
Happy Reading...
Baru saja beberapa menit berpisah, mereka sudah merasa rindu pada orang yang mereka cintai.
...☘️☘️☘️...
Keesookan harinya pun tiba.
Di pagi hari yang cerah.
Diva terbangun karena bunyi alarm yang ia setel. Lalu masuk ke kamar mandi.
Begitu juga dengan Calvin. Meskipun berbeda kamar, namun aktivitas yang dilakukan keduanya sama. Sepertinya ini bukan lagi sebuah kebetulan.
Setelah selesai, Diva pun keluar dari kamarnya. Berpapasan dengan Calvin yang juga keluar kamar. Pria itu hendak pergi berolahraga sejenak.
Pria itu menggunakan kaus berwarna putih dengan celana training-nya. Pria itu menghubungi Devan untuk membawakan baju ganti.
“Kamu ingin pergi berolahraga?“ tanya Diva sembari melihat penampilan Calvin saat ini. Merasa terkesima dengan penampilan pria itu.
“Ya,“ jawab pria itu singkat.
“Ya sudah, nanti saat keluar, belok kiri ya. Di kiri, biasanya ada lapangan khusus olahraga. Kalau di kanan, adanya jalan,“ kelas Diva.
__ADS_1
“Makasih,“ ucap pria itu sembari tersenyum khasnya.
“Oh ya, apa kamu tidak ingin pergi sarapan terlebih dahulu?“ tanya Diva yang menghentikan langkah pria itu.
“Tidak, nanti setelah selesai, aku akan pulang untuk sarapan,“ jawab Calvin.
“Baiklah. Hati-hati!“ ucap Diva yang ditanggapi oleh pria itu dengan anggukan kepala.
Diva pergi masuk dapur lalu bertemu dengan asisten rumah tangga yang biasanya bekerja di dapur.
“Nona sedang mencari sesuatu?“ tanya asisten rumah tangga itu.
“Iya, Bi. Apa persediaan makanan di Villa masih ada?“ ucap Diva.
“Baiklah, Bi. Nanti Bibi tulis saja di kertas, aku akan pergi ke Supermarket untuk membelinya,“ pinta Diva.
“Baik, Nona.“ jawab asisten rumah tangga itu membungkuk hormat.
Diva pun pergi masuk ke kamarnya kembali. Dan mulai menghias wajahnya.
Setelah selesai, Diva pun keluar dan menemui asisten rumah tangganya yang bekerja di dapur.
“Apa sudah, Bi?“ tanya Diva dengan sopan. Meskipun mereka adalah atasan dan bawahan, namun usia asisten rumah tangga itu lebih tua yang seharusnya Diva hormati beliau.
__ADS_1
“Sudah, Nona. Ini. Apa perlu Bibi temani?“ ucap asisten rumah tangga itu sembari memberikan kertas yang berisikan beberapa persediaan makanan yang harus dibeli.
“Kalau Bibi mau sih, boleh-boleh aja,“ jawab Diva.
“Bibi mau deh kalau begitu. Soalnya di sini, bingung mau ngerjain apa lagi. Persediaan makanan kurang,“ ujar asisten rumah tangga.
Mereka pun menuju Supermarket dengan menaiki mobil. Supermarket letaknya jauh dari Villa. Jadi, tidak mungkin menggunakan sepeda ke sana. Terlebih lagi, barang yang akan dibeli sangat banyak. Urusannya akan panjang.
Setelah membeli barang yang diperlukan, mereka pun kembali pulang. Berpapasan dengan Calvin yang sedang berolahraga.
Melihat Calvin yang berkeringat, membuat Diva mengambil sapu tangannya lalu keluar dari mobil dan memberikannya kepada pria itu.
Wajah pria itu pun bersemu merah ketika Diva memberikan perhatian kecil kepadanya walaupun hanya memberikan berupa sapu tangan kepadanya.
Setelah selesai, Diva pun kembali masuk dalam mobil. Awalnya Diva sudah mengajak pria itu untuk ikut bersamanya agar sama-sama pulang. Namun, pria itu justru menolak.
...☘️☘️☘️...
Waktu terus berlalu, hingga tidak terasa, sudah waktunya sarapan.
Calvin dan Diva pun makan pagi bersama. Mereka makan sarapan pagi dengan roti selai. Diva memilih selai stroberi, sedangkan pria itu lebih memilih selai coklat.
To be continued...
__ADS_1