
Happy Reading...
Rasa penasaran yang terus menderanya, membuat Sya langsung mencari tahu pelakunya dengan laptop yang selalu ia bawa ke mana-mana saja. Jika ia sudah menemukannya, ia pastikan pelaku tersebut masuk penjara hari itu juga dengan bukti yang ia dapatkan. Tidak peduli dengan cara apapun termasuk membongkar identitas aslinya.
Beberapa saat kemudian, ia menemukan identitas pelaku. Identitas pelaku itu sudah tidak asing lagi bagi kalian.
Ya, pelakunya adalah Deshita dan Ria. Sedangkan Clara tidak ada sangkut pautnya dengan kasus ini.
Clara sudah meminta maaf sepenuh hatinya kepada Sya sebelum Sya berangkat ke Bali. Clara meminta maaf dengan tulus. Karena tidak mau menyimpan dendam terlalu lama pada wanita itu terlebih lagi wanita itu terpaksa melakukannya, membuat Sya memaafkannya setulus hati. Clara bersama Rivan pergi ke luar negeri untuk membuka lembaran baru sekaligus liburan di sana. Clara sudah mendapatkan izin untuk itu.
Hanya saja, Clara berbeda dengan Ria dan Deshita. Ria dan Deshita memang tidak jera dengan ancaman Sya pada saat itu. Sepertinya mereka berdua mengganggap ancaman Sya saat itu hanyalah candaan.
Sya mengepalkan tangannya geram. Beruntung, semua perbuatan Ria dan Deshita saat itu yang melempar batunya terekam di sebuah CCTV yang sengaja Sya pasang di lokasi sana. Tujuannya untuk memantau pekerjanya. Sya membuat CCTV itu dengan bentuk seunik mungkin agar tidak ada yang mengetahui apabila benda tersebut ialah CCTV. Siapa sangka, apabila CCTV itu ada gunanya di saat ini.
Terlebih lagi, saat Sya mengetahui, apabila Ria dan Deshita pergi ke Bali atas permintaan Ricky dan Lia. Itu artinya, selama ini Sya diawasi oleh orangtua Ria.
“Baik. Karena kalian menganggap ancaman aku sebagai sebuah candaan. Setelah ini, kalian akan mengetahui kebenarannya yang akan membuat kalian terkejut,“ ucap Sya.
Namun, tiba-tiba saja, pintu kamarnya diketuk. Sya yang penasaran dengan si pelaku pengetuk pintu langsung mengeceknya melalui kaca pintu. Dan ternyata adalah seorang pria yang mengetuk pintunya.
Ya, pria tersebut ialah Calvin Erland. Tidak ingin kesalahpahaman terjadi nantinya, Sya memilih untuk tidak membukakan pintu.
Ia hanya mengatakan kepada pria tersebut melalui kaca pintu. “Tuan Calvin. Tuan Devan. Sebaiknya, jika ingin bertemu, di luar ruangan terbuka. Kirimkan pesan padaku di mana ingin bertemu. Saya tidak ingin kesalahpahaman terjadi,“
Mendengar itu, Calvin menghentikan aksinya dan mengirimkan pesan kepada Sya apabila dirinya ingin bertemu dengan Sya di Taman bunga yang ada di Bali. Nama taman bunga tersebut ialah The Blooms Garden.
Sya yang mendapatkan pesan dari Calvin segera membaca pesan tersebut. Calvin mengajak bertemu di The Blooms Garden.
__ADS_1
“Baiklah. Aku akan pergi ke sana sekarang.“ Itulah pesan yang dikirimkan oleh Sya.
“Aku akan menunggumu.“ jawab Calvin.
Tidak sulit bagi Calvin untuk mencari mobil di sini. Dengan uang yang dimiliki olehnya membuat dirinya bisa membeli mobil di daerah sini.
“Kenapa tidak kepikiran dari tadi, Tuan?“ gerutu Devan.
Calvin tidak menjawab. Ia segera menyelesaikan pembayaran. Karena dia orang pengusaha yang terkenal, membuat pembayarannya cepat di proses. Begitulah, orang kaya didahulukan dan dipercepat. Sedangkan orang sederhana, dibiarkan lama begitu saja.
Calvin dan Devan pergi ke tempat menjual mobil dengan menaiki taksi. Tentu tidak sulit ketika menjadi orang kaya, dengan senang hati sopir taksi itu mengantarkan Calvin dan Devan ke tempat menjual mobil.
Setelah membeli mobil, Calvin langsung menaiki mobil tersebut dengan Devan. Mobil disetir oleh asisten Calvin.
Mereka berdua kembali menuju ke Hotel tempat penginapan mereka sementara di Bali.
“Tok … Tok … Tok …“ Terdengar suara ketukan pintu.
Sya yang di dalam kamar tengah berhias pun tidak memedulikan suara ketukan pintu.
Setelah berhias dan memastikan wajahnya sudah cantik, Sya keluar dengan membawa tasnya.
Sya melihat kedua pria itu menunggu dirinya. Tanpa disadari oleh kedua pria itu, Sya tersenyum. Namun, senyuman tersebut dengan cepat ia hilangkan sebelum dua pria ini melihat senyumannya itu. Karena dua pria ini pasti akan besar kepala nantinya.
“Sedang apa kalian?“ tanya Sya.
“Menunggumu.“ jawab Calvin.
__ADS_1
“Menungguku? Kenapa Anda bersama asisten Anda langsung pergi?“
“Agar berangkat bersama.“ jawab Calvin lalu menarik tangan Sya keluar dengan diikuti oleh asisten Calvin.
Mereka bertiga naik mobil yang baru dibeli Calvin. Calvin dan Sya duduk di belakang, sedangkan Devan yang menyetir mobilnya.
Beberapa saat kemudian, mereka sampai di The Blooms Garden.
Sejenak, Sya bisa merilekskan pikirannya di The Blooms Garden ini.
Taman bunga elok ini ada pada ketinggian pegunungan, hingga udara sekelilingnya benar-benar sejuk.
Disamping itu, The Blooms Garden yang hits di Bali ini rupanya umurnya baru beberapa waktu saja lho. Taman ini sah dibuka untuk umum di bulan Juni 2019 lalu . Maka tujuan rekreasi yang ini betul-betul masih baru dan fresh sekali. Tidaklah aneh jika tempat ini ada banyak didatangi oleh wisatawan.
Sama dengan Dubai Miracle Garden yang berada di Dubai, The Blooms Garden dipenuhi dengan bunga-bunga elok yang diatur demikian rupa dalam taman. Pada saat mengunjungi kebun Bunga ini, anda akan melihat dan menemukan banyak spot cantik untuk berpose.
Bloom garden berada di atas tanah seluas lima hektar dengan berbagai tanaman bunga yang cantik dan bermacam-macam spot selfie. Selain mengunjungi tempat ini, anda juga bisa berkunjung ke kebun kopi, dan panorama alam yang memikat karena berada di daratan tinggi pegunungan. Udaranya juga benar-benar fresh, dan sejuk.
Informasi dari google~
Sya memejamkan mata sembari menghirup udara sejuk di taman ini. Sejenak ia melupakan masalah besar yang kemungkinan akan dihadapinya yang menjadi risiko apabila membongkar identitas aslinya.
To be continued...
Mau double update? Komen di bawah, ‘double up, thor!’
Jangan lupa dukungannya yaa... Terima kasih.
__ADS_1