tidak menganggu Sya dalam melakukan kegiatan menge hacknya.


Beberapa menit pun berlalu.


Sya akhirnya selesai mencari semua bukti yang di perlukan nya.


Sya menyimpan semua bukti yang ia dapatkan di laptopnya. Setelah selesai, Sya menutup laptopnya dan menyimpan nya di lemari yang ada di ruangan Eca.


Sya ikut tidur bersama Eca.


Sejak dulu, Sya sudah sering tidur bareng dengan Eca.


Bermain bersama, makan bersama, tinggal bersama, belajar bersama, foto bersama, liburan bersama, hingga tidur bersama.


Dan hal yang menyakitkan bagi Sya adalah kenangan liburan terakhir. Karena kenangan liburan terakhir itu membuat Sya harus kehilangan orangtua nya dan orangtua angkatnya alias orangtua sahabatnya serta sahabatnya koma.


Beruntung Eca sudah sadar dari koma nya.


Sya merasa dirinya harus meminta seseorang untuk menjaga Eca sahabatnya dengan ketat agar kejadian Eca tiba-tiba kritis tidak lagi terulang.


Sya harus mulai untuk rutin membuat obat yang biasanya ia berikan kepada Eca agar Eca sembuh secepatnya.


...𝚃𝙾 𝙱𝙴 𝙲𝙾𝙽𝚃𝙸𝙽𝚄𝙴𝙳......


Hai kakak semua!


Author udah sering-sering untuk update tiap hari.


Maaf kalau bisa update double ataupun triple. Author masih punya kesibukan lainnya.


Jangan lupa dukungannya buat Author yaa.


ᰔLike


ᰔKomen


ᰔFavorit


ᰔHadiah


ᰔVote


Jangan lupa pencet tanda lovenya yaa biar Novel ini tersimpan di dalam rak buku kalian ya!


Jangan lupa juga tekan tombol jempol untuk menge like bab ini!


Thank's All. 🙏🏻💞

__ADS_1


__ADS_2