
Setelah keduanya menggosok gigi, Diva dan Calvin pun kembali ke ruang makan. Keduanya memulai sarapan di pagi yang menjelang siang hari ini dengan doa.
Setelah berdoa, barulah mereka sarapan dengan saling menyuapi satu sama lain.
Sarapan pagi kali ini, di penuhi dengan adegan-adegan romantis dari sepasang pengantin baru itu.
...☘️☘️☘️...
Sementara di sebuah Restoran.
Jika sepasang pengantin baru itu sibuk dengan melakukan aktivitas pagi hari ini, maka beda lagi dengan Eca, Devan dan juga Dokter Rosetta.
Mereka bertiga yang seharusnya dapat beristirahat dengan tenang, justru malah mendadak mendapatkan pekerjaan dadakan.
Pekerjaan dadakan mereka di pagi hari ini, yaitu mempersiapkan segala hal yang akan dibawa oleh sepasang pengantin itu.
Selain pakaian, tentu masih akan ada lagi barang yang perlu dibawa bukan?
Bagian itulah yang menjadi pekerjaan dadakan ketiga orang tersebut.
Apalagi keberangkatan Diva dan Calvin untuk berbulan madu pada pukul sepuluh pagi. Tapi anehnya, sekarang sudah pukul sepuluh lewat. Beruntung, Calvin memilih menggunakan pesawat pribadi untuk keberangkatannya bersama sang istri untuk bulan madu. Sehingga keterlambatan sepasang pengantin baru itu untuk berangkat, dimaklumi oleh karyawan Calvin. Tidak mungkin bukan, seorang karyawan memberikan protes kepada atasannya, terlebih lagi atasannya adalah orang yang berpengaruh di dunia.
Koper-koper yang ada di ruangan yang sedang ditempati oleh Diva dan Calvin, sengaja tidak diangkat segera, sebab mengingat kedua orang itu merupakan sepasang pengantin baru, takutnya jika mengambil saat ini juga, mata mereka malah melihat sesuatu yang seharusnya tidak dilihat.
“Huft! Beruntung barang-barang yang perlu dibawa oleh mereka hanya sedikit!“ gerutu Devan dalam hati. Tentu Devan tidak berani mengatakannya secara langsung.
__ADS_1
“Syukurlah, pekerjaan kita akhirnya selesai juga. Saatnya kita sarapan yang tertunda akibat pekerjaan ini.“ ucap Eca sembari menunggu makanan yang sudah mereka pesan tadi.
Ya, sebelum Eca, Devan dan Dokter Rosetta pergi menuju Restoran, mereka sudah lebih dulu memesan secara online, namun memakannya di tempat. Beruntung hal tersebut bisa diproses.
Setelah sampai, mereka hanya tinggal menunggu beberapa menit saja lagi untuk menyantap makanan.
“Ya, syukurlah. Pekerjaan kita hari ini tidak terlalu berat. Sepertinya setelah mereka berangkat, aku akan beristirahat penuh untuk hari ini.“ tambah Devan menimpali ucapan Eca.
Baru saja berbicara beberapa kata saja, makanan yang mereka pesan sudah diantar.
Makanan tersebut sangatlah menggiurkan. Ketiganya sudah tidak sabar untuk menyantapnya.
Setelah berdoa, barulah mereka menyantap makanan yang mereka pesan hingga habis tidak tersisa sedikitpun.
...☘️☘️☘️...
“Sampai jumpa, Sya! Sehat-sehat selalu ya! Jika Tuan Calvin macam-macam denganmu, katakan saja kepadaku!“ ucap Eca sembari menghapus air matanya.
“Iya, Ca! Setelah sampai, aku akan meneleponmu!“ jawab Diva sembari memeluk sahabatnya.
Mereka pun saling berpelukan. Yang lainnya juga ikut menangis melihat kejadian tersebut.
Setelah selesai, Diva dan suaminya pun naik dan masuk ke dalam pesawat.
Eca tidak mampu menahan air matanya. Sebab, persahabatan mereka yang jarang berpisah, kini harus sudah berpisah. Namun, bukan berarti persahabatan keduanya hancur. Mereka masih bisa bersahabat walau dengan jarak yang jauh.
__ADS_1
Eca memeluk Dokter Rosetta. Dokter Rosetta juga ikut memeluk balik Eca.
Sedangkan Devan, hanya bisa menyaksikan dalam diam. Sebab, tidak mungkin baginya saat ini untuk memeluk gadis pujaannya, mengingat keduanya belum ada ikatan yang menyatukan mereka. Devan hanya bisa berdoa, semoga secepatnya dirinya menyusul seperti atasannya, yaitu menikah dan pergi berbulan madu bersama sang istri.
Kepergian sepasang pengantin baru untuk berbulan madu, tentu memakan waktu yang sangat panjang. Namun, Calvin memilih untuk berbulan madu selama sebulan saja. Tentu agar dirinya bisa menghabiskan waktu sebulan penuh dengan sang istri tercinta.
...☘️☘️☘️...
Di dalam pesawat.
“Sayang.“ panggil Diva.
Calvin dan Diva saat ini sudah sedang berada di dalam perjalanan. Sepasang pengantin baru itu duduk bersebelahan.
“Iya, Sayang?“ jawab Calvin sembari kembali mengecupi wajah istrinya. Wajah istrinya kini menjadi candu bagi Calvin.
“Geli, Sayang. Berhenti sebentar saja, aku ingin berbicara.“ pinta Diva yang membuat Calvin menurut dengan ucapan Diva.
“Kita akan berbulan madu ke mana?“ tanya Diva dengan begitu penasaran. Sebab, sejak semalam setelah malam panas yang mereka lakukan untuk pertama kalinya, Calvin hanya mengatakan jika mereka akan berbulan madu esok, namun tidak mengatakan tujuan bulan madu mereka.
“Itu kejutan, Sayang.“ jawab Calvin dengan begitu singkat lalu menyandarkan kepala sang istri ke pangkuannya.
Calvin lalu kembali mengecupi wajah istrinya dengan lembut. Suasana saat ini adalah romantis.
“Aishhh …“ Diva tentu merasa kesal, sebab dirinya tidak mendapatkan jawaban yang diinginkannya.
__ADS_1
...☘️☘️☘️...
Terimakasih atas dukungannya🙏🏻