
...~𝙷𝙰𝙿𝙿𝚈 𝚁𝙴𝙰𝙳𝙸𝙽𝙶~...
“Baiklah, sebenarnya aku melakukan hal korupsi ini dengan satu alasan. Akan ku katakan apa satu alasan tersebut!“
“Aku … Di ancam!“ jawab Eric dengan lantang.
“A- Apa?“ ucap Sya terkejut.
“Aku di ancam seseorang! Aku tidak tahu siapa orangnya!“ ucap Eric lagi dengan suara yang lantang.
“Baiklah! Silahkan keluar!” ucap Sya. Eric langsung menurut dan keluar.
“Haha! Kamu pikir, aku akan percaya begitu saja tanpa bukti? Tentu tidak!” batin Sya sembari mengambil laptopnya dan segera mencari tahu mengapa pria tersebut melakukan korupsi. Sebenarnya, saat itu, Sya sengaja untuk tidak mencari tahu alasannya dan apa yang terjadi sesungguhnya. Karena Sya ingin tahu, bagaimana cara pria tersebut menjawab.
Dan hari ini, tanpa Sya cari tahu, sebenarnya Sya sudah mengetahui apabila pria tersebut berbohong. Untuk lebih membuktikan, Sya memutuskan untuk mencari tahu lebih lanjut dengan kemampuan hackernya.
⚘⚘⚘
Sementara di Eric.
“Bagaimana rencananya, Paman?“ tanya Clara kepada Eric.
Sebelumnya, Clara adalah keponakan Eric.
__ADS_1
“Sepertinya rencana kita berhasil, Nak!“ jawab Eric.
“Wah! Paman terbaik!” seru Clara sembari memeluk Eric,
Eric hanya menanggapi ucapan Clara dengan senyuman misterius.
“Ayo, Paman! Kita pergi ke Restoran! Clara akan bayar!“ ajak Clara.
“Ayoo!“ sahut Eric. Eric bersama Clara menuju ke Restoran yang tak jauh lokasinya dari Rumah Sakit milik Mendiang Mama Sya ini.
Setelah sampai, mereka keluar dari mobil dan masuk ke restoran.
Mereka memesan ruangan VVIP. Clara dan Eric memesan begitu banyak makanan mewah. Itulah orang kaya. Uang sebanyak apapun tidak akan dikatakan banyak. Berbeda dengan kehidupan kita ini. Hanya sejuta sudah terbilang sangat mahal.
“Ia terkejut!“ jawab Eric sembari mengambil tisu untuk mengelap bibir Clara yang terkena saus tomat karena Clara memakan makanannya dengan sangat lahap.
“Paman??“ ucap Clara terkejut dengan perlakuan Eric kepadanya secara tiba-tiba. Hal yang dikatakan orang-orang yaitu romantis. Tapi mereka berdua ini adalah Paman dan Keponakan. Bukankah sepasang kekasih ataupun suami istri. Tidak masalah bukan apabila seorang Paman mengkhawatirkan Keponakan nya sendiri?
“Tidak apa. Ada saus tomat terkena bibirmu. Jadi, Paman mengelap nya dengan tisu!“ ucap Eric dengan tujuan ‘Tidak ada kesalahpahaman di antara mereka berdua’.
Clara hanya menanggapinya dengan anggukan. Mereka berdua kembali melanjutkan pembicaraan mereka.
⚘⚘⚘
__ADS_1
Sementara di Deshita dan juga Ria.
“Shita! Tadi, Clara ada bilang padamu tidak, dia pergi ke mana?” tanya Ria kepada Deshita.
“Tidak ada!” jawab Deshita santai.
“Kira-kira dia ke mana ya?” bingung Ria.
“Sudah! Tak perlu dipikirkan!“ ucap Deshita.
“Maksudmu apa, Shita?“ bingung Ria.
“Ti- Tidak ada kok, Ri!“ jawab Deshita.
Awalnya, Ria tidak percaya. Namun, Deshita terus melakukan cara agar dirinya percaya dengan perkataan Deshita. Yang pada akhirnya, Ria pun percaya begitu saja.
⚘⚘⚘
Sementara di Sya.
“Akhirnya selesai juga! Aku tidak menyangka apabila kamu berbohong kepadaku! Dan kamu juga memiliki rasa kepada keponakanmu yang bernama Clara! Aku sungguh tidak bisa memikirkan bagaimana cara jalan pikirmu, Tuan Eric!“ gumam Sya saat melihat hasilnya.
Ya, Sya sudah selesai mencari bukti yang ingin di dapatkan. Dengan menyembunyikan identitas nya saja sudah membuat hidupnya begitu sulit, lalu apa yang akan terjadi apabila publik tahu jika dirinya ini adalah Nona Diva Anastasya putri tunggal dari Tuan Andrean Niel yang saat itu dikatakan menghilang?
__ADS_1
...𝚃𝙾 𝙱𝙴 𝙲𝙾𝙽𝚃𝙸𝙽𝚄𝙴𝙳......