
Sebuah tempat berupa istana hitam yang tersembunyi. Itu adalah kerajaan yang penuh dengan rahasia lantaran berada di bawah tanah yang dalam.
Hal itu dapat dibuktikan karena kerajaan itu dikelilingi tanah hitam. Letaknya beberapa puluh meter di tanah, atasnya dibuat lubang sehingga sinar rembulan masih mampu menyinarinya.
Keberadaan kerajaan itu sendiri tak diketahui oleh dunia. Apakah berada di benua timur, barat, utara, atau mungkin selatan? Dunia sama sekali belum menguak identitas kerajaan tersembunyi ini.
Di dalam kerajaan hitam tersebut cukup menawan. Berbagai ornamen dan hiasan berwarna merah dan keemasan. Ada beberapa vas dan artefak lain yang tampak antik.
Namun dari semua itu pemandangan di ruangan takhta sangat megah. Lantainya dihiasi karpet merah dan ada tangga yang membedakan antara bawahan dan pemimpin berada.
Umumnya di tempat tertinggi adalah tempat bagi pemimpin kerajaan ini berada. Sama sekali tidak ada singgasana untuk sang raja duduk.
Justru yang ada di sana hanya sebuah patung, manusia berkepala kambing dengan tanduk panjang dan tiga mata. Itu adalah kambing yang terlihat mengerikan lantaran keseluruhannya berwarna hitam legam.
Tepat beberapa anak tangga di bawah patung itu terdapat wanita cantik dengan rambut lurus semerah darah.
Bulu matanya yang panjang dan seirama dengan warna rambutnya terlihat cantik juga lentik. Pupil matanya yang merah muda terlihat cantik dengan sorot matanya yang tajam.
Tubuhnya yang proposional dengan pinggul dan dada cukup besar, sementara bagian pinggang juga perutnya kecil. Itu adalah tubuh yang akan membuat wanita manapun menginginkannya.
Dia menggunakan gaun hitam yang bernuansa china. Terdapat gelang dengan kristal biru dan merah di kedua tangannya, juga beberapa cincin di jarinya.
Mengisi suara di ruangan suci tersebut, pintu sebesar sepuluh meter dibuka oleh dua Cyclops raksasa yang berjaga di luar.
Seekor manusia dengan tubuh bagian bawahnya adalah tubuh laba-laba masuk ke dalam ruangan tersebut. Segera makhluk aneh itu menundukkan kepalanya penuh hormat.
“Wahai ratuku yang agung. Kami mendapatkan laporan dari para anjing dan juga beberapa informasi yang anda minta.”
“Hmm, Dewa Anjing Iblis, ya? Pastinya itu terkait Ancient Determination. Aku harap mereka tidak mengatakan tak bisa mendapatkannya, kan?”
“Sejujurnya ratuku, para anjing mengatakan mereka gagal mendapatkan anjing yang melarikan diri, tetapi gantinya memiliki informasi berharga. Mereka tampaknya memiliki alternatif untuk membuka segelnya.”
Wanita yang dipanggil ratu itu tersenyum dan menjentikkan jarinya. Bersama dengan manusia setengah laba-laba itu, keduanya berteleportasi ke sebuah kamar.
Kamar yang dijaga oleh manusia setengah laba-laba berukuran raksasa.
Pintunya kemudian dibuka dan sang ratu pergi ke kasurnya yang indah dan memberikan kesan romantis.
“Jadi apa yang mereka butuhkan?” tanyanya.
“Ya, ratuku. Mereka perlu pergi ke Land of Creation untuk mendapatkannya.”
Ratu mengangkat alisnya penuh minat, “Ho? Bukankah itu tempat yang akan dikunjungi oleh Zegion?”
“Benar, ratuku yang agung.”
“Aku tak berpikir bahwa Bubur Emas memiliki kegunaan yang lain. Kalau begitu ... Zegion, datanglah ke sini!”
Hanya butuh waktu beberapa detik, Zegion dengan jubah hitam dan lentera di tangannya tiba. Dia sama sekali tak membungkuk hormat di hadapannya. Seakan mengatakan dirinya sama sekali bukan bawahan keroco seperti yang lainnya.
__ADS_1
“Kamu memanggilku, Blood Queen?”
Identitas dari ratu tersebut adalah pemimpin dari organisasi jahat, Black Parade.
“Aku dengar Dewa Anjing Iblis membutuhkan bubur itu untuk mendapatkan Ancient Determination. Sebaiknya kamu manfaatkan mereka untuk mendapatkannya. Tempat itu akan menyusahkan bahkan untukmu.”
“Pasukanku sendiri cukup. Namun akan merepotkan jika harus beraktivitas di siang hari. Kalau begitu aku akan memanfaatkannya tanpa ragu.”
Melalui percakapannya bisa dibilang mereka tidak menganut hierarki yang mana peringkat yang lebih rendah harus hormat.
Blood Queen adalah pemimpin, sementara Zegion adalah wakilnya. Dalam hal posisi jelas dia berada di puncaknya namun bukan berarti Zegion merasa dirinya lebih rendah.
“Apa hanya itu laporanmu?” Blood Queen bertanya kepada manusia laba-laba yang membungkuk dari tadi.
“Para anjing juga menyampaikan bahwa ada manusia yang memiliki Ancient Determination.”
Blood Queen mengerutkan keningnya. Dia tentunya tidak akan menyambut baik siapapun yang memiliki kekuatan kuno.
“Siapa orang itu?”
“Arcturus Religia, wahai ratuku.”
Mendengar nama Arcturus Religia, Zegion bereaksi. Toh, itu nama yang ia tidak asing dengannya.
“Dia bajingan yang menghalangiku ketika aku menghajar Jomungandr. Sepertinya perasaan akrab yang aku rasakan dulu adalah Ancient Determination.”
“Maksudmu bocah yang tahu tentang diriku? Aku dengar bocah itu juga yang dihadapi Rentaro.”
Arcturus Religia, belakangan ini informasi tentangnya masuk ke telinganya cukup sering. Tentu saja Blood Queen tidak akan melewatkan pemuda tersebut.
Blood Queen mempunyai nafsu yang besar untuk mencari pria yabg mampu membuatnya terpikat. Dan, belakangan ini Arcturus Religia cukup menarik minatnya.
“Dia bukan orang sembarangan. Entah bagaimana caranya dia tahu tujuan kita dan mencegahku membunuh Jomungandr. Pastinya dia tahu betul manfaat kristal di kepala ular itu.”
Untuk menuju Land of Creation Zegion membutuhkan kristal itu. Mau bagaimanapun mengunjungi salah satu dari lima tempat Regional adalah tantangan besar.
“Hmm ... aku juga penasaran mengapa dia tahu tentangku. Kita tidak bisa membiarkannya begitu saja, belum lagi dia memiliki Ancient Determination.”
Zegion mengangguk setuju, “Tak peduli di era manapun, orang dengan kekuatan itu akan menghambat tujuan kita.”
Mereka sudah memiliki banyak pengalaman bertemu dengan pengguna Ancient Determination sejak lama. Puluhan, bahkan mungkin ratusan tahun lamanya.
Sudah selama itulah baik Zegion maupun Blood Queen hidup.
“Aku yakin dia akan menuju tempat yang sama denganmu, Zegion. Ini akan jadi kesempatan yang bagus. Usahakan untuk menangkapnya tanpa membunuhnya.”
Membunuhnya hanya akan membuat Ancient Determination menghilang dari dunia ini dan akan membutuhkan waktu puluhan tahun agar kekuatan itu muncul kembali.
Ancient Determination adalah kekuatan tekad yang diwariskan sejak lama sekali. Kekuatan itu tentunya bisa mati bersama pemiliknya seandainya jiwa mereka masih satu.
__ADS_1
Namun pada akhirnya Ancient Determination akan muncul kembali di dunia ini berkat bantuan Dewa Kematian. Itu sama halnya dengan Berkah Surgawi.
“Jika merepotkan maka aku akan membunuhnya saja. Kita bisa mencari kekuatan itu nanti.” Zegion dengan acuh berjalan pergi.
“Jangan membunuhnya. Apa kamu mau menentangku, Zegion?”
Zegion berbalik seakan-akan menatapnya dengan tajam.
“Kamu mungkin pemimpin di organisasi bodoh ini yang baru berdiri seratus tahun. Aku mungkin menjabat jadi wakil di sini namun aku bukan bawahanmu.”
Blood Queen menatapnya dengan tajam dan mengeluarkan aura kemerahan yang mengerikan.
Begitu juga dengan Zegion yang mengeluarkan kekuatannya. Keduanya saling menatap dan seakan-akan perang bisa pecah diantara keduanya.
Berkat bentrokan aura keduanya, manusia laba-laba yang ada di ruangan itu sesak napas, darah keluar dari seluruh lubang ditubuhnya sebelum kepalanya hancur.
“Apa kamu berani menentangku, Zegion? Mungkin beliau takkan diam saja jika kamu melakukannya.”
Seakan-akan merespons perkataan Blood Queen, aura gelap lainnya datang dari tempat yang berbeda. Itu adalah kekuatan mengerikan yang bahkan membungkam Blood Queen.
“Cih ... jika bukan karena beliau memilihmu. Aku sudah lama akan membunuhmu.”
Zegion melangkah pergi sebelum berteleportasi dan menghilang.
Pada kenyataannya Blood Queen dan Zegion bukanlah teman akrab. Mereka akan saling membunuh satu sama lainnya jika bukan karena keberadaan yang dimaksud sebelumnya.
“Fufu, bocah yang malang Zegion. Butuh seribu tahun bagimu untuk membunuhku.”
Blood Queen tak khawatir dengan Zegion. Pikirannya saat ini penuh dengan bocah bernama Arcturus Religia ini.
“Religia ... aku pernah mendengar nama keluarga itu. Sepertinya mereka bahkan mampu bertahan hingga saat ini. Sungguh kecoa yang entah bagaimana tak bisa dilenyapkan.”
Blood Queen sudah hidup dengan waktu yang sangat lama dan melampaui berbagai zaman. Namun selama kehidupan yang panjang itu juga, nama Religia tak lenyap sama sekali.
Dia mengabaikannya karena keluarga itu hanya bertahan hidup dan tak pernah terlibat dalam urusan apapun. Namun sepertinya di zaman ini sesuatu mulai berubah.
Hal menarik terus muncul dan membuatnya berpikir bahwa zaman ini tak membosankan lagi.
“Sejak manusia setengah dewa punah dunia ini membosankan. Baik itu penjelajah dunia, bahkan Dewa Kematian tak lagi campur tangan pada dunia ini.”
Itu adalah masa keemasan yang mana orang lemah bahkan tak layak merangkak seperti kecoa. Blood Queen tak pernah melupakan zaman itu yang mana dirinya seringkali hampir terbunuh.
“Aku harap zaman ini tidak akan membosankan.”
Blood Queen melirik ke langit-langit dan tersenyum penuh makna.
“Aku yakin kali ini kita akan bisa melakukannya ... wahai tuanku yang perkasa.”
Penjahat yang sedang mempersiapkan sesuatu, demi mencapai tujuan tertentu yang tak diketahui mulai menunjukkan minatnya pada Arcturus Religia. Waktu yang stagnan kini mulai bergerak.
__ADS_1