
Ancient Determination, The Envy of Assassin adalah kekuatan dengan spesialis pembunuhan dan penyusupan. Oleh karena itu kekuatan ini dinamakan Assassin.
Salah satu berkat hebatnya adalah memungkinkan pemilik kekuatan ini memasuki bayangan selama tiga menit dan mampu muncul di bayangan terdekatnya.
Arcturus memanfaatkan kemampuan ini untuk mendaki Pohon Adam tanpa bersusah payah. Meski begitu ada batas di mana dia bisa memanfaatkan kekuatan ini.
Tubuh Arcturus masih terbilang lemah untuk menangani kemampuan ini. Arcturus tak bisa terus memanfaatkannya untuk mencapai puncak Pohon Adam.
“Tujuanku sudah dekat.”
Satu hal yang tidak diketahui semua termasuk Third Eye Ogre. Bahwa, ada jalan pintas menuju puncak Pohon Adam.
Arcturus saat ini berada di pertengahan pohon, dia kemudian menemukan batang yang tampak seperti akar. Sekilas tidak ada yang spesial darinya, tetapi ada rahasia di dalamnya.
“Aku menemukannya.”
Arcturus mengeluarkan pedang dari cincin dimensinya dan berusaha memotong akar tersebut. Dia menusukkan pedangnya dan membuat lubang kecil.
Senyum mulai tumbuh di bibirnya ketika menemukan ada ruangan di dalam pohonnya. Informasi dari kehidupan sebelumnya sungguh bermanfaat.
“Harusnya aku membawa kapak ... fisik lemah ini sangat menjengkelkan.”
Sekalipun sudah melatih tubuhnya namun Arcturus belum memiliki tubuh yang dikatakan bugar. Toh, pelatihannya baru berjalan kurang dari dua bulan. Tidak ada banyak hasil yang bisa diraih meskipun mengandalkan newbie gain.
Butuh waktu yang tidak sebentar untuk Arcturus membuat lubang seukuran tubuhnya dan masuk ke dalam Pohon Adam. Segera akar yang dia gali sebelumnya mulai menutup kembali, seakan-akan tak pernah dilubangi.
“Jadi ini tempat tersembunyi Pohon Adam.”
Arcturus mendapatkan informasi tentang tempat ini dari kehidupan sebelumnya. Dia mengunjungi Pohon Adam yang sudah hangus terbakar demi mengambil bahan pembuatan Elixir.
Pohon Adam yang kala itu kehilangan kesuburannya menunjukkan ruang rahasia ini.
Itu adalah ruangan dengan tangga spiral ke atas. Di tengahnya hanya ada pilar dengan ukiran rune yang bahkan Arcturus tidak ketahui. Meski tak ada pencahayaan apapun tempat ini sama sekali tidak gelap. Sungguh misterius.
Tempatnya saat ini adalah lantai dasar dan Arcturus perlu menaiki tangga spiral untuk mencapai puncaknya.
“Jauh lebih baik ketimbang mendaki dari luar.”
Menaiki ratusan bahkan ribuan anak tangga memang merepotkan, tetapi itu tak sebanding mencoba mendaki dari luar.
__ADS_1
Toh, Arcturus punya kemampuan yang pantas untuk hal ini. Dia mulai melompat dari dinding ke dinding dan menendang udara. Sekejap mata dia sudah berada di puncak tangga, juga puncak Pohon Adam.
Dinding di depannya perlahan terbuka sendiri, seperti akar yang anehnya bergerak.
Pemandangan langit malam penuh dengan bintang menyapanya, purnama menampilkan cahayanya dengan indah tanpa menyembunyikan jati dirinya.
Udara di tempat setinggi ini harusnya tipis, tetapi anehnya Arcturus masih bisa bernapas lancar seperti di bawah. Mungkin itu karena keunikan Pohon Adam itu sendiri.
“Sekarang haruskah aku mencari bahan atau mendapatkan kekuatan itu terlebih dahulu?”
Ada dua hal yang bisa didapatkan Arcturus dari Pohon Adam.
Pertama adalah bahan penting untuk membuat Elixir. Arcturus tahu lokasinya meskipun cukup menyusahkan untuk mengambilnya.
Terakhir, adalah alasan Arcturus mau merepotkan diri dan membuang waktu ke sini. Hal yang akan berguna untuk dirinya. Tentu saja adalah kekuatan.
• Ada sesuatu di sekitar sini.
Arcturus tersenyum setelah mendengar si pembunuh merasakan sesuatu. Awalnya dia sendiri ragu itu benar-benar ada, tetapi baru saja kebenaran dikonfirmasi.
“Sebaiknya aku mengambilnya lebih dulu, Ancient Determination lainnya.”
Arcturus bersyukur dirinya tiba di tempat pertama. Dia tidak ingin pohon yang indah ini mengalami hal tragis lagi.
Arcturus mulai berjalan. Ada cabang pohon bertebaran di mana-mana, seakan-akan mencoba membuat atap untuk mencegah siapapun di puncaknya kehujanan.
Bahkan ada akar bergelantungan seakan-akan membuat tembok pelindung di satu tempat di mana angin paling kencang berhembus. Anehnya, akar itu hanya sedikit bergeming karena hembusan angin kuat itu.
Segera Arcturus menemukan tempat yang menghadap langsung ke bulan. Satu-satunya di mana akar tumbuh menyamping seakan-akan membuat pintu dan jalan tertentu.
“Aku menemukannya.”
Itu adalah tempat di mana dia bisa mendapatkan Ancient Determination lainnya. Arcturus tanpa ragu mulai melangkah bahkan ketika si pembunuh mulai bicara.
• Mengemban dua tekad sekaligus mungkin akan membebanimu. Belum lagi pemilik tekad ini terasa familiar.
Arcturus tidak tahu apakah setiap Ancient Determination saling terhubung dan mengenal satu sama lain. Namun berdasarkan informasi yang terkandung dalam novel aslinya, Ancient Determination mayoritasnya berasal dari era yang sama.
Sangat mungkin setiap dari pemilik Ancient Determination mengenal satu sama lain meskipun hanya sebatas kabar angin.
__ADS_1
‘Harusnya akan baik-baik saja selama aku tak meminta pertukaran seperti saat lalu.’
Arcturus pernah bertransaksi dengan si pembunuh untuk kekuatan sebagai gantinya dia akan lumpuh beberapa waktu. Itu adalah pertukaran yang tidak merugikan Arcturus mengingat si pembunuh cukup bersahabat.
Namun lain cerita jika itu bukan si pembunuh. Pemilik tekad tentunya memiliki ego berbeda-beda.
• Maka aku akan menekan kekuatanku demi keamanan tubuhmu. Hati-hati, orang beruntung lebih dibenci dan dicemburui.
Arcturus bisa merasakan bahwa sesuatu yang seakan-akan mengisi dadanya mulai mengecil sampai batas tertentu. Si pembunuh rupanya sungguh-sungguh menekan keberadaannya sendiri.
• Kekuatanku juga semakin terbatas ketika aku melakukan ini.
Tak ada masalah, Arcturus hanya mengangguk dan mengucapkan terima kasih dalam benaknya.
Arcturus tiba di ujung tempat yang unik itu, dia menyaksikan langit di bawahnya dan bulan purnama sejajar dengan garis pandangannya.
Suara lain segera menyusup ke dalam kepalanya.
• Aku takkan menunduk hormat pada siapapun.
• Raja, kaisar, naga, bahkan dewa. Tanpa pengecualian.
Suaranya mungkin terdengar seperti robot yang sudah ditentukan untuk mengatakan hal itu. Namun Arcturus masih bisa merasakan emosi pemilik suara.
• Aku benci menunduk karena menunjukkan kerendahan diriku. Aku tak suka mendongak karena seakan mengakui diriku kecil.
• Namun aku akhirnya mendongak, dan menunduk ... selagi mengutuk langit dan matahari yang lebih tinggi dariku, bulan yang selalu indah dan besar.
Arcturus bisa menebak kekuatan jenis apa yang satu ini. Harusnya ada satu yang paling cocok menggambarkan Ancient Determination ini.
• Meski begitu aku tak merasa rendah maupun kecil. Aku terus menantangnya sampai akhir ... semata-mata untuk kepuasan diriku sendiri.
• Akulah raja besar yang takkan tunduk pada siapapun. Aku kaisar terhebat yang memandang semuanya dari tempat tinggi dan dipandang penuh keagungan oleh mereka yang hidup.
Senyum Arcturus menjadi semakin lebar dan cerah ketika dia mengetahui identitas Ancient Determination ini.
• Akulah raja. Akulah kaisar yang dipuja semua kehidupan.
‘Ancient Determination, Pride of Great Emperor.’
__ADS_1