
~Happy Reading~
Akhirnya Ricky memilih untuk mengikuti kata pikirannya.
Ia mulai mengambil flashdisk yang tergeletak di atas meja lalu disambungkan dengan komputer miliknya.
Ricky mulai membuka satu file. Dan file tersebut berisikan video. Karena penasaran, Ricky memutar video tersebut. Ia mulai menonton video tersebut.
Sya menghentikan putaran video lalu dibukanya video ke dua yang berisikan video yang sedang dibuka Ricky tadi. Sya langsung memutar video tersebut untuk mengetahui kejadian sebenarnya.
Ternyata video kedua berisikan tentang orangtua Sya dan orangtua sahabatnya Eca tengah berbincang serius. Namun, di video kedua kali ini, Sya merasakan sesuatu yang aneh dengan video ini.
Sya mendengar suara Papanya yang berbeda. Tidak hanya suara Papanya, suara Mamanya serta orangtua sahabatnya juga berbeda. Sya dapat mendengar dengan jelas apabila suara mereka sangatlah berbeda.
Sya mendownload video kedua tersebut, lalu disimpan ke dalam file dalam laptopnya. Sya menonton video kedua hingga habis. Setelah habis, Sya kembali ke video pertama dan menontonnya dari kelanjutan tadi.
Sya melihat Ricky mengamuk. Sya tidak menyangka apabila Ricky percaya begitu saja dengan isi video tanpa mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu.
Lalu, video pertama habis. Sya melanjutkan menonton video ketiga. Namun, sebelum Sya mengklik video ketiga, Sya melihat jumlah video yang ada di file ini. Ternyata hanya lima video dengan durasi yang cukup panjang. Sya menoleh ke jam tangannya dan di lihatlah jam sekarang.
Sekarang sudah pukul delapan pagi pas. Sya membereskan laptopnya lalu menyimpannya di dalam tasnya. Lalu, diambilnya tas tersebut untuk dibawa ke Rumah Sakit. Sya mengambil peralatan makeupnya dan mulai mengoleskan make-up ke wajahnya.
Wajahnya yang sudah cantik ditambah dengan polesan make-up walaupun tipis terlihat semakin cantik. Sya tersenyum bangga dengan hasilnya. Sya membereskan peralatan makeupnya dan menyimpan ke dalam tas yang akan dibawanya ke Rumah Sakit.
Setelah memastikan tak ada yang tertinggal, Sya langsung berangkat ke Rumah Sakit dengan mobilnya.
Setelah perjalanan, Sya sampai ke Rumah Sakit. Seluruh pekerja Rumah Sakit berkumpul dan meninggalkan pekerjaan mereka sementara.
“Selamat pagi, Nona! Semoga pagimu menyenangkan!“ sambut salah satu Dokter pria dengan senyuman manisnya terukur di bibirnya.
“Selamat pagi, Terima kasih!“ sahut Sya.
Sya masuk ke ruangannya dan mulai mengecek beberapa data penting lainnya.
“Oh ya, aku masih ingat soal kertas lamaran milik Deshita! Itu berkas perusahaan Papaku atau milik sahabatku ya??“ gumam Sya.
Sya mencari-cari data calon karyawan saat ini. Setelag menemukannya, Sya langsung melihat nama perusahaan. Ternyata milik sahabatnya. Sya mengambil berkas tersebut lalu menyimpannya di dalam tas. Terlebih lagi nanti pada saat jam makan siang, Sya memiliki janji dengan Eca untuk makan siang bersama.
Sya membuka kembali laptopnya untuk melanjutkan tontonannya tadi.
“Tadi sudah buka video ke berapa ya?“ batinnya.
“Oh iya …, Tadi kan bukanya sampai video kedua. Dan video ketiga ini udah dibuka cuma belum ditonton!“ batinnya lagi.
“Langsung buka video ketiga! Eeh … Hidupin kedap suara dulu sama kunci pintu ruangan biar gak ada yang nganggu!“ gumam Sya.
Sya menghidupkan kedap suara agar suara di ruangannya tidak keluar dan suara di luar ruangan tidak masuk ke ruangannya. Sya juga mengunci pintu ruangannya agar tidak ada yang menganggunya. Tapi sebelum itu, Sya membuat pengumuman agar tidak ada yang masuk ke ruangannya.
__ADS_1
Sya memutar video ketiga. Ternyata video ketiga adalah video yang sudah ia dapatkan. Jadi, Sya memutar video ke empat. Video ke empat ini berbeda. Video ini terlihat jelas apabila Eric mengungkapkan perasaannya. Namun, Sya heran, mengapa video ini ada di flashdisk ini?
Sya menoleh ke arah flashdisk. Sya baru sadar apabila flashdisk ini tidak pernah ditemui olehnya. Motif flashdisk ini berbeda.
Sya kembali fokus dengan monitor laptopnya.
“Tega sekali kau, Linda! Apa kau tahu? Aku mencintaimu sejak kita masih SMA!“ teriak Eric.
Tiba-tiba seorang wanita menghampiri Eric. Ya, wanita tersebut ialah Mama Sya yang bernama Linda Christanty.
“Apa kamu bilang barusan? Sejak SMA! Kamu jangan berbohong!“ sahut Linda.
“Aku tidak berbohong! Aku mengatakan yang sejujurnya!“ seru Eric.
“Lalu, kenapa kamu baru sekarang mengatakannya? Kenapa tidak dari dulu? Bahkan hingga aku menikah selama dua tahun dan hamil delapan bulan!“
“Karena sejak dulu aku memendamnya! Aku takut kau menolakku! Dan ternyata ketakutanku menjadi sebuah kenyataan!“
“Siapa suruh kamu memendam nya! Lalu, apa gunanya kamu menyatakan perasaanmu kepadaku?“ ucap Linda.
“Aku mau kau dan suamimu berpisah!“ sahut Eric.
“Kamu sudah gila ya, Ric! Aku sudah menikah selama dua tahun bersama Andrean! Dan kami berdua saling mencintai! Satu bulan lagi, aku akan melahirkan! Apa kamu tega dengan anak di dalam kandunganku!“ seru Linda.
“Gugurkan saja kandunganmu! Aku tidak mau hidup bersama anak suamimu itu!“
“Kau tega sekali, Linda! Baiklah, jangan salahkan aku apabila suatu hari keluargamu dan keluarga sahabatmu mati!“ pekik Eric sebelum Linda benar-benar pergi. Linda tidak menggubris ucapan Eric barusan, ia hanya menganggap sebagai angin yang berlalu saja.
Video selesai.
“Oke, sekarang aku paham kenapa si pria itu ada bersangkutan dengan kejadian kecelakaan empat tahun yang lalu! Ternyata karena cinta yang tak terbalaskan!“ ucap Sya.
Sya kembali melanjutkan menonton video kelima alias video terakhir.
Namun durasi video kelima alias video terakhir ini memiliki durasi yang cukup pendek. Sya melihat durasinya sekitar beberapa menit saja, berbeda dengan video sebelumnya,
Video tersebut terputar.
Terlihat di video kali ini apabila Ricky membayar uang kepada seorang pembunuh bayaran yang terkenal hebatnya. Ricky memberikan uang sebesar satu milyar kepada pembunuh pembayaran tersebut sebagai uang misi.
“Aku akan berikan kamu satu milyar terlebih dahulu! Jika misinya berhasil, maka aku akan berikan empat milyar untukmu!“ seru Ricky sembari memberikan sejumlah uang kepada pembunuh bayaran tersebut. Mata pembunuh bayaran tersebut berbinar, baru kali ini ia mendapatkan bayaran yang tinggi.
“Baiklah, Tuan! Saya akan menjalankan misi kali ini dengan baik!“ ucap pembunuh bayaran tersebut dengan yakin.
“Aku akan tunggu hasilnya!“ jawab Ricky.
Video tersebut berakhir begitu saja. Tiba-tiba yang awalnya hanya lima video mendadak jadi enam video. Sya heran dengan video keenam yang muncul tiba-tiba. Sya langsung membukanya. Durasi video kali ini tidak terlalu panjang, namun tidak terlalu sedikit juga.
__ADS_1
Video tersebut mulai berputar..
Video kali ini berisi.
Pembunuh bayaran tersebut tengah menjalankan aksinya dengan berpura-pura menjadi orang gila di jalan raya. Dengan aksinya tersebut, pada warga yang tengah menunggu lampu berwarna hijau pun hanya menatap jijik dengan pembunuh bayaran tersebut.
Pembunuh bayaran tersebut mendekati mobil milik Keluarga Sya dan mulai merusak kabel rem di bawah mobil. Para warga mengabaikan dengan kelakuan yang dianggap mereka adalah orang gila.
Setelah menyelesaikan misinya, pembunuh bayaran tersebut lari dan mendekati temannya untuk menaiki sebuah truk dan menabrak mobil keluarga Sya nantinya.
Kejadian yang tak pernah terduga pun terjadi. Kendaraan truk yang entah asalnya darimana menabrak mobil Sya hingga oleng. Sang sopir berusaha untuk mengerem mobil. Namun, tidak bisa karena remnya sama sekali tidak berfungsi.
Sopir berusaha untuk menepikan mobil agar tidak terjadi kecelakaan bagi pengendara lainnya dan tidak berbahaya baginya dan keluarga atasannya,
Namun, hal tersebut tidak sesuai dengan bayangan sopir, justru malah terjadi ketika sopir menabrak pohon, ia jatuh pingsan dengan luka parah. Tidak hanya sopir, semua orang di dalam mobil juga demikian.
Mobil keluarga sahabat Sya yang mengikuti jejak mobil keluarga Sya juga mengalami hal yang sama. Hanya saja, mobil keluarga sahabat Sya menabrak bagian belakang mobil dengan keras karena tidak bisa mengerem.
Mereka semua tidak sadarkan diri dalam keadaan luka parah di dalam mobil. Para warga ataupun pengendara yang melihat kejadian tersebut berniat menolong korban. Salah satunya adalah seorang remaja yang hampir dewasa berusia delapan belas tahun. Remaja teras berhasil menolong Sya. Ia terlihat iba dengan keadaan Sya serta keluarganya.
Video berakhir dengan datangnya mobil ambulance ke tempat kejadian dan juga mobil polisi. Saat itulah, polisi mulai menyelidiki kejadian aneh ini.
Sya mengepalkan tangannya melihat video tersebut. Meskipun video ini mirip dengan video yang pernah ia dapatkan, namun video ini bertambah beberapa kejadian.
Sya mulai menyiapkan rencana untuk membalaskan dendam atas kejadian ini. Sya juga menyelidiki identitas pembunuh bayaran tersebut. Sya merasa pembunuh bayaran tersebut tidaklah asing.
Pada saat selesai menyelidikinya, ternyata pembunuh bayaran tersebut adalah seorang pria yang sangat dikenali olehnya.
Siapa pria tersebut?
Ya, pria tersebut ialah Eric Satria.
“Pria itu lagi! Aku tidak akan membiarkanmu hidup dengan bahagia setelah berhasil membuat kami semua menderita akibat ulahmu!“ ucap Sya dengan yakin tanpa ragu sama sekali di hatinya.
Sya mulai menyiapkan strategi dan rencana dengan matang agar rencananya berhasil agar rencananya berjalan dengan mulus tanpa hambatan. Sya tidak akan membiarkan orang yang mengusiknya hidup dengan bahagia sedangkan dirinya harus berduka.
To be continued...
Q : Kenapa harus balas dendam?
A : Author sesuaikan dengan tag yang digunakan di novel ini ya, kak..
Menurut kalian bagaimana penilaian kalian dengan Diva alias Sya?
Bagaimanakah dengan rencana Sya? Apakah bisa berhasil? Ditunggu bab selanjutnya alias besok.
Jangan lupa dukungannya. Terima kasih banyak.
__ADS_1