Identitas Diva Yang Tersembunyi

Identitas Diva Yang Tersembunyi
DIVA | 8 : SAHABAT SYA SADAR


__ADS_3

...~𝙷𝙰𝙿𝙿𝚈 𝚁𝙴𝙰𝙳𝙸𝙽𝙶~...


“Ah... itu dia adalah mantan atasan ku yang bernama Christine! Karena dia, aku hampir saja menjadi gembel. Tapi untung saja, aku bisa daftar menjadi dokter di rumah sakit ini walau gajinya tidak seperti rumah sakit milik nya! Aku penasaran dengan gadis tersebut, siapa dia sebenarnya? Mengapa aku mencari-cari tentang dirinya namun tidak ketemu? Melainkan komputer ku malah rusak, dan beberapa hacker yg aku suruh justru komputer nya juga rusak?!” gerutu Dokter Ria kesal dengan suara pelan agar yg lain tidak mendengar suaranya.


“Apakah dia orang yang didukung oleh beberapa orang kuat di belakangnya?” Dokter Ria tersebut semakin kesal.


⚘⚘⚘


Sementara di Sya dan juga dokter Rosetta.


“Dokter Rosetta, saya mau ke ruangan sahabat saya dulu ya. Terima kasih...” ujar Sya seraya tersenyum lembut.


“Cih.. apaan-apaan dia??” umpat Dokter Ria dari jauh.


“Iya.. Christine.” jawab Dokter Rosetta seraya tersenyum balik kepada Christine alias Sya.


Sya pun ke ruangan sahabatnya.


Dokter Ria yg mengetahui hal tersebut pun dengan segera kabur dari tempat persembunyian nya dan melanjutkan pekerjaannya. Namun, belum lagi ia kabur, ia sudah lebih dulu di tarik seseorang.


“Dokter Ria?? Apa yang Anda lakukan disini??!” tanya dokter Rosetta kepada Dokter Ria.


Dokter Ria pun terkejut dengan suara wanita yg tidak asing itu. Ia tidak menyangka jika Dokter Rosetta pemilik rumah sakit ini juga ikut menyusul Sya keluar.


“Saya tadi hanya ingin ke kamar mandi, dok.” kilah Dokter Ria.


“Kamar mandi? Bukankah kamar mandi jalannya bukan ke sini?” ujar dokter Rosetta.


“Em.. sepertinya saya salah jalan, dok.” kilah dokter Ria.


“Bukankah saya kemarin sudah memberitahumu dimana saja tempat nya? Bahkan saya sudah menyuruh kamu untuk menunjuk ini ruangan apa, dan sebagainya.” selidik dokter Rosetta.


Entah mengapa dirinya begitu curiga dengan dokter Ria yg merupakan karyawan baru di rumah sakitnya. Hatinya begitu merasa seperti ada yg tidak beres dengan karyawan barunya tersebut.


“Maaf, dok. Saya tadi sambil menelepon, jadi saya tidak tahu kalau saya akan jalan sampai ke jalan ini.” kilah dokter Ria berusaha tenang.


“Telpon dengan siapa?” tanya dokter Rosetta kepada dokter Ria.


“Dengan... mama saya, dok.” jawab Dokter Ria tetap berusaha untuk tenang di hadapan dokter Rosetta agar dokter Rosetta tidak curiga dengannya.


“Mama kamu?” selidik dokter Rosetta lagi.

__ADS_1


“I.. iya, dok.” sahut Dokter Ria.


“Maafkan aku, Mama. Kali ini aku harus menggunakan nama mama agar dokter Rosetta tidak curiga denganku, kalau tidak aku nanti bisa-bisa di curigai olehnya.” batin dokter Ria.


Dokter Rosetta menatap selidik kepada dokter Ria.


Dokter Rosetta tampak berpikir sejenak. Entah apa yg dipikirkan dokter wanita tersebut.


“Baiklah.. silahkan pergi!” perintah dokter Rosetta kepada karyawan barunya yaitu dokter Ria.


“Iyaa.. dok.” jawab Dokter Ria lalu segera pergi sebelum dokter Rosetta berubah pikiran.


“Das*r aneh... apa sebegitunya takutnya kepadaku? Tapi sepertinya aku tidak begitu menyeramkan... apa ada yang seram disekitarku? Ah.. yang benar aja jika dia takut..” gumam Dokter Rosetta lalu pergi meninggalkan tempat tersebut dan menuju ke ruangannya sendiri.


⚘⚘⚘


Sementara di Sya.


Di ruangan sahabat Sya yg bernama Eca Novella.


Sya juga membawa obat yg ia racik sendiri. Obat ini sendiri sudah di uji kepada pasien Sya sebelumnya.


Dan terbukti obat tersebut sudah banyak yg menginginkannya.


Setelah selesai mencampur obat tersebut ke dalam cairan infus sahabatnya, Sya pun menunggu sahabatnya sadar sambil berpikir balasan yg cocok untuk Tuan Ricky.


Tidak hanya memikirkan itu saja, Sya juga sambil mengecek data keuangan di rumah sakit miliknya.


Selama ini, rumah sakit milik mendiang mama Sya dipimpin wakil direktur Sya. Orang tersebut bernama Eric.


Jadi, Sya hanya mengawasi keadaan rumah sakit dari jauh. Setiap hari, Sya akan mendapat laporan dari Eric.


“Aneh.. kenapa data keuangan bulan Januari dan juga bulan Februari selisihnya jauh sekali?” gumam Sya dalam hati.


“Di sini pendapatan rumah sakit tidak digunakan sama sekali. Malah yang ada pendapatan masuk, pendapatan keluar nya kemana??” bingung Sya.


Tiba-tiba Sya pun mulai menyadari jika sahabatnya mulai menggerakkan jari tangannya.


“Eca??” ucap Sya terkejut lalu memencet bel yg berwarna merah. Bel tersebut sudah disediakan oleh dokter Rosetta jika ada yg terjadi sesuatu dengan sahabat Sya.


.

__ADS_1


Tidak membutuhkan waktu yg lama, dokter Rosetta pun datang dengan dua suster.


Sya pun juga ikut bergabung dengan dokter Rosetta dan kedua suster yg ikut dengan dokter Rosetta tadi.


Beberapa menit kemudian.


Sya pun akhirnya bisa bernafas dengan lega setelah melihat perkembangan kondisi sahabatnya.


Perkembangan kondisi sahabatnya pun juga sudah meningkat cukup tinggi. Akhirnya Sya baru ingat jika ia baru saja mencampuri obat yg ia racik sendiri dengan cairan infus sahabatnya.


Sya tersenyum senang mengingat hal tersebut. Itu artinya usaha dalam membuat obat tersebut berhasil. Obat ini sudah bisa ia jual secara publik.


Selama ini, Sya memang menjual obat tersebut. Namun, tidak di publishkan kepada semua orang. Bahkan pembuat obatnya saja belum diberi tahu.


Sya pikir mungkin sudah saatnya untuk mempublikasikan pembuat obat tersebut kepada media dan publik.


Sya juga sudah menyiapkan mental nya dengan baik. Karena Sya tahu jika obat yg ia racik sendiri sudah banyak yg berpura-pura menjadi pembuat obat tersebut. Namun sayangnya, tidak ada satupun di antara mereka yg berhasil membuktikan jika obat tersebut mereka yg membuat. Hal tersebut membuat para media dan juga orang-orang penasaran dengan pembuat obat tersebut.


Dan pastinya Sya yakin, setelah ia mempublikasikan kepada semua orang, pasti akan banyak musuh. Sya bahkan masih belum menghitung semua musuhnya. Apalagi jika digabungkan dengan musuh mendiang orang tuanya.


Akhirnya Sya berbincang dengan sahabatnya setelah sekian lamanya. Jika dihitung, mungkin sekitar empat tahun Sya tidak berbicara langsung dengan sahabatnya.


Sya berharap sahabatnya cepat lekas sembuh. Karena selama ini, perusahaan orangtua sahabatnya juga dipegang sementara oleh Sya.


Jadi, beban Sya berat untuk semua ini.


...𝚃𝙾 𝙱𝙴 𝙲𝙾𝙽𝚃𝙸𝙽𝚄𝙴𝙳......


Haii semuanya!!


Maaf yaa, Author kemarin tidak update.. Author terlalu sibuk..


Tapi akan Author usahakan buat update setiap hari walau Author tidak tahu apakah bisa.


Untuk novel anak genius, Author akan usahakan update hari ini yaa.


Ditunggu aja.. Author masih proses memikir ide nya.


Kalau hari ini belum update, berarti Author sibuk banget.


Jangan lupa dukungan nya yaa buat Author semangat buat nulisnya..

__ADS_1


Thank's All. 🙏🏻💞


__ADS_2