Identitas Diva Yang Tersembunyi

Identitas Diva Yang Tersembunyi
DIVA | 43 : TEKA-TEKI


__ADS_3

Happy Reading...


“Ri! Kok kamu tiba-tiba bisa pinter matematika??“ tanya Deshita heran.


“Entahlah!“ jawab Ria cuek.


Deshita yang dijawab dengan cuek, langsung kesal lalu masuk ke mobil dan membanting pintu tersebut dengan keras membuat semua orang yang berada di sana terkejut dengan aksi Deshita yang selama ini tidak pernah dilihat oleh mereka.


Mereka semua kembali dengan menggunakan mobil mewah yang dibawa oleh mereka saat ke sini.


𖧷𖧷𖧷


Sementara di Calvin.


“Van!“ panggilnya.


“Iya, Tuan?“ sahut Devan.


“Bagaimana hasil pencarian mu tentang gadis itu?“ tanya Calvin.


“Masih tetap seperti awal, Tuan. Tidak ada sama swklai perubahan! Mungkin jika saja Tuan mengingat perkataan Dokter Rosetta saat itu, akan lebih mudah untuk mencari gadis tersebut! Apa Tuan mengingat sesuatu?“ ujar Devan.


Saat kejadian empat tahun silam, Calvin pergi ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikannya. Saat itu, Calvin baru berusia delapan belas tahun. Perjalanannya menuju ke luar negeri tidak berjalan lancar, di perjalanan, pesawat jatuh yang mengakibatkan penumpang meninggal, luka-luka, dan hilangnya ingatan.


Itulah yang terjadi pada Calvin saat itu. Tubuh Calvin di penuhi dengan luka-luka yang cukup parah. Setelah dioperasi, dokter mengatakan apabila Calvin mengalami hilangnya sebagian ingatan. Calvin hanya akan mengingat nama dan sebagainya.


Namun, Calvin tidak mengingat nama yang disebutkan oleh dokter Rosetta saat itu. Meskipun foto gadis tersebut ada bersamanya, itu tidak akan membantu sama sekali. Ternyata wajah gadis tersebut, terlalu susah untuk mencarinya di internet.


“Tuan! Sepertinya saya menemukan ada hal yang aneh!“ seru Devan asisten Calvin.


“Apa yang aneh, Van?“ tanya Calvin.


“Bukankah kejadian kecelakaan pada keluarga gadis tersebut dan sahabatnya empat tahun silam?“ Calvin mengangguk.


“Tuan masih ingat dengan Nona Diva? Keluarga Nona Diva dan keluarga sahabat Nona Diva juga mengalami hal yang sama pada empat tahun silam!“ ucap Devan.


“Benar juga! Lalu, apa yang kamu temukan?“ tanya Calvin.


“Bisa jadi, gadis yang selama ini dicari Tuan adalah Nona Diva!“ jawab Devan dengan serius.

__ADS_1


“Bagaimana bisa kamu menyimpulkan seperti itu? Bagaimana jika bukan?“ ujar Calvin.


“Coba Tuan perhatikan wajah gadis yang ada di foto tersebut dan Tuan bandingkan dengan foto Nona Diva di media sosial empat tahun silam! Apa sama?“ Devan tidak menghiraukan ucapan Calvin barusan, ia merasa gadis yang dicari Tuannya adalah Nona Diva. Kejadian pada tahun yang sama membuat dirinya begitu curiga.


“Aishh … Bukankah sudah ku bilang! Kan setahun itu, tidak mungkin hanya satu kecelakaan yang terjadi!“ gerutu Calvin.


“Lalu, bukankah Nona Diva saat itu juga di bawa ke Rumah Sakit Melati?“


“Benar juga! Tapi, aku tidak bisa begitu yakin! Nona Diva saja menghilang!“ jawab Calvin.


“Coba Tuan bandingkan terlebih dahulu!“ ucap Devan.


Calvin langsung segera membuka aplikasi media sosial di ponselnya. Lalu, ia masuk ke pencarian, dan mengetik ‘Diva Anastasya’. Akun media sosial Diva memiliki pengikut dengan jumlah yang banyak. Calvin kagum dengan gadis ini. Lalu, Calvin melihat postingan dengan jumlah yang tak terhitung. Gadis ini benar-benar rajin untuk memposting foto-foto menarik.


Calvin melihat postingan yang terakhir kalinya, Diva memposting fotonya. Foto tersebut diposting tiga tahun silam. Calvin melihat foto gadis tersebut dengan foto yang dipegangnya.


“Cukup mirip!“ batin Calvin.


Calvin lalu melihat postingan kedua yang terakhir kalinya diposting oleh Diva. Foto ini diposting empat tahun silam. Diva menggunakan dress pantai. Sepertinya foto ini diupload oleh Diva saat Diva ingin berlibur ke pantai yang berujung kecelakaan maut.


Calvin membandingkan foto tersebut dengan foto yang dipegang olehnya. Wajah keduanya sangatlah mirip. Calvin tidak menemukan sama sekali perbedaan di kedua foto ini.


“Mereka berdua sangat mirip, Van!“ jawab Calvin.


“Nah, itu dia! Bisa jadi, mereka berdua adalah orang yang sama, Tuan!” jelas Devan.


“Tapi … Ke mana Nona Diva?“ tanya Calvin.


“Berarti kita harus fokus sama yang di sana nya, Tuan!“ jawab Devan.


“Teka-teki ini membuatku pusing seminggu ini!“ batin Calvin menatap berkas perusahaan menumpuk di atas mejanya. Kerjaannya selama seminggu ini, hanyalah mencari identitas Christine yang sebenarnya, namun asistennya justru lebih cerdik dibandingkan dirinya.


Jika kalian bertanya, bukankah pada saat di bab 6, tertulis bahwa di perusahaan, Diva alias Sya akan dipanggil dengan demikian, sedangkan di rumah sakit dipanggil dengan Christine. Maka hal tersebut telah dirubah oleh Christine sendiri. Christine menyembunyikan identitasnya.


“Devan! Tolong belikan aku makan siang!“ ucap Calvin ketika melihat jam tangannya.


“Baik, Tuan! Tuan mau pesan makan apa?“ sahut Devan.


“Seperti biasa saja, Van! Kamu ingat, kan?“ tanya Calvin.

__ADS_1


“Ingat, Tuan! Saya pergi dulu untuk membelikannya!“ pamit Devan.


Devan pergi lalu membelikan makanan yang biasa atasannya makan. Setelah mengantri cukup panjang karena makanan yang disukai atasannya cukup diminati banyak orang, Devan kembali ke perusahaan dengan mobilnya.


Devan ke lantai paling atas dengan menggunakan lift. Ruangannya dan ruangan atasannya berada di lantai atas di gedung perusahaan ini. Jika kalian bertanya alasannya, maka lebih baik tanyakan saja pada Calvin, jangan tanyakan pada Author soal itu.


Di lantai atas, hanya ada ruangan Devan dan Calvin. Karyawan lainnya yang bekerja di gedung ini berada di lantai dasar, ada yang di lantai dua, lantai tiga, atau bahkan lantai empat. Tergantung jabatan mereka saja.


Beberapa saat kemudian, lift sampai di lantai atas. Devan segera ke ruangan atasannya yaitu Calvin dengan membawakan makanan yang diminta oleh atasannya.


Seperti biasa, Devan mengetuk pintu atasannya. Meskipun jabatannya tinggi, namun ada yang lebih tinggi dari Devan. Siapa lagi jika bukan Calvin.


“Ini Tuan! Makanannya!“ ucap Devan sembari meletakkan makanan yang dibelinya dengan menggunakan uang atasannya di atas meja lainnya yang dikhususkan pada saat makan.


“Oke, Van! Silakan kembali ke ruangan mu!“ sahut Calvin.


“Iya, Tuan!“ ucap Devan.


Devan kembali ke ruangannya untuk mengerjakan tugas yang diberikan atasannya. Jika dirinya kerasa lapar, ia tinggal membelinya. Kebetulan tempat jual makanan dekat dengan gedung perusahaan ini. Jadi, Devan tidak perlu bolak-balik begitu susahnya.


Begitu juga dengan Calvin. Ia menyelesaikan pekerjaannya juga. Calvin menoleh ke aroma makanan yang membuatnya ngiler. Tanpa berlama-lama, Calvin langsung menyantap makanan tersebut.


Saking enaknya makanan tersebut, tidak disadari oleh Calvin apabila makanannya sudah tersisa sedikit.


𖧷𖧷𖧷


Sementara di Sya.


“Ada yang ingin mencari identitas asli ku.. Aku harus mencari tahu, siapa orang tersebut!“ batin Sya.


Sya langsung mencari tahu orang yang ingin mencari identitas aslinya dengan kemampuan hackernya. Namun, pada saat menemukannya, reaksi Sya saat tahu siapa orang tersebut sangat berbeda..


To be continued...


Note :


Siapakah orang yang berusaha mencari identitas asli Sya? Lalu, apakah Deshita, Clara, Ria, Lia, dan Ricky akan melanggar ucapan dari Sya? Masih banyak teka-teki yang tersembunyi hehe.. maaf kalau penulisannya berantakan. Kalah ada typo, komen aja, nanti Author revisi.


Terimakasih yang sudah senantiasa membaca cerita ini. Author ucapkan terimakasih banyak buat kakak semua..

__ADS_1


Jangan lupa terus dukung ya.. Terima kasih..


__ADS_2