Identitas Diva Yang Tersembunyi

Identitas Diva Yang Tersembunyi
DIVA | 25 : KALIAN?


__ADS_3

...~𝙷𝙰𝙿𝙿𝚈 𝚁𝙴𝙰𝙳𝙸𝙽𝙶~...


Sya mulai mengecek. Ia mengecek melalui jendelanya. Jendelanya tidak ia buka. Sya melihat depan mobil sebelahnya.


Sya menatap heran pada nomor plat mobil sebelahnya. Tidak ada sama sekali nomor di plat mobil tersebut. Ada satu hal yang membuat Sya terheran.


Hal tersebut adalah, plat mobil tersebut memang ada, hanya saja tidak ada nomornya sama sekali. Bukankah itu terlihat sangat aneh?


Sya mengambil ponsel miliknya dan memfoto satu per satu mobil yang terlihat sangat jelas di bagian plat mobil tersebut.


Usai berfoto, Sya menyimpan fotonya ke dalam sebuah memori yang ia khususkan tersendiri. Sya sendiri melakukan hal tersebut dengan sebuah tujuan.


“Akhirnya selesai juga!” gumam Sya.


Sya menyimpan kartu memori tersebut dengan tempat yang aman, sangat-sangat aman. Tempatnya akan membuat orang tertipu ketika melihatnya.


Tujuan Sya menyimpan foto-foto tersebut dalam satu kartu memori yang dikhususkan tersendiri adalah agar ketika ia ketahuan, si pelaku tidak akan mengetahui di mana Sya menyimpannya.


Sya sudah memastikan bahwa si pelaku akan mengecek ponsel nya. Karena Sya memfoto dengan menggunakan ponsel nya, dan Sya yakin bahwa si pelaku bisa melihatnya melalui jendela.


Usai menyimpannya dengan baik, Sya langsung menancap gas pada saat mobil depannya tidak ada.


Tiba-tiba sebuah mobil langsung membelokan mobil tersebut hingga ke depan mobil Sya. Mendapat perlakuan tersebut secara tiba-tiba membuat Sya sama sekali tidak ada persiapan untuk menghentikan mobil. Hal tersebut membuat mobil Sya menabrak bagian belakang mobil depannya.

__ADS_1


Mobil Sya juga mengerem secara mendadak. Sya melihat mobil depannya melalui kaca depannya. Sya terkejut ketika melihat mobil tersebut adalah mobil yang sama dengan mobil sebelahnya tadi. Sangat-sangat mirip, tidak ada yang beda. Merek mobil tersebut juga sama.


Karena kesal, Sya langsung keluar dari mobilnya. Tidak lupa dengan kunci mobilnya, ia simpan di saku saku dress nya.


Sya langsung menghampiri si pemilik mobil tersebut dengan perasaan yang sangat kesal.


"Heyy!! Mengapa Anda langsung membelokan mobil Anda secara tiba-tiba dan tanpa petunjuk sama sekali? Bukankah hal tersebut merupakan tindakan berbahaya di jalan raya seperti ini!” seru Sya.


Si pemilik mobil tersebut hanya diam tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya. Hal tersebut membuat Sya kesal.


“Sepertinya Anda malas untuk berbicara. Baiklah, tidak apa,” ucap Sya tersenyum misterius. Sya kembali ke mobilnya dan masuk. Sya langsung mengambil kunci mobilnya di saku dress nya. Ia menyalakan mesin mobilnya. Sya menancap gas tanpa aba-aba mengarah ke arah depan.


Si pemilik mobil tersebut terkejut. Ia langsung menghindar. Nasib orang tersebut masih beruntung, karena Sya sengaja untuk tidak membawa mobilnya dengan kecepatan maksimal. Ia sengaja dengan kecepatan normal untuk melihat apa yang dilakukan orang tersebut.


“Aku sudah menduganya,” gumam Sya.


Sya membawa mobilnya hingga ke Kantor Polisi.


Usai perjalanan, Sya masuk ke Kantor Polisi dengan di sambut oleh beberapa Polisi yang menjaga Kantor Polisi ini di luar.


“Kalian?!” seru Sya. Orang-orang yang berada di ruangan Inspektur langsung terkejut dengan kehadiran Sya tiba-tiba.


“KAU!!” sahut orang-orang di ruangan Inspektur dengan emosi kecuali Inspektur yang hanya diam. Orang-orang tersebut tidak menyangka jika Sya akan datang ke Kantor Polisi ini secara tiba-tiba.

__ADS_1


“Haha, kalian terkejut?! Sepertinya kalian tidak menyangka jika saya akan datang!“ ucap Sya.


“Hey, siapa yang mengajakmu untuk berbicara? Datang tak diundang, dasar tamu tidak sopan!” ejek Ria.


"Hey, Ria! Bukankah kau saat ini ada jadwal ya?“ ucap Sya tersenyum sinis.


“Astaga, dari mana dia tahu?!” gumam Ria lirih namun dapat didengar jelas oleh Sya.


“Dari mana aku tahu, itu bukan urusan kalian!” sahut Sya.


Sya mengambil ponselnya. Ria, Deshita, dan Clara terkejut. Mereka bertiga mulai menduga apa yang akan terjadi.


“Haha! Wajah kalian bertiga sangat lucu! Aku mengambil ponselku hanya untuk menelepon sahabatku! Aku merindukannya!“ seru Sya.


Ucapan dari Sya barusan membuat Deshita, Ria, dan juga Clara terkejut. Jika Sya menelepon sahabatnya, maka rencana mereka bertiga akan gagal.


“Tidak, tidak! Jangan sampai hal tersebut terjadi!“ gumam Clara, Ria, dan Deshita dalam hati. Mereka bertiga seperti seolah-olah memiliki ikatan batin.


Clara, Ria, dan juga Deshita mulai merencanakan sesuati agar Sya tidak menelepon Eca. Jika sampai itu terjadi, maka tamatlah riwayat mereka.


Tut.. tutt..


Suara tersebut membuat mereka bertiga sontak terkejut. Tanpa aba-aba, Deshita mendorong Sya.

__ADS_1


...𝚃𝙾 𝙱𝙴 𝙲𝙾𝙽𝚃𝙸𝙽𝚄𝙴𝙳... ...


__ADS_2