
Arcturus berdecak kagum akan keindahan desa Ogre. Bagian terbaik dari semuanya adalah pohon beringin raksasa, tetapi sungguh luar biasa bahwa para Third Eye Ogre menjaga keindahan tempat ini tetap natural.
“Ini ... sangat mempesona.”
Mary tidak biasanya mengungkapkan apa yang dia pikirkan. Namun Arcturus sangat setuju, tempat ini sangat menakjubkan tak peduli berapa kali dia datang.
Pada kehidupan sebelumnya Arcturus hanya menyaksikan pohon ini telah hangus terbakar. Sungguh semuanya hanya ada neraka di kehidupan sebelumnya.
“Sangat disayangkan Alda tidak bisa melihat ini,” Arcturus bergumam pada dirinya sendiri.
Jika wanita tercantik hadir di alam yang sangat cantik ini, mungkin tak masalah bagi Arcturus meninggalkan semuanya demi menjaga memori tersebut tetap di kepalanya.
Namun berkat hal itu Arcturus menjadi semakin yakin untuk melindungi pemandangan ini. Demi hari di mana semua orang berkumpul dan tertawa di dunia yang tak hancur.
“Kalian pasti baru pertama kali melihat Pohon Adam, kan?” Beni menemukan reaksi Mary dan Arcturus menarik untuk diamati.
“Jadi ini Pohon Adam? Aku hanya mengetahuinya di beberapa catatan kerajaan.” Mary masih mengagumi pohonnya.
Arcturus sendiri cukup tertarik dengan pohon ini. Lagi pula ada rahasia yang tidak diketahui siapapun terkait pohon ini.
“Ya. Pohon Adam adalah jenis langka yang konon bisa tumbuh menembus langit. Dari yang kami ketahui pohon ini sudah hidup sejak para naga menguasai langit dan bumi.”
Itu adalah pohon tua yang sangat langka dan kuat. Bagian batangnya mampu membuat tongkat sihir yang memiliki kemampuan menyimpan Mana dengan cepat.
Singkatnya Pohon Adam memiliki banyak manfaat dalam berbagai bidang.
“Menembus langit, ya? Padahal tumbuh sebesar ini saja sudah mengagumkan.”
Arcturus tidak mau membayangkan bagaimana jika pohon ini mencapai langit. Bukannya indah, mungkin dia akan merasa takut membayangkan bagaimana jika pohon itu akan tumbang.
“Akan kuantarkan kalian ke tempat kepala desa.”
Arcturus dan Mary mengikuti tanpa melakukan percakapan yang berarti.
Desa Third Eye Ogre, ketimbang desa mungkin lebih layak disebut kota karena luasnya bukan main. Dari dua sumber terpercaya Arcturus yakni, kehidupan sebelumnya dan novel.
__ADS_1
Desa ini kurang lebih memiliki seribu Ogre. Itu jumlah yang banyak mengingat mayoritas Ogre memilih hidup sendiri. Tak ada banyak Ogre yang menginginkan kehidupan damai layaknya manusia.
Tiba di bawa Pohon Adam, di salah satu akar terbesarnya Terdapat rumah yang dibangun dengan melubangi akar.
Tampilan luarnya mungkin sederhana, tetapi begitu masuk ke dalamnya cukup mengagumkan. Ruangan yang luas dan hampir seperti mansion milik Shin.
Arcturus kemudian disambut oleh pria tua dengan janggut putih panjang. Dia lebih pendek dari Arcturus, tetapi posturnya tetap tegak meski umurnya mungkin sudah lebih 70-an tahun.
Segera Beni membungkuk hormat kepada pria tua itu.
“Saya membawa tamu Tuan Putri Leona. Kalau begitu saya izin undur diri.”
Beni tanpa basa-basi lagi meninggalkan tempat ini. Pria tua tersebut hanya mengangguk dan tersenyum senang.
“Silahkan duduk, Tuan Arcturus. Saya sudah mendengar jasa anda dari Putri. Pertama-tama perkenalkan, saya adalah kepala desa Ogre, Claus. Meski begini posisi Putri Leona masih lebih tinggi dari saya, tolong jangan terlalu formal.”
Dalam hal hirarki, Leona berada di puncaknya meskipun Claus yang memimpin desa ini. Situasi Third Eye Ogre jelas sangat unik.
“Kamu pasti sudah tahu tentangku, kan? Aku datang untuk menepati janjiku dengan Leona, di mana dia?”
“Sebelumnya izinkan saya berterima kasih karena anda telah menolong Putri Leona. Kami, Third Eye Ogre sangat-sangat berhutang budi kepada anda!”
Claus merentangkan kedua tangannya di dengkul sembari duduk dan menunduk penuh penghormatan. Wajahnya saja sudah jelas, seperti orang tua yang sungguh-sungguh berterima kasih kepada orang yang sudah menyelamatkan putrinya.
“Entah bagaimana cara saya berhadapan dengan tuan dan nyonya di surga sana kelak seandainya sesuatu terjadi kepada putri! Saya akan melakukan apapun untuk membalas kebaikan anda!”
Third Eye Ogre memiliki masalah internal yang sangat kompleks dan berkepanjangan. Ada alasan mengapa Arcturus perlu mendatangi tempat ini lebih awal.
Meski cerita Claus mungkin menyentuh namun Arcturus tidak datang untuk latar belakang sedih. Setiap orang pasti memiliki masa lalunya sendiri, tetapi bukan berarti perlu untuknya mengetahui.
Arcturus saat ini adalah penjahat. Dia sengaja menimbulkan pertikaian Third Eye Ogre dengan Silverstone demi suatu tujuan. Salah satunya adalah hal ini.
“Kalau begitu aku ingin meminta satu hal sebagai balas budi ini.”
Senyumannya melengkung jahat. Sungguh Arcturus tidak pernah mau basa-basi terhadap keuntungan di depan matanya. Toh, ini bukanlah negosiasi.
__ADS_1
Mary yang mengamati senyuman Arcturus merasa merinding. Tuan muda yang dia besarkan tumbuh menjadi sangat dingin, sungguh iblis tak berperasaan. Hanya memikirkan keuntungannya sendiri dan mengabaikan kesedihan di depannya.
Namun Mary sendiri mengakui bahwa sikap seperti itulah yang diperlukan pemimpin.
Claus tersenyum masam oleh sikap tersebut, “Haha! Putri memang bilang anda tak suka basa-basi, jadi itu benar rupanya.”
“Apa itu buruk?”
“Tidak. Saya menyukai anda yang tak tertarik dengan latar belakang orang lain. Katakan saja, selama itu ada di ranah kemampuan saya.”
Bukannya Arcturus akan meminta Claus untuk melakukan sesuatu secara khusus. Itu tidak diperlukan untuk masa hening seperti sekarang ini.
“Maaf, aku terlambat menyambutmu. Kamu datang lebih cepat dari perkiraanku.”
Leona muncul dari dalam ruangan. Arcturus bisa melihat penampilan Leona cukup berubah. Dia menggunakan kimono putih polos dan rambutnya dikuncir.
Itu penampilan yang bisa ditemukan dalam manhua tentang kultivasi dan semacamnya. Namun itu adalah tampilan yang sangat cocok untuk Ogre seperti mereka.
“Urusanku di sana sudah selesai. Karena senggang jadi aku datang kemari.”
Daripada selesai, lebih tepat mengatakan kalau Arcturus menyerahkannya pada orang lain.
“Begitu. Kamu memiliki kontribusi besar untuk menghancurkan sampah yang kelewatan itu. Aku juga sudah mendengar garis besar percakapanmu dengan Claus, jadi jangan sungkan. Katakan apapun yang kamu butuhkan.”
To the point adalah kenyamanan yang luar biasa. Tak perlu ada negosiasi bertele-tele dan saling menjebak. Belum lagi ini adalah Third Eye Ogre, ras yang tak tertarik dengan materialistis.
“Ada satu hal yang membuatku tertarik saat pertama kali datang ke tempat ini. Setelah berpikir, mungkin sepadan untuk memintanya.”
Hal yang membuat siapapun tertarik saat pertama kali datang ke sini maka hanya ada satu jawabannya.
Claus dan Leona saling memandang, mereka membuat raut wajah yang jelas kebingungan.
“Pohon Adam ... aku hanya ingin memanjat ke puncaknya.”
Siapa yang tidak memiliki ketertarikan memanjat pohon yang sangat besar seperti itu?
__ADS_1