
Hai kakak semua..
Maaf nih baru kasih kabar,
Dari tiga atau dua hari yang lalu, Author udah sering kasih kabar ya buat kalian semua di komentar. Tapi, Author sendiri kurang tahu apakah kalian semua membacanya apa tidak. Terlebih lagi novel ini belum kontrak, jadi belum bisa bikin komentar top ataupun hot agar bisa dilihat langsung paling atas. Author sih berharap kalian membacanya.
Novel ini beberapa akan direvisi di bab awal ya, kalau kalian sering baca ulang, pasti kalian akan merasa beberapa ada yang beda.
Di bab dua, udah beberapa kali ya direvisiπ€
Ok, untuk pengumuman nya cukup segitu.
Author mau promosi novel Author yang kedua sebelum ini ya, ini novel ketiga.
Judul novel Author yang kedua adalah βLilyana Putri Amaliaβ
Sinopsis :
Lilyana Putri Amalia, gadis cantik dan polos berusia 17 tahun yg memiliki masa lalu yg kelam membuat ia sangat dingin, dan tidak mudah tersentuh oleh orang lain Panggilan gadis cantik ini adalah Putri.
Putri adalah gadis yatim piatu. Papa nya meninggal saat Putri berusia 11 tahun. Dan Mama nya meninggal saat Putri berusia 16 tahun dan adik Putri yg bernama Citra Dewi Amalia berusia 4 tahun.
Setelah 1 minggu kejadian itu, mulai lah muncul sosok pengganti mama bagi Putri dan Dewi. Dia adalah Adik dari Mama Putri & Dewi yg bernama Laura Amalia. Entah pesan apa yg disampaikan Laura pada Putri, hingga membuat Putri berubah.
Di hari kelulusannya, ia dipertemukan dengan keluarga kandungnya. Dan suatu kejadian yg membuat Putri menikah dengan anak sahabat Grandpa nya.
Tapi justru yg dijodohkan dengan Putri, sudah memiliki kekasih yg bernama Layla.
Apakah Putri bisa berbahagia di rumah tangga nya?? Atau justru Putri mundur? Yuk ikuti kisahnya...
Bab 1.
Flashback on
Di flashback kali ini, saat Putri berusia 11 tahun hampir 12 tahun ya.
Putri melihat mama nya sedang menelepon sambil menangis.
Setelah mama nya selesai menelepon, ia pun menghampiri mama nya.
"Mama, ada apa? Kok habis nelpon nangis??" tanya Putri.
"Itu.. papa kamu nak." jawab Mama Putri yg bernama Zaskia sambil menahan tangis nya.
"Papa kenapa ma??" tanya Putri.
"Papa mu meninggal karena kecelakaan." jawab Zaskia setelah menarik nafas nya lalu membuang nafas nya. Meskipun begitu, suara nya masih bergetar.
"Apa ma????? Papaaaaa???? Tidakkkkkkk!!" seru Putri lalu duduk di lantai.
"Ayo nak, kita coba ke rumah sakit." ajak Zaskia.
"Iya ma." ucap Putri dengan suara bergetar lalu menggandeng tangan Zaskia.
Mereka berdua pun keluar dari rumah lalu mengunci pintu rumah dan pergi ke rumah sakit dengan jalan kaki.
Untung saja rumah sakit itu dekat dengan rumah, jadi tidak perlu mengeluarkan biaya untuk naik angkot.
Setelah beberapa menit berjalan kaki, mereka berdua pun sampai di rumah sakit.
Mereka berdua pun masuk ke dalam rumah sakit.
"Ada yang bisa kami bantu, bu?" tanya resepsionis.
__ADS_1
"Apa ada pasien di sini atas nama Kevin Alvino??" tanya Zaskia.
"Ada bu, mendiang ada di kamar mayat no 008. Biaya sudah di bayarkan oleh Tuan Kalandra Alvano Putra." ucap resepsionis tersebut lalu menunjuk orang yg di maksud nya. (Anggap saja ya ada nomor ruangan setiap ruang mayatnya hehe).
"Baiklah, Sus. Terima kasih." ucap Zaskia.
"Ya bu." jawab resepsionis tersebut.
Zaskia dan Putri pun menghampiri orang yg di maksud resepsionis tadi.
"Terima kasih, Tuan." ucap Zaskia sambil menangkup kan kedua tangan di dada.
"Ya bu.. sama-sama." jawab Alvano.
"Apa Tuan adalah orang yang menelepon saya?" tanya Zaskia.
"Ya bu.. tadi saya melihat di hp nya mendiang suami ibu ada nomor ibu. Karena ibu adalah istri nya, jadi saya hubungi." ucap Alvano.
"Terima kasih ya Tuan." ucap Zaskia.
"Ya bu, saya turut berduka ya atas meninggal nya suami ibu." ucap Alvano.
"Terima kasih." ucap Putri mewakili Zaskia yg menahan tangis.
"Ya.. nama kamu siapa nak?" tanya Alvano.
"Nama saya Lilyana Putri Amalia." jawab Putri.
"Marga nya Amalia. Pantesan saja wajah mereka berdua tidak asing. Tapi kok mereka tidak bersama keluarga nya ya?" gumam Alvano.
"Bagus sekali nama mu, nak. Kalau begitu, saya permisi dulu ya. Saya masih ada urusan soalnya." ucap Alvano.
"Iya Tuan, sekali lagi Terima kasih banyak." ucap Putri.
Putri dan Zaskia pun ke ruang mayat no 008.
Di ruangan ini masih ada suster yg tengah memeriksa.
"Eh? Selamat datang bu, ada yang bisa saya bantu?" tanya suster tersebut menghentikan pekerjaan nya.
"Apa di sini ada pasien yang bernama Kevin Alvino?" tanya Zaskia.
"Ada bu, apa ibu dan anak ibu adalah keluarga nya?" seru suster.
"Ya Sus, saya istri nya dan ini anak saya." jawab Zaskia.
"Baiklah, dia ada di sana. Apa ibu mau bawa pulang?" tanya suster.
"Ya sus, saya mau bawa pulang untuk di makamkan sendiri." jawab Zaskia.
Zaskia pun menatap mayat suami nya, Kevin Alvino.
Tiba-tiba saja..
Brukk..
"MAMA?" pekik Putri.
"Astaga, bu!" ucap suster.
Suster pun membawa Zaskia keluar dari ruangan mayat dengan di ikuti Putri. Lalu di letakkan di ranjang pasien lalu di periksa dokter.
Dokter itu pun tersenyum. Putri yg melihat itu pun bingung dan mulai bertanya pada dokter.
__ADS_1
"Dok, kenapa dokter senyum-senyum sendiri? Emang nya ada apa?" tanya Putri.
"Sepertinya mama kamu hamil, nak." jawab dokter.
"Hamil?" tanya Putri.
"Iya." jawab dokter.
Tak lama kemudian, Zaskia pun sadar.
"Ergh.. loh?" ucap Zaskia.
"Mama!!" ucap Putri.
"Kenapa mama bisa di sini??" tanya Zaskia.
"Tadi mama pingsan. jadi di bawa suster dan dokter ke sini. Kata dokter kayaknya mama hamil." jawab Putri.
"Hamil?" tanya Zaskia lalu menangis terharu.
"Iya bu, untuk biar tahu lebih lanjut, coba ibu tes pake testpack. Ini testpack nya ya bu." jawab dokter.
Zaskia pun mencoba nya. Setelah menunggu lama nya sekitar 10 menit, Zaskia pun keluar dengan senyum haru.
"Bagaimana ma?" tanya Putri.
"Garis dua." jawab Zaskia.
Zaskia pun di periksa dengan USG. Pertama di oleskan gel di bagian perut Zaskia. Dan terlihat di USG ada 1 janin yg berbentuk seperti biji kacang. Janin itu kecil sekali.
Putri yg melihat itu pun sedikit bingung. Namun, mamanya dan dokter menjelaskan kepada Putri. Walau tidak mengerti sepenuhnya, Putri pun hanya mengangguk pertanda mengerti.
Setelah itu pun mereka kembali ke rumah mayat setelah di berikan vitamin agar kandungan Zaskia tetap kuat.
Mayat Kevin Alvino pun di bawa pulang.
(Ini tergantung tradisi masing-masing ya. Author skip saja bagian ini).
"Hiks.. mas, mungkin kamu sudah tahu di atas. Kalau aku hamil anak kamu mas, sudah 7 minggu kata dokter. Aku akan jaga anak kita yang terakhir mas. Hiks... hiks." ucap Zaskia sambil menangis.
"Sabar ya ma." ucap Putri walaupun ia sedih. Tapi ia tak boleh lemah di depan mama nya ini, karena mama nya sekarang tengah hamil adik nya.
"Semoga papa tenang ya di atas. Terima kasih atas pengorbanan papa sebesar-besarnya, maafkan Putri belum bisa membanggakan papa. Tapi Putri akan janji dengan papa, akan menjaga mama dan adik Putri baik-baik." gumam Putri.
"Ayo ma, kita pulang!" ajak Putri.
"I-iya nak." ucap Zaskia sambil menghapus bekas lelehan air mata nya.
Mereka berdua pun pulang ke rumah.
Mereka pun membereskan beberapa barang yg berantakan.
Setelah selesai, mereka berdua pun pergi istirahat.
...~π©πππππππππ~...
untuk bab dua nya, kalian bisa langsung mampir ya di profil Author.
Kalau ada typo, tolong beritahu Author ya, nanti Author akan revisi.
Novel tersebut sempat hiatus satu bulan lebih dan sekarang lanjut kembali.
Jangan lupa mampir yaππ»
__ADS_1
Thank's All. ππ»π