Identitas Diva Yang Tersembunyi

Identitas Diva Yang Tersembunyi
DIVA | 84 : PENELEPON MISTERIUS


__ADS_3

Happy Reading...


Acara pernikahan Diva dan Calvin pun masih berlanjut dari pagi hari hingga saat ini.


Tamu yang masih ramai berkumpul di acara kali ini perlahan-lahan mengundurkan diri untuk pamit pulang. Tamu yang lain bahkan sudah beberapa masih tetap bertahan di acara pernikahan ini dari awal hingga akhir.


Beberapa ada yang mengabdikan acara ini untuk berbicara dengan teman yang sudah lama tidak berjumpa.


“Sayang.“ panggil Diva dengan nada pelan, bisa dikatakan setengah berbisik.


“Hm?“ ucap Calvin sembari mengunyah makanan di mulutnya.


“Mau?“ tanya Calvin yang mengira apabila Diva ingin makanan yang sedang dimakan olehnya, sembari memberikan makanan tersebut kepada Diva.


“Bukan itu.“ jawab Diva sembari menggaruk tenguknya yang tidak gatal, sebab dirinya bingung untuk mengatakan hal yang membuat dirinya tidak tenang sejak tadi.


“Lalu apa?“ Calvin kembali memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


“Apa kamu melihat ponselku?“ Akhirnya, Diva mengeluarkan pertanyaan tersebut yang membuat hati Diva gelisah tadinya.


“Ponsel?“ Calvin segera mengambil selembar tisu untuk mengelap bibirnya.

__ADS_1


“Iya, Sayang. Ponselku. Apa kamu melihatnya, Sayang?“ tanya Diva sembari melihat yang dilakukan oleh Calvin saat ini.


“Ini.“ jawab Calvin sembari memberikan ponsel kepada Diva yang ternyata berada di sakunya.


“Terimakasih, Sayang.“ ucap Diva.


“Sama-sama, Sayang.“ jawab Calvin sembari melihat yang dilakukan oleh Diva dengan ponsel tersebut dan menatap Diva dengan tatapan penuh cinta. Tidak bisa dipungkiri, apabila pria sepertinya jatuh cinta dengan gadis didepannya saat ini yang sudah menjadi istrinya dan mengenakan gaun pengantin hari ini. Waktu terasa berlalu terlalu cepat.


Diva melihat histori panggilan di ponselnya. Ternyata ada yang menghubunginya tadi. Nomor tersebut sama sekali Diva tidak mengenalinya.


“Nomor siapa ini? Mengapa pemilik nomor ini terus-menerus menghubungiku sejak tadi?“ gumam Diva sembari berpikir keras. Siapakah pemilik nomor tersebut hingga menghubungi nomor Diva berkali-kali. Apa ada sesuatu ganjal yang dirasakan?


“Siapa, Sayang?“ tanya Calvin dengan begitu penasaran. Sebab, dirinya melihat Diva sejak tadi, tentu merasa heran sekaligus penasaran yang dilakukan oleh istrinya itu. Lalu, tanpa sengaja, dirinya melihat istrinya sedang melihat histori panggilan namun dengan nomor yang tidak dikenali nya menghubungi Diva sejak tadi.


“Tapi, Sayang?“ Calvin menggantung ucapannya.


“Jadi bagaimana??“ Diva menjadi bingung.


“Baiklah, Sayang. Boleh. Tapi ke kamar mandi saja ya.“ pinta Calvin.


“Oke.“ jawab Diva lalu berniat beranjak dari kursi yang diduduki olehnya, namun Calvin justru menahannya.

__ADS_1


“Kenapa?“ tanya Diva merasa heran karena suaminya menahan dirinya untuk berdiri.


“Berdua ya?“ ucap Calvin sembari tersenyum kecil.


“Yang aku takutkan itu, orang yang menghubungimu itu adalah pria itu. Kalau kamu pergi sendirian, yang ada nanti malah terjadi sesuatu. Bukan berarti aku mengharapkan kamu terjadi sesuatu, Sayang. Tapi aku tidak mau kamu terluka kembali.“ batin Calvin.


“Berdua? Nanti tamu yang mau pamit, sama siapa?“ tanya Diva.


“Nanti sama sahabat kamu, Dokter Rosetta atau sama Devan asisten aku aja.“ jawab Calvin dengan cepat. Sebab, dirinya sudah tidak begitu sabar untuk mengetahui identitad penelepon misterius tersebut.


“Hem, oke deh. Ayo!“ ajak Diva.


Calvin langsung merengkuh lengan istrinya dan beranjak pergi menuju kamar mandi khusus untuk mereka berdua. Dan sudah dipastikan, tidak ada yang masuk selain mereka berdua. Calvin benar-benar menjaga istrinya dengan baik, padahal baru saja Diva menjadi istrinya.


Mereka berdua melangkah tanpa henti dan akhirnya sampai di kamar mandi. Dengan tangan yang saling merengkuh satu sama lain.


“Ceklek!”


Diva segera mengambil ponselnya. Dan mulai menelepon balik nomor penelepon misterius tersebut.


Mereka berdua saling menguatkan satu sama lain. Berharap, penelepon misterius tersebut bukanlah orang yang berbahaya ataupun orang yang mempunyai niat balas dendam kepada mereka.

__ADS_1


“Halo?“


Diva dan Calvin sama-sama terkejut. Pasalnya suara penelepon misterius tersebut ternyata tidak asing di indra pendengaran mereka berdua.


__ADS_2