Identitas Diva Yang Tersembunyi

Identitas Diva Yang Tersembunyi
DIVA | 15 : RACUN


__ADS_3

...~๐™ท๐™ฐ๐™ฟ๐™ฟ๐šˆ ๐š๐™ด๐™ฐ๐™ณ๐™ธ๐™ฝ๐™ถ~...


Sya harus mulai untuk rutin membuat obat yang biasanya ia berikan kepada Eca agar Eca sembuh secepatnya.


โš˜โš˜โš˜


Sementara di Ria dan juga Deshita..


โ€œAku mau kalian berdua saling ber maafan!โ€ ujar Clara tegas membuat Deshita dan juga Ria terkejut.


โ€œAโ€”Apa?โ€ ucap Ria dan juga Deshita terkejut.


โ€œIyaa.. aku mau kalian berdua saling ber maafan!โ€ ulang Clara dengan tegas.


Deshita dan juga Ria saling tatap-tatapan.


โ€œOke!โ€ sahut Ria.


Ria dan juga Deshita pun saling bermaaf-maafan.


Clara tersenyum senang melihat kedua sahabatnya saling bermaaf-maafan.


Ria dan Deshita berpelukan berduaan. Setelah itu, barulah Ria dan juga Deshita mengajak Clara untuk berpelukan bersama. Dengan senang hati, Clara menerima pelukan tersebut.


Mereka berpelukan secara bergantian. Yang pertama, Deshita bersama Ria. Lalu yang kedua, Ria bersama Clara. Dan yang ke tiga, Clara bersama Deshita.


Setelah berpelukan seperti itu, barulah mereka bertiga berpelukan bersama.


Mereka melepaskan pelukannua setelah puas.


Mereka bertiga mulai berbincang dengan serius. Entah apa yang mereka bicarakan hingga serius seperti itu. Sepertinya ada rencana yang ingin mereka buat atau ada masalah yang terlalu berat yang sedang mereka hadapi saat ini.


โš˜โš˜โš˜


Keesokan harinya.


Pagi harinya.


Sya bangun dan langsung bergegas mandi di kamar mandi. Beruntung semua perlengkapan mandi sudah disiapkan oleh dokter Rosetta.


Setelah beberapa menit di kamar mandi, Sya keluar dengan pakaian kantor nya.


Sya berniat pergi ke kantor.


Sya pun membangunkan Eca yang masih tertidur nyenyak.


Setelah membangunkan Eca, Sya meminta Eca untuk mandi. Sya juga membantu Eca untuk mandi sembari menemani Eca.


Karena dulu mereka berdua sering mandi bersama, Eca tidak malu jika tubuhnya di lihat Sya. Karena Sya juga tidak akan tergoda dengan tubuh Eca.

__ADS_1


Usai mandi, Eca pun dibantu Sya untuk kembali ke brankar pasien.


Sya membantu Eca duduk agar Eca bisa makan.


Sya meminta suster untuk membelikan dua porsi bubur ayam kesukaan Eca di kantin. Dengan senang hati, suster tersebut pun menuruti permintaan Sya.


Sembari menunggu, Sya dan juga Eca berbincang.


Sya juga meminta suster tadi untuk membelikan dua teh hangat.


Beberapa menit kemudian.


Setelah beberapa menit berlalu, suster itu membawa dua bungkus bubur ayam dan dua gelas teh hangat dengan dibantu oleh teman suster tersebut.


Sya mengucapkan Terima kasih kepada suster tersebut dan juga temannya. Suster dan temannya tersenyum misterius mendengar jawaban dari Sya lalu pergi meninggalkan ruangan Eca.


Sya mulai menuangkan bubur ayam ke dalam mangkok secara perlahan agar tidak tumpah. Lalu, Sya mengambil peralatan medis nya untuk mendeteksi racun di makanannya. Sya tidak mau dirinya mati konyol hanya karena keracunan dan Sya juga tidak mau jika Eca sahabatnya juga mengalami hal yang sama.


Sya mulai menggunakan alat pendeteksi racun yang dibuat dirinya sendiri ke dalam bubur ayam nya.


Sedangkan Eca hanya menunggu Sya.


Sejujurnya, dirinya sudah sangat lapar, namun, sang sahabat nya malah memintanya untuk menunggu sebentar karena sahabatnya ingin mendeteksi sesuatu di dalam bubur ayam karena takut ada sesuatu yang berbahaya di dalam bubur ayam.


Meski harus menahan lapar sebentar, Eca bersyukur memiliki sahabat yang selalu waspada dan siaga dengan siapapun termasuk suster yang ada di rumah sakit ini.


Sya mulai menunggu sebentar untuk menunggu hasilnya.


Beberapa menit kemudian.


Hasil nya ada terdeteksi racun di dalam bubur ayam tersebut. Sya tidak menyangka jika dua suster tersebut berani untuk meracuni dirinya dan juga Eca sahabatnya.


Sya mencoba mendeteksi racun yang ada di minumannya. Barangkali hasilnya sama atau justru hasilnya berbeda.


Sya mulai menunggu beberapa menit lagi untuk melihat hasilnya.


Beberapa menit kemudian.


โ€œRacun lagi?โ€ ujar Sya terkejut.


โ€œBagaimana, Sya?โ€ tanya Eca kepada Sya.


โ€œTernyata bubur ayamnya dan teh nya sama-sama ada racun, Eca.โ€ jawab Sya.


โ€œApa? Aku tidak menyangka jika dua suster tadi berani untuk meracuni kita berdua!โ€ seru Eca dengan wajah tidak percaya dengan perbuatan dua suster tadi.


โ€œIya.. sepertinya ada yang sudah merencanakan hal ini dengan sangat matang. Beruntung aku mendeteksinya terlebih dahulu!โ€ sahut Sya alias Christine tersebut.


โ€œIya..โ€ ujar Eca sembari mengangguk.

__ADS_1


โ€œJadi, kita makannya gimana nih?โ€ tanya Eca kepada Sya.


โ€œKita berdua yang ke kantin aja, deh!โ€ jawab Sya.


โ€œTapi nanti jadi repot, dong!โ€ sahut Eca.


โ€œTidak apa. Mending kerepotan daripada mengalami hal yang sama lagi!โ€ seru Sya.


โ€œIya sih.โ€


Eca dan juga Sya memutuskan untuk makan di kantin rumah sakit daripada mengalami kejadian yang sama kembali.


Tapi di saat mereka berdua menuju ke kantin rumah sakit, Sya berubah pikiran secara mendadak. Sya berubah pikiran dan lebih memilih menuju ke restoran dekat rumah sakit melati tempat Eca dirawat.


Beruntung restoran tersebut tidak jauh dari rumah sakit melati. Jadi, Sya tidak perlu melakukan perjalanan yang jauh.


Sya juga sudah meminta izin kepada dokter Rosetta untuk membawa Eca ke restoran. Beruntung dokter Rosetta mengerti.


Usai melakukan perjalanan, Sya dan juga Eca pun sampai di restoran.


Mereka berdua mulai melangkah masuk ke dalam restoran tersebut. Sya mulai memesan makanan kepada waitress di restoran tersebut.


Sya memesan makanan sesuai ajuran yang diberikan dokter Rosetta agar kesehatan Eca membaik. Dokter Rosetta hanya takut jika kesehatan Eca tiba-tiba menurun kembali hanya karena makan sembarangan. Dokter Rosetta juga memberikan saran untuk Eca untuk memakan makanan yang di anjurkan nya.


Beruntung Eca menurut.


Setelah memesan makanan, Eca dan Sya duduk di salah satu meja restoran yang kosong.


Karena hari masih pagi, jadi restoran ini cukup sepi. Selain karena hari masih pagi, restoran ini juga baru dibuka dan masih beres-beres. Jadi wajar saja mengapa restoran ini cukup sepi dan belum banyak orang yang datang ke restoran ini untuk membeli makanan.


Lalu, mereka berdua duduk di salah satu meja kosong nomor satu.


Mereka berdua menunggu sembari berbincang. Jika tidak berbincang, maka suasana nya tidak akan asik. Ditambah dengan candaan, pasti akan sangat seru perbincangan mereka.


โš˜โš˜โš˜


Sementara di dua suster tadi.


โ€œHuftt.. syukurlah jika dia tidak mencurigai kita.โ€ ujar suster tersebut.


โ€œIya.. Kira-kira apakah makanannya akan mereka berdua makan?โ€ tanya teman suster tersebut.


โ€œAntara makan atau tidak, sih.โ€ jawab suster tersebut.


...๐šƒ๐™พ ๐™ฑ๐™ด ๐™ฒ๐™พ๐™ฝ๐šƒ๐™ธ๐™ฝ๐š„๐™ด๐™ณ......


haii, Author minta maaf ya karena updatenya malam. Author lupa tadi, hehe..


Jangan lupa dukungan nya yaa..

__ADS_1


Thank's All. ๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ’ž


__ADS_2