Identitas Diva Yang Tersembunyi

Identitas Diva Yang Tersembunyi
DIVA | 44 : TEKA-TEKI (2)


__ADS_3

Happy Reading...


𖧷𖧷𖧷


Sementara di Sya.


“Ada yang ingin mencari identitas asli ku.. Aku harus mencari tahu, siapa orang tersebut!“ batin Sya.


Sya langsung mencari tahu orang yang ingin mencari identitas aslinya dengan kemampuan hackernya. Namun, pada saat menemukannya, reaksi Sya saat tahu siapa orang tersebut sangat berbeda..


“Tuan Calvin??“ ucap Sya dengan reaksi yang tidak biasa.


“Ahh! Jangan sampai semuanya terbongkar sekarang!“ batinnya lalu mencoba membuat sistem pertahanan agar data identitas aslinya tidak mudah untuk diretas orang lain.


Beberapa saat kemudian, Sya selesai melakukan semuanya. Ia duduk bersantai sembari melihat berkas-berkas penting perusahaan.


...☘️☘️☘️...


Di perusahaan Erland.


Calvin tengah berpetualang dengan berkas-berkas perusahaannya.


Namun, hatinya tidak begitu tenang, ingin segera menemukan identitas sang gadis tersebut.


Seketika Calvin langsung mengingat apabila dirinya masih ada pekerjaan. Tidak mungkin ia tinggalkan begitu saja semua pekerjaannya. Jika meminta pada Devan untuk meng-handle nya, maka belum tentu Devan bisa mengerjakan semuanya. Jangankan Devan, dirinya saja belum tentu selesai dalam waktu satu jam.


“Apa benar yang dikatakan Devan tadi? Jika gadis yang selama ini aku cari adalah Nona Diva? Kalau memang Nona Diva, sekarang Nona Diva berada di mana? Ya Tuhan … Rasanya ingin cepat-cepat bertemu dengan gadis tersebut. Nona Diva, jika kamu memanglah gadis yang aku cari-cari selama ini, mohon segera kembali … Semoga di mana pun kamu berada, kamu sehat dan bahagia selalu,“ batin Calvin.

__ADS_1


Calvin cepat-cepat menyelesaikan berkasnya hingga pada saat di berkas perusahaan terakhir, ia melihat berkas kerjasama perusahaan milik Tuan Andrean dengan perusahaan miliknya. Seketika dirinya mengingat proses meeting saat itu. Saat itu perusahaan Tuan Andrean di wakilkam oleh...


“Nona Diva!“ gumam Calvin.


Ya, yang mewakili perusahaan Tuan Andrean pada saat meeting saat itu, ialah Diva Anastasya atau biasanya dipanggil dengan Sya.


“Itu artinya, dia pernah muncul! Apa dia ada mencantumkan nomor telepon nya di berkas ini? Coba aku cari deh!“ ucap Calvin sembari membolak-balikan berkas tersebut.


“Nah, ini dia nomornya!“ seru Calvin lalu mengetik nomor tersebut di ponsel nya dan mulai menghubungi gadis tersebut. Berharap, gadis tersebut mengangkat telepon nya. Saat tengah menunggu gadis tersebut mengangkat telepon dari nya, sebuah kertas jatuh di lantai.


Calvin segera mengambilnya. Kertas tersebut ialah kertas yang dituliskan oleh Christine saat itu di pesta. Entah mengapa Calvin merasa nomor yang dituliskan Christine sama dengan nomor Diva.


Calvin melihat nomor yang sedang ditelpon olehnya dan nomor yang dituliskan oleh Christine. Nomor mereka berdua sama. Apa ini hanya kebetulan saja? Saat Calvin ingin mematikannya, orang yang ditelpon olehnya, mengangkat telpon darinya.


“Halo?“ ucap gadis tersebut.


“Halo! Apa ini Nona Diva??“ tanya Calvin tanpa basa-basi, langsung to the point. Rasanya malas jika harus basa-basi terlebih dahulu.


“Maaf! Ini siapa ya?“ tanya gadis tersebut. Ya, gadis ini adalah Christine alias Sya.


“Ini Calvin! Calvin Erland tepatnya!“ jawab Calvin.


“Tuan Calvin?“


“Iya!“ jawab Calvin.


“Saya bukan Nona Diva, saya adalah Christine.“ ucap Christine.

__ADS_1


“Tapi mengapa nomormu dan nomor Nona Diva sama??“ tanya Calvin heran. Christine yang mendengar pertanyaan Calvin menjadi diam sesaat.


“Karena, saat itu, Nona Diva menyerahkan kartu nomer telepon nya kepadaku! Beliau meminta saya untuk menggunakan nomor teleponnya,“ jelas Christine dengan penuh kebohongan yang diciptakan olehnya.


“Ooh.. Lalu, apa kamu tahu nomor telepon Nona Diva??“ tanya Calvin.


“Maaf, saya tidak tahu!“ jawab Christine.


“Apa benar jika kamu bukan Nona Diva? Aku merasa dirimu dan Nona Diva begitu mirip!“ ucap Calvin.


“Jangan menilai dari sampulnya!“ tegas Christine.


“Aku tidak menilai kalian berdua dari sampulnya! Namun, pada kenyataannya, kalian berdua sangat mirip! Apa kamu kembaran dari Nona Diva?“ Calvin bertanya.


“Bukan! Aku bukanlah kembaran Nona Diva! Saya tegaskan, Nona Diva tidak memiliki kembaran! Bukankah kamu sudah mengetahui jika Nona Diva adalah anak tunggal? Jadi, tidak mungkin Nona Diva mempunyai kembaran! Dan satu lagi, saya ini hanyalah teman dekat Nona Diva selain Nona Eca!“ tegas Christine.


Calvin terdiam.


“Terim kasih. Saya tutup terlebih dahulu!“ ucap Christine lalu mematikan sambungan telepon secara sepihak.


“Aku tidak yakin apabila Nona Christine bukanlah Nona Diva! Aku harus mencari tahu kebenarannya!“ ucap Calvin dengan yakin tanpa ada rasa ragu di hatinya.


...☘️☘️☘️...


Di perusahaan Tuan Andrean.


“Hufftt! Hampir saja ketahuan!“ Sya mengelus dadanya. Sejujurnya pada saat Calvin menelponnya tadi, ia gugup. Namun, rasa gugup tersebut ia sembunyikan.

__ADS_1


To be continued...


Note : Maaf kalau ada penulisan yang salah. Jika ada, tolong komen nanti diusahakan revisi. Terimakasih


__ADS_2