Im Not Main Character

Im Not Main Character
Bayaran Kekuatan


__ADS_3

Itu adalah malam dengan bulan purnama bersinar terang bersama bintang-bintang, keindahan yang tak terjangkau oleh tangan manusia.


Namun itu adalah malam terburuk saat kastil indah terbakar oleh api merah. Siapapun akan tahu bahwa itu adalah api terkutuk.


Bunga yang menghiasi kastil mulai terbakar dengan cepat oleh si jago merah. Banyak orang mulai berlarian dan para ksatria tampak berusaha memadamkan.


“Bodoh! Api terkutuk takkan padam dengan air biasa!”


Pria tua, sang kepala ksatria kastil tersebut tampak dikebiri, dia memiliki kekhawatiran yang sangat mendalam.


“Segera cari nyonya dan anak-anaknya! Nyawanya lebih berharga ketimbang kita!”


Kejam namun begitulah kenyataannya. Seratus prajurit tidak akan sebanding dengan nyawa pemilik kastil dan anak-anaknya.


Mau bagaimanapun orang-orang yang melayani di kastil ini percaya, suatu saat akan ada cahaya datang ke kerajaan Knight.


Sang kepala ksatria tua menemukan gerakan di dalam api. Itu tampak seperti gadis kecil yang menangis dan berjalan di tengah panasnya api.


“Nona!” Pria tua segera bergegas menerobos api kemerahan.


Zirahnya mulai memanas dan hampir meleleh, tetapi itu tidak menghentikannya. Dia melepas zirah dan semua yang mampu meleleh sebelum memeluk sang gadis kecil.


Terdapat luka bakar di leher dan punggungnya, kepala ksatria tua segera membawa gadis kecil itu pergi keluar untuk dirawat.


“Ini luka bakar dari api terkutuk, cepat tangani dengan hati-hati!”


“Paman, ibu dan saudara kembarku masih ada di dalam! Selamatkan mereka!”


Komandan tua mengangguk dan mengalirkan Mana ke seluruh tubuhnya. Panas tak bisa ditahan namun masih bisa diminimalisir. Belum lagi api ini mengandung kutukan, lebih baik mempertahankan Mana ketimbang tidak sama sekali.


“Kalian segera ambil air suci atau gunakan apapun yang memiliki kekuatan pemurnian!”


Selesai memberikan perintahnya dia memasuki kobaran api tersebut.


Sang gadis kecil yang mulai hilang kesadaran menatap kastil tempat tinggalnya yang mulai hancur dan luluh lantak.


Dia mulai mendengar jeritan samar dari dalam.


“Tidak, Ibu—”


Semuanya menjadi gelap gulita. Dia bangun dari kasurnya dengan tubuh banjir akan keringat. Wanita itu terbangun dengan napas terengah-engah, air mata mengalir sebagai tangis yang datang dari mimpinya.

__ADS_1


Dia menutup mata dengan kedua tangannya. Tangan kanannya memiliki corak hitam panjang dimulai dari bahu sampai punggungnya.


“Hah~, mimpi buruk ini lagi ... malapetaka macam apa yang akan terjadi?”


***


Pelabuhan Timur mengalami kerusakan yang dapat dikatakan cukup besar di mana-mana. Namun semuanya bukanlah ulah monster yang menyerang kota. Kontribusi terbesar ada pada perintah Shin yang menghancurkan pintu saluran air.


Selain itu ada beberapa kepingan dari meteor yang dihancurkan Alda jatuh ke beberapa tempat meski kerusakannya diminimalisir. Alda berhasil menghancurkan meteor besar dan membuat pecahannya tidak banyak jatuh ke kota.


Warga yang awalnya panik terpukau karena pecahan meteor tampak indah bagi mereka. Itu adalah penyelamatan yang sungguh megah bagi protagonis utama.


Namun tidak ada kebahagiaan. Serangan ini memakan cukup banyak korban dan itu adalah hal yang amat menyakitkan. Bahkan Shin lebih membenci adanya korban jiwa ketimbang kerusakan kota.


“Yah, bisa dikatakan ini hasil yang cukup baik. Seandainya bajingan Lich itu memasuki kota, atau meteor jatuh maka tidak diragukan lagi kerusakannya lebih buruk.”


Arcturus menatap keluar jendela dan menyaksikan langit biru yang cerah meski pemandangan kota menyedihkan untuk dilihat.


“Apa kamu yakin tidak berusaha mengejar bajingan itu?” tanya Alda yang duduk di sisi lain kamar Arcturus. “Bisa saja dia kembali lagi dan menghancurkan kota.”


Alda khawatir bahwa Zegion akan kembali lagi untuk menghancurkan kota ini. Namun Arcturus sama sekali tidak mengkhawatirkannya. Bagi Zegion menyerang kota ini sama sekali tidak penting.


“Tidak perlu khawatir, dia tidak akan mendapatkan manfaat apapun dari kota ini.”


Kedua taring bisa milik Jomungandr menghilang. Itu adalah bukti bahwa Zegion sungguh-sungguh mencari bubur emas.


“Taring ular itu berguna untuk membantunya menemukan Bubur Istimewa.”


Semakin tinggi evolusi Serpent maka semakin besar kemungkinan taring itu bisa menjadi pemandu di mana Bubur Istimewa berada.


“Aku tidak tahu bubur macam apa yang kamu maksud. Namun bukankah sebaiknya kita bergegas sebelum dia menemukannya?”


Alda tidak salah. Jika Zegion sampai menemukannya maka segalanya akan sangat merepotkan.


Pada kehidupan sebelumnya Arcturus berhasil menemukannya dan menghancurkannya, tetapi sayangnya dia sedikit terlambat. Zegion kala itu sudah menemukannya dan menggunakannya.


“Tenang saja, setidaknya aku yakin dia membutuhkan waktu untuk menemukannya.”


Meski ada beberapa perubahan yang terjadi di putaran dunia ini, tetapi Arcturus yakin peristiwa besar akan datang di waktu yang sesuai pada novel.


Selain itu ada alasan mengapa Arcturus tidak bisa terburu-buru.

__ADS_1


Arcturus mendekati Alda, sambil berbicara santai.


“Selain itu ada hal yang menjadi prioritas untuk saat ini.”


Prioritas Arcturus untuk menghadapi Perjamuan Bulan tidaklah berganti. Itu adalah pertemuan yang perlu dia hadiri. Selain itu Arcturus sudah menebar benih untuk rencananya.


Lalu prioritas lainnya adalah membantu Protagonis Utama mendapatkan kekuatannya kembali. Meski segel pada jiwanya tidak bisa, setidaknya tangan kanannya bisa dilepaskan.


Dia perlu membuat Protagonis Utama mendapatkan kekuatannya kembali meski sedikit demi sedikit. Masa depan yang rumit dan penuh ketidakpastian sedang menunggu.


Arcturus perlu menyiapkan Protagonis Utama untuk mendapatkan kembali kekuatan utamanya.


Alda memandang Arcturus dengan rumit, “Aku sudah penasaran sejak tadi. Apa ini hobimu? Menggunakan kursi roda ketimbang kakimu.”


Arcturus saat ini sedang duduk di kursi roda, bergerak menggunakannya ketimbang menggunakan kakinya.


“Apa ini aneh?” tanya Arcturus dengan senyuman lembut.


“Itu adalah penghinaan bagi orang yang tidak bisa berjalan saat kamu menggunakannya.”


Arcturus bisa menggunakan kedua kakinya dengan baik namun dia memilih menggunakan kursi roda.


Bukannya karena dia memiliki hobi yang aneh namun karena saat ini Arcturus memang sedang tidak bisa berjalan.


Mary sudah diberitahu tentang alasannya namun Arcturus lupa bercerita kepada Alda maupun Shin.


‘Alda mungkin tidak masalah namun merepotkan untuk memberitahu Shin. Dia selalu memiliki obsesi aneh tentangku.’


Bahkan dalam novelnya, si sampah Arcturus selalu diyakini Shin bisa menjadi orang hebat meski di cerita aslinya dia akan menjadi budak yang menyedihkan.


“Yah, bisa dikatakan ini adalah konsekuensi dari kekuatanku.”


“Konsekuensi?” Alda memiringkan kepalanya.


Arcturus mengangguk. Bayaran dari dia meminjam kekuatan Assassin, Arcturus akan meminjam anggota tubuhnya selama jangka waktu tertentu.


Benar, apa yang Arcturus pinjamkan adalah kakinya selama dua minggu ke depan.


Bukan berarti kakinya dicopot atau semacamnya, hanya secara artifisial. Arcturus akan kehilangan fungsi gerak kakinya selama dua minggu tersebut.


‘Ini cukup berisiko karena pembunuh itu meminjam apapun yang dia mau. Aku tidak boleh terlalu bergantung padanya.’

__ADS_1


Akan berisiko jika si pembunuh meminjam yang lainnya. Arcturus tidak bisa menentukan apakah itu hanya bagian tubuh saja yang bisa dipinjam.


__ADS_2